Perencanaan Diet untuk Penderita StrokeJika anggota keluarga Anda telah menderita stroke, maka Anda perlu tahu tentang jenis diet yang akan membantu dalam proses pemulihan. Pada artikel ini kita akan membahas diet untuk korban stroke dan bagaimana diet yang tepat dapat membantu dalam penyembuhan. Bramardianto.com menyajikannya untuk Anda.

Stroke, Diet Untuk Stroke

Penyebab utama ketiga kematian di Amerika Serikat, stroke merupakan keadaan darurat medis yang serius. Hal ini terjadi ketika pasokan darah ke otak akan terganggu karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Ketika otak kekurangan oksigen, sel-sel mulai mati yang dapat menyebabkan cacat jangka panjang dan bahkan kematian. Memerlukan perawatan medis segera dan tepat waktu untuk memulihkan aliran darah agar dapat membantu dalam meminimalkan kerusakan jangka panjang. Seberapa banyak korban stroke dipengaruhi oleh stroke, tergantung pada tingkat keparahan stroke, bagian mana dari otak stroke telah terjadi dan memperpanjang kerusakan sel otak. Untuk pemulihan stroke dan rehabilitasi, terapi fisik, terapi wicara ditambah dengan perubahan gaya hidup dan diet yang tepat sangat penting. Jika Anda memiliki korban stroke dalam keluarga Anda, kemudian menyusun rencana diet yang sesuai untuk kebutuhan-kebutuhannya sangat diperlukan. Sebuah diet yang tepat akan membantu tubuh untuk pulih dan mendapatkan kembali sebagian kemampuan tubuh.

Makanan Terbaik untuk Pasien Stroke

Untuk menyusun diet yang ideal untuk korban stroke, Anda harus terlebih dahulu berbicara dengan dokter yang bersangkutan untuk mengetahui apa jenis pantangan si pasien. Beberapa korban stroke mengalami kesulitan menelan makanan yang akan membatasi jenis makanan padat yang mereka konsumsi. Dalam kasus seperti itu, makanan tumbuk dan bubur yang diberikan kepada pasien. Diberikan di bawah ini adalah beberapa makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi bagi pasien stroke.

Tambahkan Biji-bijian Utuh
Makan biji-bijian seperti jawawut, soba, oat dan jelai merupakan item makanan yang aman bagi para korban stroke. Biji-bijian ini membantu dalam menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga menurunkan risiko terkena stroke kedua. Seluruh biji-bijian mengandung serat makanan yang secara signifikan dapat mengurangi kolesterol, yang akan membantu dalam mengurangi risiko stroke. Biji-bijian seperti gandum dan barley dapat dibuat menjadi bubur dengan susu skim dan sedikit gula dan diberikan kepada pasien stroke. Sebagaimana orang memiliki tingkat energi yang rendah setelah stroke, mengonsumsi makanan lembut seperti bubur gandum utuh akan membantu dalam mendapatkan kembali kesehatan dan energi.

Batasi Asupan Sodium
Ketika menyusun diet untuk pasien stroke, tujuannya harus untuk mencegah stroke lain dan memulihkan tubuh mengembalikan kekuatannya yang hilang. Mempertahankan tekanan darah yang ideal adalah salah satu cara utama di mana Anda dapat mengurangi risiko stroke lain. Tekanan darah tinggi dapat dikontrol dengan membatasi asupan natrium dan makan makanan rendah natrium. Makanan olahan yang mengandung jumlah tinggi garam harus benar-benar dihindari. Diet korban stroke harus bebas dari garam sebanyak mungkin dan makanan dapat dibumbui dengan penggunaan rumput laut dan rempah segar dan kering sebagai gantinya.

Meningkatkan Asupan Buah dan Sayuran
Buah-buahan musiman dan sayuran segar harus dimasukkan dalam diet yang dirancang untuk korban stroke. Karena sebagian besar korban stroke mengalami kesulitan mengunyah dan menelan makanan padat, karena itu buah-buahan dan sayuran diproses menjadi bubur dapat diberikan. Jika pasien tidak suka buah-buahan dan sayuran dalam bentuk bubur, maka pilihan yang lebih baik adalah dengan membuat smoothies dengan buah-buahan musiman dan sup dengan sayuran. Makanan dapat dibumbui dengan rempah segar secukupnya untuk membuatnya lebih enak. Minimal lima porsi buah diperlukan untuk pulih dari stroke.



Batasi Asupan Lemak Jenuh
Lemak jenuh dalam makanan tinggi lemak dan daging merah meningkatkan tingkat kolesterol dalam tubuh. Hal ini menyebabkan pembentukan plak di pembuluh darah, yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan penggumpalan darah. Hal ini dapat menyebabkan kejadian stroke kedua. Untuk menghindari kemungkinan seperti itu, korban stroke harus membatasi asupan lemak jenuh. Jumlah lemak jenuh tinggi dalam makanan olahan dan gorengan dan mereka harus benar-benar dihindari.

Memasukkan Protein Tanpa Lemak
Protein adalah komponen penting dari diet korban stroke yang mengarah ke pemulihan yang cepat. Potongan daging tanpa lemak dan daging putih harus dimasukkan ke dalam diet. Ikan yang mengandung asam lemak esensial omega 3  juga harus membentuk bagian dari diet pasien stroke. Dada ayam tanpa kulit adalah beberapa sumber terbaik dari protein dan mereka dapat disajikan dengan dikukus dan direbus untuk mengurangi kadar lemaknya.

Makanan sehat dan bergizi sangat tinggi vitamin dan mineralnya, dan rendah lemak dan kolesterol merupakan diet untuk pasien stroke. Pola makan seperti itu mungkin tampak membosankan dan membatasi pasien, tetapi semua saya kembalikan kepada anggota keluarga untuk membantu pasien untuk menyertakan diet ini supaya cepat sembuh.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."