Bukan rahasia lagi jika kebiasaan merokok bisa membuat seseorang berisiko mengalami penyakit kronis seperti kanker paru, jantung, dan gangguan pernapasan. Tak hanya itu, rokok juga bisa membuat seseorang kehilangan penglihatannya alias buta.

Merokok, Perokok, Resiko Merokok, Akibat Merokok, Penyakit Perokok

Dikatakan pakar vitreoretinal dr Elvioza, SpM(K), merokok menjadi salah satu faktor risiko terjadinya degenerasi makula terkait umur atau Age-Related Macular Degeneration (AMD) yang menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan orang-orang di atas usia 60 tahun.

“Rokok itu kan asapnya dihisap oleh tubuh dan masuk ke pembuluh darah. Pembuluh darah itu kan juga ada di retina sehingga kinerja pembuluh darah di retina bisa terganggu, penglihatan pun tidak normal,” jelas dr Elvioza.

Hal itu disampaikan dr Elvioza saat menjadi pembicara di edukasi Media ‘Opsi Pengobatan Terbaru untuk Wet Age-Related Macular Degeneration (Wet AMD)’ yang diadakan Bayer Healthcare di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Kuningan, Jakarta Selatan

Terlebih lagi, menurut dr Elvioza efek rokok ini lebih dirasakan bagi perokok pasif yang menghirup asap rokok sebab dalam kondisi tubuh yang tak biasa ‘menampung’ asap rokok layaknya perokok aktif, maka perokok pasif lebih rentan terkena penyakit kronis, termasuk AMD.

Merokok Rentan Terkena Masalah Penglihatan

Meski demikian, diakui dokter berkacamata itu bahwa merokok adalah faktor risiko AMD yang masih bisa dihindari. Tidak seperti faktor risiko lain yang tidak bisa dihindari yaitu usia di atas 60 tahun dan faktor genetik. Selain berhenti merokok, dr Elvioza juga memberikan tips lain untuk menurunkan faktor risiko AMD.

“Jaga berat badan, olahraga, kurangi makanan berlemak, perbanyak sayur dan buah, kurangi paparan sinar UV, konsumsi suplemen antioksidan dan zat besi, dan segera ke dokter kalau ada gangguan penglihatan,” kata dokter yang juga mengajar di departemen ilmu kesehatan mata FKUI/RSCM ini.



Sebab, dengan diminimalisirnya faktor risiko suatu penyakit, maka kemungkinan terjadinya penyakit tersebut makin berkurang. dr Alvioza juga menyarankan untuk rutin memeriksakan mata enam bulan sekali atau minimal setahun sekali.






About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."