Pertolongan Pertama Saat Anak Kepalanya TerbenturSaat si kecil bergerak aktif dan lincah bermain, ada kalanya ia terjatuh dan terbentur di bagian kepala. Saat itu terjadi, tak perlu terlalu panik tapi juga jangan cuek. Ada beberapa hal yang bisa diamati dan diwaspadai sebelum orang tua mencari pertolongan dokter.

trauma kepala, benturan pada kepala

Trauma atau cedera di bagian kepala memang lebih berbahaya karena sangat erat hubungannya dengan otak. Apalagi bila terjadi pada anak yang pertumbuhan otak dan tulang tengkoraknya belum sempurna. Trauma kepala bahkan merupakan penyebab kematian dan kecacatan pada anak tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.

Namun tidak semua trauma atau benturan pada kepala anak berbahaya. Orang tua bisa mengklasifikasi sendiri gejalanya sebelum buru-buru membawa anak ke dokter.

“Saat anak terbentur di kepala, orang tua jangan terlalu panik, tapi juga jangan cuek. Harus dilihat kondisi anaknya dulu,” jelas dr Attila Dewanti, SpA (K), dokter spesialis anak di Brawijaya Woman and Children Hospital, dalam acara Talkshow ‘Aman dan Nyaman Berkendara bersama si Kecil’ di Brawijaya Woman and Children Hospital, Jl Taman Brawijaya, Kemang, Jakarta.

Cara Menangani Ketika Anak Mengalami Trauma Kepala

Menurut dr Attila, saat anak mengalami benturan di kepala, orang tua bisa mengklasifikasikan sendiri berdasarkan derajat kesadaran (Glasgow coma scale atau GCS), yaitu dengan cara sebagai berikut:

1. Respons buka mata

Bila setelah terbentur anak menangis tapi masih bisa membuka mata atau melek, maka orang tua tak perlu khawatir. Bila benturan menyebabkan gangguan pada otak, anak biasanya akan kesulitan membuka atau lebih sering terlihat mengantuk.

2. Respons gerak atau motorik

Bila setelah terbentur anak masih bisa mengikuti perintah, seperti mengangkat tangan atau mengangguk, berarti kondisinya masih aman. Tapi bila ia tak memberikan respons gerak, maka segeralah dibawa ke dokter.

3. Respons verbal



Bila setelah terbentur anak masih bisa diajak bicara dan menjawab pertanyaan, maka kondisinya bisa dibilang baik-baik saja. Yang bahaya adalah bila napas anak tiba-tiba seperti orang sedang mendengkur, sesak dan berbunyi, meski ia sedang tidak tidur. Bila sudah begitu, segera bawa anak Anda ke dokter.

“Saat anak mengalami trauma kepala, harus diperiksa dengan cermat dalam 24-72 jam pertama. Benjol, memar atau berdarah belum pasti gegar otak. Biasanya karena ada perdarahan di kulit kepala, relatif tidak berbahaya asal anak sadar penuh, tidak muntah, tidak pusing dan tidak tampak mengantuk terus,” tutur dr Attila.






About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."