Bagikan :

Reaksi alergi terhadap AmoksisilinEfek samping dari amoksisilin dapat berkisar dari reaksi alergi sampai masalah pencernaan, demam, sakit kepala, kebingungan, dan kejang. Reaksi terhadap obat ini lebih sering terjadi pada orang yang alergi terhadap obat penisilin, atau memiliki asma dan alergi lainnya.

amoksisilin, alergi amoksisilinAmoksisilin merupakan suatu antibiotik yang termasuk dalam kelompok obat penisilin. Terutama digunakan untuk mengobati infeksi telinga, pneumonia, infeksi kandung kemih, gonore, dll, yang disebabkan oleh bakteri. Seperti obat lainnya, obat dari kelompok penisilin, termasuk amoksisilin, dapat menyebabkan beberapa efek samping pada individu tertentu. Efek samping ini dapat bersifat non-alergi serta alergi. Baik anak-anak dan orang dewasa dapat mengalami reaksi alergi terhadap amoksisilin.

Gejala dari Alergi Disebabkan oleh Amoksisilin

  • Beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi yang kuat untuk obat ini. Biasanya, orang yang awalnya mengalami hipersensitivitas terhadap penisilin, serta orang-orang dengan alergi seperti asma, urtikaria/gatal-gatal dan demam, sangat rentan untuk mengembangkan reaksi tertentu.
  • Biasanya, reaksi alergi seperti berwujud dalam bentuk ruam kulit, gatal-gatal, urtikaria, dan bengkak tubuh yang tak dapat dijelaskan, terutama pembengkakan wajah, tenggorokan, bibir dan lidah, dan juga sesak napas.
  • Ruam tubuh tidak selalu berhubungan dengan reaksi alergi. Ruam seperti biasanya berkembang pada area badan, dan kemudian menyebar ke area lain dari tubuh, mirip dengan campak.
  • Namun, biasanya tidak mungkin untuk membedakan ruam kulit yang non-alergi dengan yang disebabkan oleh reaksi alergi.
  • Oleh karena itu, disarankan untuk segera mengunjungi dokter untuk mengamati ruam kulit dan gejala lain dari reaksi alergi.
    Hal ini dapat terjadi tiba-tiba dan dengan intensitas yang besar, atau mulai beberapa hari setelah pemberian obat juga.
    Ada namun jarang, reaksi alergi tersebut dapat beralih ke kondisi yang berpotensi mengancam jiwa, yang dikenal sebagai ‘anafilaksis’.

Pilihan Pengobatan



  • Saat mengalami salah satu gejala dari reaksi alergi, asupan amoksisilin harus segera dihentikan, dan harus segera dikonsultasikan dengan dokter.
  • Umumnya, kasus-kasus reaksi alergi ringan dapat diobati dengan antihistamin. Tapi kasus yang berat akan membutuhkan pemberian suntikan epinefrin.
  • Namun, seseorang tidak harus mencoba untuk mengobati reaksi alergi yang parah sendiri, dan menghindari pengobatan sendiri dengan segala cara. Mereka harus benar-benar mengikuti saran yang diberikan oleh dokter mengenai pengambilan obat.
  • Orang-orang yang sebelumnya memiliki reaksi alergi terhadap penisilin atau sefalosporin, ataupun dengan urtikaria, asma, dan alergi lain seperti itu, rentanmengembangkan reaksi alergi terhadap obat ini.
  • Amoksisilin tidak boleh diambil tanpa konsultasi yang tepat dengan dokter. Seseorang juga harus membicarakan rincian tentang kondisi kesehatan lainnya seperti penyakit hati dan ginjal, dan gangguan perdarahan.
  • Amoksisilin dapat berinteraksi dengan obat tertentu termasuk probenesid, methotrexate, klaritromisin, eritromisin dan tetrasiklin. Jangan mengikuti anjuran pengobatan yang diberikan orang lain pada Anda, karena amoksisilin bereaksi berbeda dari satu orang ke orang lain.

Efek Samping Non-Alergi dari Amoksisilin

Umumnya, efek samping yang umum dari amoksisilin, yang tidak bersifat alergi, bersifat tidak sangat parah bersifat. Efek samping moderat antara lain :

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Nyeri perut ringan
  • Sariawan
  • Keputihan dan gatal-gatal pada wanita


Beberapa orang dapat mengalami efek samping tertentu yang mungkin memerlukan perhatian medis segera. Ini termasuk :

  • Sakit perut yang parah
  • Demam
  • Ruam kulit
  • Nyeri seluruh tubuh
  • Lemah
  • Diare berair atau berdarah
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa
  • Kebingungan
  • Kejang

Oleh karena itu, jika Anda sedang menjalani pengobatan ini atau lainnya, informasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum mengambil amoksisilin. Juga, jangan lupa untuk check up kesehatan secara berkala, karena kondisi mungkin semakin memburuk jika diabaikan.

Disclaimer : Artikel ini untuk tujuan informatif saja, dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti saran ahli medis.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."