kesadaran, kesadaran gcs, kesadaran dalam psikologi, berada dalam kesadaran tts, pengertian kesadaran menurut para ahli, pengertian kesadaran berbangsa dan bernegara, tingkat kesadaran manusia, apa itu bela negara, macam-macam kesadaran
Revolusi Sebenarnya Adalah Revolusi KesadaranJika kita melihat pada peristiwa dan kejadian dunia, kita akan dengan mudah menyadari, bahwa kita hidup di zaman revolusi. Revolusi ini di luar materi dan bentuk, tidak berjuang dengan tentara dan tidak bertujuan untuk saling bertikai. Revolusi ini disebut revolusi kesadaran, yang hanya bisa ditemukan jika kita melihat jauh ke dalam diri.



Kesadaran, yang telah tertidur lelap di bawah identifikasi dengan berbagai wujud dan bentuk selama ribuan tahun, perlahan-lahan mulai terbangun. Ada semacam panggilan dari dalam diri yang semakin menguat, dan jumlah orang yang sensitif terhadap panggilan ini semakin besar dan banyak. Efek dari dorongan ini, membangunkan jiwa dari mimpi untuk keluar dari ilusi matriks, identifikasi bentuk dan wujud materi.

“Kita perlu menenangkan pikiran kita, untuk menyembuhkan dunia”.

Hukum Sebab Akibat selalu berlaku pada setiap tingkat realitas. Pikiran adalah tingkat Penyebab, dan manifestasi material adalah tingkat Dampak. Jika perubahan hanya terjadi pada tingkat dampak saja maka bukanlah suatu perubahan mendasar, namun jika terjadi perubahan pada tingkat penyebab maka akan mengubah tatanan alam semesta. Itulah sebabnya revolusi dalam kesadaran diri adalah harapan terbesar kita untuk masa depan dunia.

Jadi, apa singkatnya revolusi kesadaran itu? Seperti semua gerakan besar dalam sejarah manusia, hal itu didasarkan pada pemahaman tunggal : dalam hal ini, kita semua sebenarnya tidaklah terpisah satu sama lain. Kita bukanlah makhluk yang terpenjara pada tubuh fisik, tetapi makhluk cahaya yang memiliki kesadaran tak terbatas. Pada tingkat fisik, kita semua memang terpisah, namun pada tingkat kesadaran, kita adalah satu.

Apa itu artinya? Tentu saja, apa yang kita lakukan untuk orang lain, maka akan kembali kepada diri kita sendiri. Pemahaman ini bukan bersifat metafora atau simbolik. Setelah kita tahu bahwa kesadaran bisa mengubah segalanya, termasuk hati kita, mengapa kita tidak bisa mengubah cara kita melihat satu sama lain, setelah kita menyadari bahwa kita satu?

Kadang-kadang ketika orang mencoba memproyeksikan rasa diri saat ini ke dalam kesadaran satu, mereka takut akan kehilangan identitas, keberadaan, kenangan, dan perspektif individu mereka. Tetapi orang-orang yang tercerahkan tidak akan pernah memiliki persepsi seperti itu. Mereka memahami betul bahwa identitas personal hanyalah ilusi. Mereka menyadari bahwa tidak ada yang nyata atau berharga yang akan hilang menuju jalan pencerahan.

Pencerahan tidak bisa dicapai hanya dengan membaca dan belajar dari buku, atau dengan meyakini secara buta terhadap sesuatu di luar diri Anda. Perkembangan keadaan kesadaran yang lebih tinggi datang kepada diri kita secara teratur dan sistematis dengan mengalami sendiri nilai-nilai lebih dalam dari diri sendiri, kemudian mengintegrasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman khusus yang dimiliki individu dalam perjalanan spiritual ini tentu bervariasi, tidak hanya terbatas pada tradisi atau praktek agama yang dijalankan, tetapi juga berdasarkan kecenderungan pribadi Anda.



Pikiran yang dipenuhi ego dan ambisi tidak akan bisa memahami pesan ini, tapi hati yang selalu berserah diri selalu bersukacita menyambutnya. Tidakkah kita bisa merenungkan sifat dunia di sekitar kita, kita juga bisa merenungkan tentang cara berpikir kita sendiri. Kita menjadi sadar diri, sadar akan eksistensi kita di dunia ini. Ini membuka pintu ke arena baru perkembangan kesadaran spiritual kita. Kita bisa mulai menjelajahi dunia batin dari pikiran, dan akhirnya menyelidiki sifat kesadaran itu sendiri. Manusia tidak perlu membuat mesin perang untuk mencari solusi perdamaian, tapi perlu membuat pilihan lain. Kita perlu mempertimbangkan kemungkinan cara lain, pilihan lain, jalan lain bagi umat manusia untuk diikuti, dimana kita tidak lagi menyembah hukum ilmu pengetahuan, melainkan berserah diri di hadapan hukum cinta kasih universal. Pikiran tidak akan lagi menjadi pemimpin kita, tapi abdi kita. Ilmu tidak akan lagi menjadi alat untuk merebut kekuasaan, tapi membantu menunjukkan kebenaran. Revolusi kesadaran spiritual membuka jalan bagi revolusi damai dari umat manusia. Alternatif untuk menghindari bencana dan akan sulit ditembus kejahatan. Dan kemanusiaan akan berkembang, perdamaian akhirnya akan datang, dan tak akan ada lagi pertikaian.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."