Bagikan :

kesunyian, keheningan, belajar di dalam diam
Seni Kesunyian : Belajar Di Dalam DiamSeni kesunyian tidak hanya belajar tidak boleh berbicara keras-keras. Anda harus tahu kapan saatnya untuk tidak mengekspresikan diri berlebihan lewat sms, blog, facebook, twitter, instagram, atau media elektronik lainnya juga.

“Singa ditakuti karena diam, sedangkan anjing dijadikan mainan karena ia menggonggong. (Imam Syafi’i)”

Hadist ini begitu singkat, namun begitu penuh makna mendalam. Seni dan disiplin diam telah hilang di dalam generasi saat ini sejak adanya kemajuan teknologi. Alasan klasiknya adalah setiap orang berhak memiliki hak dalam kebebasan berbicara. Tapi, mereka tampaknya tidak menyadari betul bahwa bersikap tenang itu terkadang sangat dibutuhkan. Internet dan smartphone telah membuat orang tidak mampu menahan godaan untuk tidak mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. Memang mengekspresikan diri sesekali dibutuhkan, tapi ada juga saat-saat tertentu ketika Anda lebih baik memilih untuk diam.

Apakah harus meluapkan apa yang kita pikirkan?
Jawabannya ada dua : bicara yang baik, atau lebih baik diam saja. Kata-kata pengaruhnya sangat kuat, dan dapat digunakan untuk mendidik, mengancam, membantu, membuat kerusakan, mendo’akan, mengekspresikan keahlian, atau bahkan justru mengungkapkan kebodohan diri sendiri. Bukankah suatu kesalahan jika membiarkan kata-kata Anda keluar tak terkontrol ketika Anda terluka, marah, atau emosional? Karena perasaan dapat berubah begitu cepat.

Saya bukan mengatakan bahwa Anda tidak boleh mengungkapkan isi pikiran tentang hal-hal yang Anda sukai. Namun, di saat kita marah, akan lebih baik tetap menjaga ucapan Anda, jangan dulu berhubungan dengan media sosial, atau ponsel sampai Anda memiliki pikiran yang jernih. Dalam mengekspresikan kata-kata, kualitas selalu jauh lebih baik daripada kuantitas. Orang yang menjaga pembicaraannya, niscaya ia akan memiliki wibawa sehingga orang lainpun akan segan padanya.

Jika Anda merasa bahwa ada sesuatu yang benar-benar perlu dikatakan, tunggu sampai menemukan waktu terbaik. Katakan apa yang ada di pikiran Anda dengan cerdas dan susunan kata-kata yang sopan, maka orang lain akan lebih menghargai. Kata-kata Anda jauh lebih berarti ketika berbicara dengan orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan cara terbaik yang dapat Anda ungkapkan. Jadi, berpikirlah sebelum Anda berbicara, sms, atau menulis status.

Mengapa memilih diam untuk sementara waktu itu lebih baik?
1. Diam membuat kita introspeksi
Bereaksi langsung secara berlebihan mungkin bukan sikap yang bijak, apalagi hanya mengetahui sedikit. Meluangkan waktu sebentar untuk memikirkan semuanya sebelum bereaksi dapat membantu Anda menyadari akibat yang mungkin saja ditimbulkan di kemudian hari. Daripada menanggung malu, lebih baik mengendalikan diri.



2. Memberi Anda kesempatan untuk mendengarkan
Daripada menganggap diri kita selalu benar dan mengambil penafsiran sendiri sebagai kebenaran, cobalah mendengar sisi lain dari cerita. Orang lain selalu menawarkan perspektif berbeda dalam mengutarakan pemikiran dan alasan di balik situasi. Mendengarkan juga penting ketika seseorang mencoba membantu Anda, atau memberi kritik konstruktif. Alih-alih bersikap defensif, Anda harus mempertimbangkan apa yang mereka katakan. Bisa jadi kita sendiri justru yang salah daripada orang lain. Mereka bisa saja salah, tetapi mereka juga bisa benar. Dengarkan dulu, kemudian memutuskan.

3. Melindungi reputasi Anda
Hal ini terutama berlaku bila berkaitan dengan bisnis. Meluapkan kekesalan di Facebook atau Twitter tanpa berpikir panjang benar-benar dapat membuat Anda terlihat seperti orang bodoh di mata orang lain. Jika orang-orang mengatakan hal-hal buruk tentang Anda, membalasnya bukanlah pilihan terbaik. Kadang-kadang, jika Anda memilih diam, reputasi sejati Anda justru akan lebih cemerlang daripada apa yang orang lain katakan.



4. Diam dapat melindungi hubungan Anda
Jika Anda tidak berhati-hati, Anda akan dijauhi dan tidak lagi dihargai orang lain. Gunakan kebijaksanaan tentang apa yang Anda katakan tentang orang lain, terutama ketika Anda marah. Jika Anda mengatakan sesuatu yang benar-benar di luar kendali dan menyebar seperti api, persahabatan atau hubungan bisa berakhir sebelum Anda menyadarinya.

5. Diam menunjukkan budi pekerti yang baik
Jika Anda berada di tempat ibadah, di kelas, menghadiri rapat penting atau konferensi, lebih sopan untuk tidak membalas sms dan panggilan kecuali benar-benar penting. Berbicara dalam situasi seperti ini tentu saja dianggap tidak sopan. Dalam situasi ini, Anda sudah mengganggu konsentrasi orang lain, kehilangan apa yang disampaikan, dan benar-benar tidak menghargai presenter dan orang-orang di sekitar Anda.

Lain kali jika Anda memutuskan untuk mengekspresikan isi pikiran, berpikirlah terlebih dahulu bagaimana hal itu akan berdampak pada kehidupan Anda, orang yang Anda cintai, hubungan Anda, karir Anda, dan reputasi Anda nantinya secara keseluruhan. Ekspresikan diri seperlunya saja, dan memilih diam saat situasi mengharuskan.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."