Bagikan :

kanker kelenjar getah bening, penyebab kanker kelenjar getah bening, gejala kanker kelenjar getah bening, obat kanker kelenjar getah bening
Seperti Apa Kanker Kelenjar Getah Bening?Kanker kelenjar getah bening adalah jenis kanker autoimun yang sasaran utamanya menyerang sistem limfatik dan menghancurkan sepenuhnya. Deteksi sejak awal dan memberikan pengobatan secara tepat dapat mengendalikan penyakit ini. Bramardianto.com memberikan penjelasan singkat tentang jenis, gejala, dan pengobatan untuk kanker kelenjar getah bening.

Sistem limfatik, merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Ini adalah salah satu sistem yang paling penting dalam tubuh karena menentukan imunitas seseorang. Sistem limfatik terdiri dari jaringan pembuluh getah bening dan kelenjar getah bening. Pembuluh getah bening memiliki kemiripan dengan pembuluh darah dalam hal cara kerjanya, bedanya pembuluh getah bening membawa cairan bening yang disebut limfa, sedangkan pembuluh darah membawa darah. Cairan limfa mengandung sel darah putih yang berguna dalam melawan infeksi. Cairan ini keluar dari dinding kapilar menuju jaringan atau sel tubuh lainnya, ia juga membawa oksigen beserta nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Saat proses keluarnya cairan limfa, ia juga berfungsi sebagai pembersih yang menyingkirkan zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh, seperti karbondioksida dan membawanya keluar dari sel.

Sel-sel ini bertindak sebagai mekanisme pertahanan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit yang menyebabkan kuman seperti bakteri dan virus. Kelenjar getah bening oksipital dapat ditemukan di bagian belakang kepala dekat tulang oksipital. Fungsi utamanya adalah untuk memperingatkan sistem infeksi dan memicu produksi antibodi untuk melawan infeksi. Kadang-kadang, limfosit cenderung berperilaku dengan cara yang tidak normal dan tumbuh dengan pesat. Pertumbuhan abnormal dari sel ini dapat mengakibatkan kanker kelenjar getah bening, yang bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani tepat waktu.

Jenis
Ada dua jenis kanker ini seperti yang dikenal dalam istilah medis, penyakit limfoma Hodgkin dan limfoma Non Hodgkin. Penyakit limfoma Hodgkin jarang terjadi hanya sekitar 10% kasus di seluruh dunia. Kanker limfoma Hodgkin (jenis kanker kelenjar getah bening primer), berasal dari kerusakan cairan imun yang ada di dalam kelenjar getah bening. Kerusakan sel darah putih dan limfosit ini biasanya berasal dari infeksi akut pada jaringan kelenjar getah bening karena virus atau bakteri ganas. Kerusakan sel limfosit dan sel darah putih sebagai bagian dari cairan imunitas akhirnya menyebabkan infeksi mengembangkan tipe mutasi dari DNA awal jaringan kelenjar getah bening. Kondisi ini menyebabkan sel-sel khusus pada kelenjar ini membelah diri lebih cepat, dan hidup lebih panjang terlepas dari siklus normal sel limfatik. Kasus kanker getah bening satu ini cenderung kecil hanya sekitar 10% di seluruh dunia. Kanker ini lebih sering terjadi pada orang yang menderita infeksi HIV.

Sedangkan kanker limfoma Non Hodgkin lebih umum, yang juga mempengaruhi organ terdekat. Penyebab kanker getah bening yang satu ini biasanya berasal dari proses metastasis jaringan kanker dari organ di dekat kelenjar getah bening atau pembentukan kanker pada organ dalam sistem limfatik. Ketika terjadi serangan kanker pada satu organ yang berlokasi di dekat satu jaringan kelenjar getah bening, maka dengan sendirinya efek disfungsi organ yang terjadi memicu kelenjar memproduksi lebih banyak limfosit atau cairan getah bening. Kadang cairan ini menjadi terlalu banyak dan membuat kelenjar menjadi terbuka terhadap sel kanker yang tertular dari organ lain yang sudah terpapar kanker.



Sifatnya sebagai kanker sekunder menyebabkan jenis kanker satu ini cukup populer di dunia medis. Bahkan dikatakan setidaknya 20% kasus kanker di dunia akhirnya memicu kanker getah bening jenis ini. Dan karena kanker sudah bersifat metastasis, maka proses penularan kanker jenis ini ke organ lain bisa dua kali lebih cepat dari jenis limfoma Hodgkin.

Gejala
Penyakit ini sebagian besar ditemukan pada pria daripada wanita. Tapi, itu bukan berarti wanita bisa terhindar. Di bawah ini adalah beberapa gejala, yang dapat menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan ini.

  • Tanda-tanda pertama bengkak kelenjar getah bening adalah pembengkakan. Pembengkakan pada titik lokasi kelenjar getah bening seperti pada ketiak, pangkal paha atau pada titik di leher antara bawah rahang dan belakang telinga. Pembengkakan kadang cukup terasa tetapi samar untuk dilihat, sehingga perlu untuk Anda raba. Tidak memberi efek nyeri tetapi terasa linu ketika Anda tekan.
  • Khusus untuk gejala kanker getah bening, pasien akan mengalami keluhan demam dan kadang disertai efek menggigil. Demam bisa sangat tinggi tergantung kondisi pasien. Demam ini berasal dari sistem imunitas tubuh yang mengalami gangguan. Fungsi alarm tubuh terhadap infeksi muncul begitu sistem mulai terganggu.
  • Masalah munculnya keringat dingin di malam hari berkaitan erat dengan sistem imunitas yang terganggu sehingga seolah membangun alarm untuk tubuh berperilaku selayaknya terserang infeksi atau peradangan.
  • Beberapa orang mengeluhkan sakit saat menyentuh benjolan. Ini mungkin disebabkan oleh infeksi pada pembengkakan. Ketika itu terjadi di leher, dapat menyebabkan kesulitan dalam menelan dan bernapas. Kondisi ini juga dapat dipicu karena sakit pada tenggorokan, tonsilitis, pilek, dll.
  • Ketika kanker menjalar ke daerah perut, dapat menyebabkan perasaan kenyang, kehilangan nafsu makan dan edema atau retensi air. Penderita juga mungkin mengeluhkan gangguan pencernaan, kesulitan buang air besar, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Gejala lain adalah masalah kemampuan kognitif terganggu akibat kanker menyebar ke otak. Beberapa gejala lainnya adalah kejang, luka gatal, seluruh tubuh terasa lemah, lesu, dan sakit kepala, yang dapat berkisar dari ringan sampai berat.

Pengobatan
Diagnosa merupakan faktor yang sangat penting untuk mendeteksi dengan tepat jenis kanker untuk mengelola pengobatan yang benar. Pasien mungkin harus menjalani serangkaian tes, seperti tes darah, MRI, dan CT scan seluruh tubuh. Pengobatan biasanya tergantung pada dimana stadium kanker terdeteksi. Selama tahap awal, ketika gejala bersifat moderat, maka obat-obatan tertentu diberikan untuk mengurangi pembengkakan. Kemoterapi dan radiasi digunakan untuk pengobatan pada stadium lanjut. Tingkat kelangsungan hidup tergantung pada stadium penyakit ini, penyebarannya, dan respon pasien terhadap perawatan. Pemeriksaan medis secara rutin sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit mematikan ini.

Mendeteksi keberadaan kanker kelenjar getah bening sejak awal dapat meningkatkan kemungkinan pemulihan dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup. Jika Anda merasa was-was saat mendapati benjolan keras atau ada pembengkakan di area kelenjar getah bening, segeralah mengunjungi penyedia layanan kesehatan sebagai langkah pencegahan.

Disclaimer : Artikel Bramardianto.com ini hanya untuk tujuan informatif saja, dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti nasihat ahli medis.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."