Bagikan :

nokturia, sering buang air kecil malam hari
Sering Buang Air Kecil di Malam HariBuang air kecil yang berlebihan seringkali merupakan kondisi yang mengganggu. Namun, tahukah Anda, bahwa hal ini bisa menjadi indikator penting dari gangguan yang mendasarinya. Artikel ini membahas penyebab dan pengobatan dari kondisi ini. Mari kita baca sama-sama.

Setelah bekerja keras seharian, tidak ada yang lebih nyaman selain tidur malam nyenyak. Namun, jika waktu tidur berharga Anda semakin terganggu karena Anda sering bangun dan bolak-balik ke kamar mandi, jelas hal itu sangat meresahkan. Sering buang air kecil atau nokturia, mungkin bukan menjadi tanda atau gejala serius, tapi bisa saja menjadi poin penting untuk mendeteksi gangguan atau penyakit yang mendasari.

Penyebab dan Pengobatan
Ada banyak penyebab nokturia. Di bawah ini akan dijelaskan bersama dengan perawatannya.

1. Diabetes Mellitus : Diabetes mellitus adalah salah satu penyebab paling umum dari seringnya buang air kecil. Hal ini ditandai dengan haus yang berlebihan (polidipsia), lapar yang berlebihan (polifagia), dan buang air kecil yang berlebihan (poliuria). Dengan demikian, salah satu gejala diabetes adalah kebutuhan untuk sering buang air kecil di malam hari. Hal ini terutama terlihat pada penderita diabetes yang tidak terkontrol, diabetes ketoasidosis, dan sindrom hiperglikemia hiperosmolar non-ketotik.

Pengobatan : Diabetes adalah kondisi serius yang perlu segera ditangani. Penderita diabetes harus menurunkan kadar gula mereka sebelum mencapai angka yang cukup tinggi. Dengan bantuan pengobatan diabetes yang tepat, tidak hanya menurunkan frekuensi buang air kecil yang berlebihan saja, tetapi juga akan mengurangi kemungkinan komplikasi lebih lanjut dari diabetes mellitus.

2. Diabetes Insipidus : Diabetes insipidus adalah suatu kondisi dimana tingkat ADH, yaitu hormon anti-diuretik sangat rendah, sehingga mengarah pada kondisi seringnya buang air kecil di siang hari juga. Karena tidak adanya hormon ini, ginjal tidak menyerap kembali air yang melewati selama fase filtrasi dalam produksi urin. Akibatnya, urin sangat encer dan berwarna pucat. Diabetes insipidus bukanlah penyebab yang sangat umum dari buang air kecil yang berlebihan saja. Namun, jika kondisi ini terjadi, nokturia mungkin salah satu dari beberapa gejala yang tampak.

Pengobatan : Saat ini tidak ada terapi hormon pengganti tersedia untuk diabetes insipidus. Namun, obat-obatan tertentu seperti hidroklorotiazid diuretik atau indomethacin dapat membantu memperbaiki kondisi ini. Hal ini juga sangat penting bahwa seseorang harus minum air yang cukup, karena pasien diabetes insipidus cenderung sangat mudah mengalami dehidrasi.





3. Gangguan Prostat : Gangguan prostat adalah penyebab utama nokturia pada pria. Hal ini karena gangguan prostat sering terasa nyeri karena mendekati wilayah selangkangan, disertai dengan kebutuhan untuk sering buang air kecil. Gangguan prostat termasuk pembesaran prostat, hipertrofi prostat jinak, dan kanker prostat, diantara kondisi lain.

Pengobatan : Pengobatan gangguan prostat melewati prosedur yang panjang dan rumit. Tes yang memadai perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi kondisi secara tepat yang mempengaruhi prostat, yaitu, apakah itu berkaitan hipertrofi jinak berkaitan dengan usia atau apakah kanker prostat. Jadi, pengobatan tergantung pada kondisi saat ini, dan akan bervariasi.

4. Kehamilan : Hal ini sering diamati bahwa wanita hamil mengalami buang air kecil yang berlebihan. Bahkan, itu adalah salah satu gejala awal kehamilan sebelum terlambat haid. Ibu hamil perlu sering buang air kecil karena jumlah darah dalam tubuh secara dramatis meningkat dalam tubuhnya. Hal ini menyebabkan banyak cairan tambahan yang diproses melalui ginjal yang akhirnya diekskresikan. Juga, ketika seorang wanita hamil berbaring, beberapa cairan dipertahankan pada tungkai dan kaki pada siang hari, untuk membuat jalan kembali ke dalam aliran darah. Cairan ini akhirnya berakhir di kandung kemih dimana ia dikeluarkan, sehingga membuatnya menjadi penyebab nokturia pada wanita.

Pengobatan : Jarang ada orang melakukan pengobatan buang air kecil yang berlebihan saat kehamilan. Karena hal ini adalah gejala yang akan bertahan sepanjang kehamilan. Dengan demikian, wanita perlu memastikan bahwa mereka tetap terhidrasi secara memadai sehingga mereka tidak terpengaruh oleh dehidrasi.

Ada juga penyebab umum lainnya seperti gagal jantung kongestif, gangguan kandung kemih, gangguan sfingter, infeksi saluran kemih, sindrom ketidakseimbangan hormonal, dll. Orang harus mencoba untuk mencari tahu mengapa ia mengalami dorongan untuk sering buang air kecil selama malam saja. Karena lebih sering daripada tidak, itu adalah tanda dari sebuah kondisi serius yang mendasarinya.

Disclaimer : Artikel Bramardianto.com ini hanyalah untuk tujuan informatif saja, dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti dari nasihat ahli medis.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."