smartphone, kecanduan smartphone

Kecanduan smartphone adalah fenomena umum di kalangan anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Kebutuhan untuk menggunakan telepon terus-menerus untuk memeriksa pesan singkat dan update di media sosial, bisa mengakibatkan stres daripada yang kita bayangkan. Artikel ini menuliskan bagaimana kecanduan smartphone dapat menguasai hidup kita dan menciptakan stres.

Apakah Anda tahu …
Istilah yang menggambarkan rasa takut berlebihan ketika hidup tanpa ponsel ini disebut nomophobia. Ini adalah singkatan dari “no mobile phone phobia”.

Berapa lama Anda “bermesraan” dengan ponsel Anda dalam sehari? Apakah Anda merasa gelisah atau tangan Anda merasa “gatal” ketika Anda tidak menggunakan smartphone Anda? Apakah Anda membawa smartphone Anda di mana-mana, termasuk kamar mandi? Apakah Anda harus memeriksa dan perlu menanggapi setiap pemberitahuan sosmed atau game ponsel?

Jika jawaban untuk sebagian besar pertanyaan-pertanyaan diatas bersifat afirmatif, maka Anda mungkin menderita kecanduan smartphone. Semakin terjangkaunya harga smartphone seperti iPhone, Blackberry, dan ponsel Android adalah barang “wajib” baru bagi kebanyakan orang dewasa dan anak-anak.

Apakah Kecanduan Smartphone Merampas Hidup Anda?

Memiliki smartphone memang membantu Anda tetap terhubung pada jaringan sosial dan membuat pekerjaan Anda lebih mudah. Tapi, ketika teknologi mulai mengambil alih hidup Anda, maka itu menjadi bermasalah. Bagi kebanyakan pecandu, smartphone seperti “belahan jiwa” dari diri mereka sendiri. Mereka memeriksa ponsel mereka setelah bangun tidur, sebelum tidur, makan, ketika berlibur, dan (parahnya) pada saat beribadah sekalipun.

Kebutuhan untuk memeriksa update berita, koneksi media sosial dan game dapat melumpuhkan kehidupan nyata Anda. Ketika mereka tidak mampu mengendalikan diri dari kecanduan, maka akan berujung stres dan kecemasan. Berikut adalah beberapa tanda-tanda kecanduan smartphone yang bisa membuat Anda stres lebih dari yang Anda sadari.

Tanda-tanda Stres Akibat Kecanduan Smartphone

Merasa Harus Membawa Smartphone Kemanapun : Studi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan perangkat lunak Apigee telah menunjukkan bahwa banyak pecandu smartphone tidak dapat melakukan hal-hal dasar seperti bangun di pagi hari, mempertahankan hubungan, susah fokus dalam bekerja, mencari pasangan, atau bahkan merasa galau tanpa menggunakan smartphone mereka.

Anda Merasa Harus Menjawab Notifikasi : Apakah pesan teks dari BBM, Line, WhatsApp membuat Anda gelisah? Apakah Anda berada di kamar mandi atau duduk dengan pasangan Anda, Anda terus-menerus berpikir menjawab telepon atau menanggapi pesan teks. Hal ini dapat menjadi penyebab keprihatinan. Kebutuhan kompulsif untuk memeriksa smartphone Anda untuk update media sosial atau instant messaging tidak hanya menambah stres, tetapi juga merusak hubungan Anda dengan keluarga dan teman-teman.

Anda Sangat Tertekan jika Ponsel Anda “Sepi” : Anda menatap layar menunggu panggilan, SMS, atau “suka” untuk foto dan status Anda di Facebook. Ketika layar tidak berkedip, depresi merasuk, tingkat stres meningkat, dan Anda mulai menggigit orang di sekitar Anda. Seperti itukah Anda? Nah, ini adalah apa yang dimaksudkan disini stres karena kecanduan smartphone.

Sindrom Getaran Ilusi : Jika Anda adalah seorang pecandu smartphone, maka kemungkinan bahwa Anda mungkin juga menderita sindrom getaran ilusi. Dering ilusi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan atau sensasi seolah-olah merasa ponsel Anda berbunyi, padahal tidak. Para peneliti mempelajari fenomena ilusi audio ini yang disebut sebagai “ringxiety.” Para peserta penelitian adalah orang-orang yang menggunakan ponsel mereka secara intens, dan mengirim banyak pesan teks. Pemaparan besar smartphone dalam kehidupan mereka mungkin telah menyebabkan “fenomena psiko-akustik.” Hal ini terkait dengan cara otak manusia menafsirkan suara. Karena telinga kita selaras dengan frekuensi tertentu terutama di kisaran 1000-6000 Hz, kita menjadi dikondisikan seperti mendengar suara-suara.

Menjauhkan yang Dekat : Berapa kali Anda telah melihat orang-orang sibuk dengan smartphone mereka daripada berbicara dengan orang lain? Memang, tidak ada yang salah dengan menjawab pesan teks atau panggilan yang penting, tapi jika itu sudah menjadi “kebutuhan penting”, maka Anda merusak hubungan dunia nyata Anda. Penelitian oleh Ofcom, regulator telekomunikasi di Inggris, telah menunjukkan bahwa sekitar 51% orang dewasa dan 65% remaja menggunakan smartphone untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Gangguan Stres Media Sosial : Ini mungkin belum digolongkan sebagai gangguan psikologis dalam jurnal medis, tetapi bertanyanyalah kepada seorang pecandu smartphone dan Anda akan tahu. Memperbarui dan browsing berbagai situs media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram mengambil banyak waktu Anda, dan memberikan kontribusi untuk terkena stres. Ketika Anda berada pada kondisi ini, Anda sibuk membandingkan hidup Anda dengan orang lain, berbagi tentang segala sesuatu hanya untuk mendapatkan beberapa perhatian netizen, galau ketika foto atau status sepi komentar dan “suka”. Kegiatan di media sosial ini tidak membawa apa-apa selain menaikkan tingkat stres Anda.





Anda Gagal di Kehidupan Nyata : Duduk di saat rapat benar-benar membosankan, Anda memiliki dorongan untuk mengambil smartphone Anda untuk memeriksa beberapa update, berkomentar, download aplikasi baru atau hanya memainkan permainan yang sangat adiktif. Pecandu smartphone memiliki masalah dalam berfokus pada peristiwa dalam kehidupan nyata, menyebabkan kinerja yang buruk di sekolah dan pekerjaan.

Cara Melawan Stres Karena Kecanduan Smartphone

Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk menghindari stres? Tentu saja, membanting atau melemparkan telepon Anda di tempat sampah mungkin bukan ide yang sangat baik, mengingat harga yang Anda bayarkan untuk itu. Sebaliknya, cobalah tips-tips sederhana untuk mematikan dan memakai smartphone Anda seperlunya.

✔ Kenali akar dari kecanduan (Bagian yang paling sulit, karena setiap pecandu tidak mengenal waktu yang dihabiskan di ponselnya)
✔ Matikan telepon selama setengah jam setiap hari.
✔ Jika Anda tidak dapat mematikannya, tinggalkan di rumah untuk satu atau dua jam.
✔ Gunakan bertelepon seperlunya dan kurangi frekuensi berkirim pesan singkat.
✔ Tantang diri Anda melawan keinginan untuk mengecek, update, atau berkomentar setidaknya satu jam.
✔ Jauhkan ponsel dari kamar tidur atau ruang keluarga.
✔ Berpikirlah sebelum Anda berbagi status, gambar, atau detail pribadi di media sosial.
✔ Pada saat bersama orang terdekat, sahabat, atau keluarga, setting ponsel Anda pada mode diam, atau lebih baik matikan saja.
✔ Jangan mengambil paket internetan yang di tawarkan provider Anda.

Layar terang, ratusan aplikasi menarik, dan pengaruh informasi media sosial jauh lebih adiktif daripada yang Anda pikirkan. Memahami bagaimana hal itu dapat mempengaruhi pekerjaan kita, kehidupan sosial, dan keluarga kita. Mengambil langkah-langkah yang tepat dengan memperbanyak bersosialisasi dengan dunia nyata dapat membantu dalam mengendalikan kecanduan Anda.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."