tidur, siklus tidur, tahap tidur

Tahap Tidur : Siklus Tidur REM dan NREMTidur adalah cara alami manusia untuk mengistirahatkan tubuh, memperbarui sel-sel yang rusak, dan memulihkan energi. Ketika tertidur, terjadi aktivitas di otak yang melalui beberapa tahapan yang dinamakan siklus tidur.

Tahapan Siklus Tidur



  • Tahap 1. Tahap tidur ringan sekaligus tahapan transisi antara kondisi bangun dan tertidur. Bila terbangun pada tahap ini, seseorang akan merasa tidak sedang tidur sama sekali. Pada kebanyakan orang, tahap 1 berlangsung selama 10 menit.
  • Tahap 2. Pada tahap ini, pergerakan bola mata terhenti, suhu tubuh menurun, serta detak jantung mulai melambat. Tubuh bersiap memasuki tahap tidur dalam. Tahap 2 berlangsung selama kurang lebih 20 menit.
  • Tahap 3 dan 4. Merupakan tahapan tidur dalam di mana tahap 4 lebih intens dibandingkan tahap 3. Sama sekali tidak ada aktivitas dari mata dan otot di beberapa bagian tubuh. Kedua tahapan ini terjadi 30 hingga 45 menit sejak pertama kali tertidur.
  • Non-REM Sleep. Siklus Non-REM (NREM) terdiri dari tahap 1-4 dan berlangsung selama kurang lebih 90-120 menit. Setelah berada di tahap 4, siklus tidur akan berulang ke tahap 3 dan 2 sebelum akhirnya masuk ke tahap tidur REM (Rapid Eye Movement). Siklus tidur yang normal pada umumnya mengikuti pola berikut : Kondisi bangun, tahap 1, 2, 3, 4, 3, 2, REM. Seseorang biasanya mengalami lima kali siklus tidur ketika beristirahat di malam hari.
  • Tahap REM. Ditandai dengan tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi pernapasan yang luas. REM adalah periode tidur yang ditandai dengan pergerakan mata, hilangnya kekuatan otot dan mimpi yang tampak nyata (Lucid Dream). REM disebut juga aktivitas otak yang tinggi dalam tubuh yang lumpuh atau paradoks. Pada saat saat inilah mimpi-mimpi yang jelas lebih sering muncul. Mimpi merupakan hasil dari neuron-neuron bagian bawah otak atau yang disebut dengan Pons yang bekerja secara spontan selama tidur REM. Saraf-saraf ini mengatur pergerakan mata, wajah, keseimbangan, dan juga postur tubuh dan serta mereka juga mengirimkan pesan kepada bagian sensorik maupun motorik yang bertanggung jawab atas pemprosesan visual dan perilaku selama kita terjaga. Menurut Teori Aktivasi-Sintesis , sinyal-sinyal yang berasal dari pons tidak memiliki makna psikologis sendiri. Tapi kortekslah yang kemudian mencoba untuk membuatnya menjadi bermakna dengan mensintesiskan atau mengintegrasikan sinyal-sinyal ini dengan pengetahuan dan ingatan-ingatan yang sudah ada untuk menghasilkan interpretasi yang logis. Ini hanya seperti apa yang dilakukan oleh korteks ketika sinyal-sinyal datang dari organ indera pada saat kita terjaga. Ketika neuron yang aktif terletak pada bagian yang mengatur keseimbangan misalnya korteks dapat menghasilkan mimpi tentang jatuh. Karena sinyal-sinyal dari pons terjadi secara acak, interpretasi dari korteks yaitu mimpi mungkin terjadi secara tidak logis dan memusingkan. Jadi otak sangat berpengaruh sekali dalam proses tidur dan mimpi. Karena di dalam otak terdapat pons yang berhubungan dengan tidur, terjaga, dan mimpi. Saraf ini yang mengatur pergerakan mata, wajah, keseimbangan, dan juga postur tubuh dan mengirimkan pesan ke bagian sensorik maupun motorik yang bertanggungjawab atas pemrosesan visual dan perilaku selama kita terjaga.



About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."