Tanda-Tanda Anak Mengalami DepresiTak hanya orang dewasa, anak pun juga bisa mengalami depresi. Selama ini tidak mudah untuk mendiagnosis kondisi tersebut pada anak. Namun baru-baru ini, ilmuwan telah menemukan bahwa sampel air liur dapat digunakan untuk mendiagnosis depresi pada anak-anak.

anak depresi, tanda anak depresi, gejala anak depresi, depresi pada anak

Tes tersebut berfungsi untuk menguji kadar hormon stres, kortisol, pada anak. Metode itu dapat membantu praktisi kesehatan untuk membedakan apakah anak mengalami kecemasan biasa ataukah depresi. Demikian menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences.



Sementara analisis kortisol dapat mempermudah diagnosis depresi pada anak, gejala-gejala tertentu juga perlu diwaspadai. Berikut lima gejala depresi pada anak.

Gejala-Gejala Depresi pada Anak

1. Sering merajuk
Merasa tak berdaya dan putus asa merupakan tanda-tanda umum depresi, yang juga bisa terjadi pada anak. Anak yang mengalami depresi biasanya akan merajuk, terlihat kesal, atau marah. Demikian menurut National Institute of Mental Health. Anak-anak tersebut juga akan kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya mereka sukai.

2. Bermasalah dengan sekolah
Menurut National Institute of Mental Health, menolak untuk pergi sekolah atau berpura-pura sakit bisa jadi merupakan sinyal yang menandakan depresi pada anak. Gangguan mood itu juga menyebabkan anak semakin sulit berkonsentrasi di kelas. Jika Anak menunjukkan perilaku seperti itu, orangtua harus waspada.

3. Merasa nyeri dan sakit tanpa tahu sebabnya
Depresi pada anak terkadang menyebabkan mereka merasa pening atau mulas, yang tak akan bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Kondisi ini berbeda dengan berpura-pura sakit karena gejalanya benar-benar nyata. Penyebabnya bukan serangan bakteri atau virus melainkan faktor psikologis.

4. Terus-terusan menempel pada orang tua
Ketergantungan yang berlebihan, seperti selalu menempel atau melendoti orang tua, bisa jadi merupakan tanda-tanda depresi pada anak. Anak-anak yang merasa depresi bahkan terkadang memiliki ketakutan irasional bahwa orangtua mereka akan meninggal. Demikian menurut informasi dari National Institute of Mental Health.

5. Tampak tidak berenergi
Depresi dapat memengaruhi energi anak, mengakibatkan mereka terlalu banyak tidur atau pada beberapa kasus justru menyebabkan insomnia. Gangguan suasana hati itu juga berpengaruh buruk pada nafsu makan, menyebabkan nafsu makan berlebih atau sebaliknya. Mereka bisa saja ingin makan terus menerus atau tak ingin makan sama sekali.






About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."