Bagikan :

bintang, bahan bintang, komposisi bintang
Terbuat dari Apakah Bintang-Bintang di Langit?Bagaimana Matahari mengelola output energi? Terdiri dari bahan apa bintang-bintang di angkasa sana? Jika pertanyaan-pertanyaan ini telah mengusik pikiran Anda, berarti Anda berada di tempat tepat, yang akan memuaskan rasa ingin tahu Anda. Anda tidak hanya akan belajar tentang komposisinya, tapi rahasia energinya juga. Baca terus untuk mengetahui lebih banyak dalam artikel ini.



Tidak ada yang dapat menandingi pemandangan yang lebih indah daripada langit malam cerah berbintang! Permadani hitam bertabur dengan ribuan bintang berkelap-kelip telah menimbulkan kekaguman dan bermacam pertanyaan kita sejak masih kecil. Kita bertanya-tanya, apa bahan yang membentuk sebuah bintang? Apakah bola api besar seperti Matahari juga? Jawaban atas semua pertanyaan ini adalah, mereka sebagian besar terbuat dari gas hidrogen dan helium! Gas-gas ini sebenarnya unsur yang paling melimpah di alam semesta, meskipun relatif langka di Bumi. Helium pada kenyataannya ditemukan melalui spektrum optik Matahari. Unsur ini terdeteksi di Matahari bahkan sebelum ditemukan di Bumi.

Akan lebih tepat untuk menyebut bintang sebagai bola dari plasma (yang merupakan gas terionisasi), yang unsur utamanya terdiri dari hidrogen dan helium. Untuk memahami apa sumber energi dari bintang-bintang, seseorang harus tahu fusi nuklir terlebih dahulu. Bintang adalah reaktor fusi alami yang memperoleh energi mereka dari hidrogen melebur menjadi helium, kemudian membentuk unsur yang lebih berat lainnya.

Jangan bingung memahami fusi hidrogen dengan pembakarannya. Pembakaran hidrogen adalah reaksi kimia endotermik yang menciptakan panas, tapi fusi hidrogen menciptakan energi yang jauh lebih banyak karena melibatkan fusi inti yang menjadi inti helium. Untuk memahami terbentuknya bintang, kita harus memahami siklus hidupnya terlebih dahulu. Urutan yang perlu kita pahami adalah : pengapian dari reaktor fusi raksasa, kelahiran sebuah bintang, dan bagaimana bintang mati? Semua pertanyaan ini berhubungan erat dengan subjek ini. Siklus hidup sebuah bintang disebut evolusi bintang dan komposisinya terus berubah karena berkembang melalui tahapan-tahapan.

Evolusi Bintang
Hidup bintang itu adalah pergumulan konstan antara kekuatan besar. Salah satunya adalah gaya gravitasi yang mencoba untuk menekan bintang dan lainnya adalah tekanan termal yang bertentangan dengan gravitasi. Mari kita memahami secara mendalam, bagaimana bintang lahir dan berkembangnya.



Tahap 1 : Pembentukan Proto Bintang
Galaksi kita memiliki awan besar yang terdiri dari atom hidrogen dan molekul, yang berada pada suhu beberapa derajat di atas nol absolut. Setiap bagian dari materi di alam semesta ini tertarik oleh gaya gravitasi. Awan dingin mulai menekan di bawah gaya gravitasi. Karena mendapatkan tekanan, maka akan memanas. Hal ini terjadi karena energi potensial gravitasi diubah menjadi energi kinetik. Karena inilah awan besar mulai menyusut, sehingga menjadi bola gas kecil proto bintang (belum menjadi bintang). Pada tahap ini, bintang terkomposisi dari hidrogen, helium, dan jumlah pecahan dari unsur yang lebih berat lainnya.

Tahap 2 : Urutan Utama
Gumpalan gas proto bintang ini mengalami kompresi dan memanas. Selama proses kompresi ini seluruh suhu gas naik dari beberapa derajat di atas nol mutlak, sekitar 7 juta kelvin. Karena gas hidrogen memanas menjadi plasma panas, maka inti hidrogen mulai berfusi untuk membentuk inti helium pada inti proto bintang. Perbedaan massanya diubah menjadi energi. Ini adalah sumber energi dari bintang. Fusi bintang menciptakan tekanan termal yang memanaskan inti dan menyeimbangkan kekuatan tekanan gravitasi yang terus berderak. Bintang mencapai kesetimbangan hidrostatik dan terus menggabungkan hidrogen menjadi helium. Tahap ini disebut tahap deretan utama. Dalam tahap ini, komposisi bintang sebagian besar masih terdiri dari hidrogen, tapi ada peningkatan pasokan helium di intinya. Berapa lama usia sebuah bintang tergantung pada massanya! Bahkan, seluruh kehidupan sebuah bintang tergantung pada massa awalnya. Semakin besar massa bintang, semakin pendek usianya. Sebaliknya, semakin kecil massa bintang, semakin panjang usianya. Usia bintang dengan massa sebesar massa Matahari kira-kira 10 miliar tahun. Usia bintang yang massanya 2 kali massa Matahari kira-kira 1 miliar tahun. Sedangkan usia bintang yang massanya 5 kali massa Matahari kira-kira 100 juta tahun. Urutan utama adalah fase terpanjang dan paling stabil dalam kehidupan bintang.

Tahap 3 : Evolusi Bintang Pasca Urutan Utama
Ini mungkin terjadi bahwa suatu hari, bahan bakar hidrogen pada intinya akan habis, yang menandakan akhir dari urutan utama evolusi bintang. Pada saat inti bintang kehabisan bahan bakar hidrogen, maka bintang akan mengalami pengerutan karena gaya gravitasi yang tak terimbangi. Namun demikian, sejumlah fusi hidrogen akan tetap terjadi pada lapisan-lapisan atas. Pada saat inti berkontraksi, maka inti ini akan memanas dan pada gilirannya akan memanaskan lapisan yang ada di atasnya sehingga lapisan ini mengembang (memuai). Pada saat lapisan luar ini mengembang, jejari bintang akan bertambah besar dan bintang akan berubah menjadi bintang raksasa merah (red giant). Jejari bintang raksasa merah ini hampir mengenai orbit bumi. Pada beberapa titik setelah fase ini, inti akan menjadi cukup panas untuk menyebabkan helium melebur menjadi karbon. Saat helium habis diubah menjadi karbon, inti akan memuai dan mendingin. Lapisan di atasnya akan memuai dan melontarkan materi yang akan lama kelamaan akan terkumpul di sekitar bintang yang telah mati untuk membentuk sebuah nebula planet. Akhirnya, inti bintang akan mendingin dan menjadi sebuah bintang katai putih yang selanjutnya dapat berubah menjadi bintang katai hitam. Keseluruhan proses ini akan membutuhkan waktu sekitar beberapa miliar tahun.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."