Tips Menangani Anak Penderita EpilepsiEpilepsi merupakan masalah neurologi yang bisa dialami semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, ataupun status sosial. Meskipun di Indonesia belum ada data pasti tentang kejadian epilepsi, tetapi sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk 220 juta jiwa, maka diperkirakan jumlah orang dengan epilepsi yang masih membutuhkan pengobatan pada tahun 2010 berkisar 1,8 juta jiwa.



epilepsi, anak epilepsi, menangani anak epilepsi

“Prinsip terapi adalah monoterapi. Pertama diberikan 1 macam obat sesuai dengan jenis dan tipe epilepsi dan tipe kejang. Mulai dengan dosis paling kecil, dievaluasi 1-2 minggu, jika sudah tidak terdapat kejang Obat Anti Epilepsi (OAE) dapat dilanjutkan sampai 2 tahun agar bebas serangan kejang. Jika masih ada OAE dapat dinaikkan dosisnya secara bertahap sampai dosis maksimal dengan tujuan bebas serangan kejang selama 2 tahun,” kata Dr.dr.R.A Setyo Handryastuti, SpA (K).

Keteraturan dalam minum OAE sangatlah penting. Jika obat harus diminum 2 kali sehari, berarti jarak minum obat adalah 12 jam, demikian juga jika dosis obat 3 kali dalam sehari, maka jarak pemberian obat adalah 8 jam. Jika pihak keluarga lupa membeli obat, maka berikan sesegera mungkin begitu kita ingat, jangan menunggu keesokan harinya.

Tips Bagi Orang Tua Menangani Anak Pengidap Epilepsi

Bagi anak-anak yang menderita epilepsi, peran orang tua sangatlah penting. Orang tua harus melakukan deteksi dini epilepsi dengan cara, memperhatikan apakah anak melakukan gerakan aneh seperti kejang tanpa sebab yang jelas dan terjadi berulang kali. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menjaga agar anak minum obat dengan teratur. Orang tua juga harus membantu anak menjaga daya tahan tubuh anak dengan memperhatikan asupan gizi anak.

“Orang tua maupun anggota keluarga sebagai unsur terdekat dengan anak perlu lebih sensitif terhadap perubahan emosi maupun perilaku anak, sehingga jika ada perubahan pada asper tersebut jadi cepat terdeteksi dan dilakukan penanganan sedini mungkin sehingga kualitas hidup anak dapat dipertahankan seoptimal mungkin,” kata Dr.Tjhin Wiguna, SpKJ Divisi Psikiatri Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa RSCM/FKUI.

Berdasarkan sebuah penelitian, meskipun belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan epilepsi, sekitar 80 persen anak-anak yang mengidap epilepsi mampu hidup normal dengan pengobatan yang benar dan juga teratur.

Dr.Tjhin Wiguna menambahkan sudah saatnya pula masyarakat lebih berempati dengan anak-anak penyandang epilepsi dan mendukung mereka untuk mencapai masa depan yang lebih baik.






About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."