Tips Meringankan Kelebihan Gas pada Bayi AndaGas berlebihan pada bayi adalah kondisi tidak nyaman, yang disebabkan oleh faktor yang berbeda. Gejala kelebihan gas pada bayi cukup normal dan dapat dikurangi dengan makan yang efektif dan tips perawatan bayi.

bayi kembung, bayi buang gas, bayi kolik

Bayi sering buang gas baik yang baru lahir dan di bawah satu tahun adalah kondisi umum, dimana setiap ibu di dunia telah menghadapi kondisi ini dalam tumbuh tahun anak mereka. Menurut spesialis laktasi, gas dihasilkan ketika memberi makan untuk bayi baru lahir untuk pertama kalinya, baik ASI atau susu formula bayi. Komponen susu yang sedemikian rupa menghasilkan gas dalam proses pencernaan. Namun demikian, beberapa bayi lebih rentan mengalami masalah gas daripada yang lain.

Untuk ibu, menangani bayi kelebihan gas dengan gejala ketidaknyamanan sangat menyita waktu. Ada hampir banyak faktor yang bertanggung jawab untuk adanya gas di saluran pencernaan bayi, dimana alasan utama adalah sistem pencernaan yang belum matang pada bayi. Untuk lebih tepat, sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya dikembangkan, maka pembentukan gas sampai batas tertentu merupakan kasus umum. Namun, pemahaman penyebab utama dan gejala yang terkait sangat penting untuk membantu meringankan bayi yang kelebihan gas.

Penyebab dan Gejala Gas pada Bayi

Saat menyusui, seorang bayi bisa menelan gelembung udara karena mengisap selama menyusui atau botol susu. Penyebab lain untuk bayi kelebihan gas adalah pola makan ibu, bahwa nutrisi dan agen penyebab gas dilewatkan dari ibu yang menyusui bayinya. Oleh karena itu, jika diet ibu diperkaya dengan makanan yang menyebabkan gas, seperti kol, kacang-kacangan, produk susu, dll, risiko untuk mengembangkan gas pada bayi lebih tinggi. Juga, terlalu banyak buah jeruk dan makanan asam menyebabkan iritasi lambung pada bayi.



Pengobatan dan Penyembuhan

Bayi menangis sampai batas tertentu adalah wajar, karena itu adalah satu-satunya cara bagi anak Anda untuk mengekspresikan secara verbal karena alasan tidak nyaman. Namun, menangis keras dapat menyebabkan menelan udara, yang pada gilirannya memperburuk kondisi bayi menyimpan gas dalam perutnya. Jadi, bagaimana menenangkan bayi kembung? Berlatih kebiasaan menyusui bayi yang tepat adalah salah satu cara untuk menyingkirkan gas pada bayi. Berikut ini adalah beberapa metode yang efektif tentang bagaimana untuk meringankan bayi kolik :

  • Berbicara tentang kiat menyusui dan trik bayi kembung, selalu membuatnya bersendawa dengan menepuk punggungnya secara berkala (setelah setiap 3 – 5 menit) adalah cara yang pasti untuk mengurangi akumulasi gas di saluran pencernaan.
  • Untuk bayi yang minum susu botol, ukuran dot harus akurat, jika ukuran dot lebih besar menyebabkan bayi untuk mengisap sangat cepat, sementara yang lebih kecil mengarah lebih banyak gas.
  • Selalu memijat lembut di atas perut bayi dengan minyak pijat. Ini akan membantu meringankan gelembung gas dari sistem pencernaan.
  • Meletakkan bayi di atas perutnya untuk sementara juga membantu dalam meredakan gas. Namun, tetap awasi bayi Anda untuk memastikan bahwa dia merasa nyaman dan aman.
  • Banyak dugaan bahwa gas seorang bayi disebabkan oleh intoleransi makanan, maka ibu harus ketat mengawasi pola makannya. Menghilangkan laktosa, kacang kedelai dan kemudian memantau toleransi makanan bayi merupakan cara yang efektif untuk membantu melegakan bayi dari kelebihan gas yang disebabkan oleh intoleransi makanan.

Mengikuti perawatan bayi yang tepat pasti akan membantu dalam memperbaiki gejala bayi sering buang gas. Ada beberapa produk yang diformulasikan untuk mengurangi gas pada bayi. Namun, itu perlu untuk diingat bahwa apa pun selain ASI atau susu formula bayi dapat menyebabkan efek samping yang tidak biasa. Oleh karena itu, jangan pernah memanjakan diri dalam menyediakan obat herbal atau formulasi terapi tanpa berkonsultasi dengan dokter anak yang terpercaya.



 




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."