Bagikan :

kecerdasan emosional, eq rendah, cara meningkatkan eq, tes eq, contoh kecerdasan emosional, kecerdasan emosional pdf, makalah kecerdasan emosional, jurnal kecerdasan emosional
9 Tanda Kecerdasan Emosional RendahKecerdasan emosional yang lemah adalah masalah yang dapat memiliki pengaruh pada berbagai hubungan sosial. Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa kecerdasan emosional sebenarnya lebih penting daripada IQ dalam menentukan keberhasilan keseluruhan dalam hidup.

Pikirkan kapan terakhir kali Anda adu mulut dengan orang lain karena mereka tidak mengerti perasaan Anda? Atau kapan terakhir kali Anda mengalami konflik dengan orang lain karena Anda tidak dapat memahami apa yang mereka rasakan? Dalam kedua kasus, kecerdasan emosional mungkin berperan dalam konflik yang mendasarinya.

Kecerdasan emosional dapat memainkan peran utama dalam cara kita berinteraksi dengan orang lain. Terkadang rekan kerja, teman, anggota keluarga, dan kenalan lainnya mungkin memiliki keterampilan emosional yang buruk, sehingga membuat situasi sosial menjadi sulit dan penuh ketegangan. Di satu sisi, bisa juga mungkin keterampilan kecerdasan emosi Anda sendiri yang perlu diperbaiki.

Tingkat kecerdasan emosional seseorang sering disebut sebagai EQ. Lemah kuatnya EQ seseorang ternyata justru bisa diketahui berdasarkan kesehariannya. Ciri-ciri dan tanda-tanda EQ lemah pun bisa dilihat dari sifat seseorang, misal emosionalnya, ketegasannya, dan juga mudah tidaknya terkena stress dan lain sebagainya. Berikut adalah beberapa tanda umum dari kecerdasan emosi yang rendah.

1. Suka ribut
Anda mungkin mengenal seseorang yang suka sekali berselisih dengan orang lain. Teman-teman, keluarga, rekan kerja, dan bahkan orang asing sekalipun selalu terlibat dalam perselisihan dengan individu yang argumentatif ini. Itu karena individu dengan EQ yang lemah sebenarnya berjuang untuk memahami emosi orang lain, akan tetapi mereka berdebat tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.

2. Tidak bisa memahami perasaan orang lain
Orang dengan EQ lemah tidak mampu menyadari perasaan orang lain. Mereka tidak bisa menyadari mungkin saja pasangan mereka marah atau rekan kerja mereka kesal karena pernyataan yang keluar dari mulutnya. Bukan hanya itu, mereka tidak mau tahu ketika orang lain mengharapkan mereka untuk belajar memahami bagaimana perasaan mereka. Orang yang lemah EQ biasanya tidak mampu mengenal emosinya sendiri, sehingga kata-kata yang diucapkan keluar tanpa dikontrol.

3. Berpikir bahwa orang lain yang terlalu sensitif
Orang-orang yang rendah EQ-nya mungkin membuat lelucon pada waktu yang tidak tepat. Misalnya, mereka mungkin membuat lelucon saat suasana sedang berduka atau setelah peristiwa tragis. Ketika orang lain menegur tindakannya, individu dengan EQ rendah mungkin merasa orang lain terlalu sensitif. Orang-orang ini mengalami kesulitan memahami emosi orang lain yang sedang berduka, jadi tidak heran mengapa mereka tidak dapat menangkap suasana emosional setelah peristiwa sedih semacam itu.

4. Menolak untuk mendengarkan pandangan orang lain
Individu dengan EQ rendah merasa bahwa mereka selalu benar dan akan terus mempertahankan posisi mereka seperti itu, namun menolak untuk mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Mereka sering pesimistis dan terlalu kritis terhadap perasaan orang lain. Saat ada situasi yang tidak beres, orang dengan EQ lemah biasanya mudah merasa tidak nyaman, cemas, dan frustasi.

Baca Juga -  Gangguan Perilaku pada Anak

5. Menyalahkan orang lain
Orang dengan kecerdasan emosi rendah tidak tahu bahwa emosi mereka sendiri dapat menyebabkan masalah. Ketika ada sesuatu yang salah, naluri pertama mereka adalah menyalahkan orang lain. Mereka sering menyalahkan situasi atau perilaku orang lain atas tindakan mereka. Mereka mungkin tidak punya pilihan lain dengan apa yang sudah mereka lakukan, dan orang lain juga sama sekali tidak memahami situasi mereka. Kecenderungan untuk tidak bertanggung jawab sering membuat mereka merasa mudah naik darah dan menjadi korban.

6. Tidak mampu mengatasi situasi yang dibebankan kepada dirinya
Orang-orang dengan EQ lemah memiliki kecenderungan lempar tanggung jawab. Orang-orang ini akan menjauh dari situasi seperti itu untuk menghindari supaya dirinya tidak banyak direpotkan. Bisa juga dia berupaya menyembunyikan emosi mereka yang sebenarnya dari orang lain.

7. Ledakan emosi spontan
Kemampuan untuk mengatur emosi adalah salah satu dari lima komponen penting kecerdasan emosi. Orang dengan EQ rendah sering kesulitan memahami dan mengendalikan emosi mereka. Mereka memiliki ledakan emosi yang tak terduga yang tampak berlebihan dan tak terkendali.

8. Kesulitan menjaga persahabatan
Karena orang-orang EQ rendah sering terlihat sebagai orang yang kasar dan tidak berperasaan, mereka kesulitan mempertahankan pertemanan. Persahabatan yang akrab membutuhkan sikap saling memberi dan menerima, berbagi emosi, kasih sayang, dan dukungan emosional, yang kesemuanya tidak dimiliki mereka yang ber-EQ rendah.

9. Kurangnya empati
Karena orang dengan kecerdasan emosi rendah tidak memahami emosi orang lain, mereka mengalami sedikit empati terhadap orang lain. Mereka tidak bisa berbela rasa pada apa yang orang lain rasakan, sehingga tidak mungkin bagi mereka untuk menempatkan diri pada posisi orang lain.

Jika Anda berpikir bahwa keterampilan emosional Anda kurang, mulailah dengan belajar lebih banyak tentang lima komponen utama kecerdasan emosi. Psikolog Daniel Goleman mengemukakan bahwa setidaknya ada 5 komponen penting dalam kecerdasan emosional yaitu:



1. Kesadaran diri
Kesadaran diri merupakan kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi diri sendiri dan hal tersebut merupakan bagian terpenting dari kecerdasan emosi. Melalui kesadaran diri ini seseorang akan sangat menyadari akan akibat dari tindakan yang ia lakukan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Untuk mencapai taraf “sadar diri” maka seseorang harus bertanya pada diri sendiri akan kekuatan dan keterbatasan yang ia miliki. Goleman menyatakan bahwa orang yang memiliki kesadaran diri yang baik akan memiliki jiwa humor, percaya diri akan kemampuan dan kapasitasnya dan menyadari akan pandangan orang lain terhadap dia.

Baca Juga -  Cara Menangani 'Iblis Dalam Diri'

2. Pengaturan diri
Selain memiliki kesadaran diri, kecerdasan emosi mengharuskan Anda juga memiliki kemampuan untuk mengatur dan mengelola emosi. Anda harus belajar mengelola suatu konflik dengan baik. Orang yang memiliki pengaturan diri yang baik akan mudah beradaptasi terhadap perubahan kondisi di sekitarnya.

3. Keterampilan sosialisasi
Kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain adalah aspek penting dalam kecerdasan emosi. Seseorang harus dapat menjadi manusia yang mudah diajak bergaul sehingga tidak cenderung individualis. Dalam dunia kerja, memiliki banyak rekan kerja akan lebih nyaman dibanding menjadi pekerja yang dikucilkan dan tidak disenangi. Kemampuan sosialisasi ini mencakup kemampuan komunikasi, mendengarkan, kepemimpinan, komunikasi bahasa tubuh dan lainnya.

4. Empati
Empati adalah kemampuan memahami perasaan dan kondisi orang lain. Anda harus peka terhadap perasaan orang lain baik itu senang, sedih, putus asa, frustasi dan lainnya. Anda harus bisa menempatkan diri Anda sebagai bagian dari perasaan mereka. Dengan begitu orang lain akan merasa mereka memiliki partner dalam kehidupan. Dalam karir, empath dapat membuka sifat-sifat orang lain bahkan atasan yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui. Dengan begitu kita dapat mengantisipasi dan memahami apa yang sedang terjadi dengan rekan kerja kita.

5. Motivasi
Dorongan dari dalam diri merupakan bagian dari kecerdasan emosi. Dalam darah mereka akan mengalir energi-energi pembangkit yang menggiring seseorang tersebut ke puncak kesuksesan. Dorongan tersebut bisa dari berbagai hal mulai dari uang, ketenaran, pujian, pengakuan diri. Mereka yang memiliki motivasi baik akan cenderung berorientasi pada aksi nyata dengan menetapkan tujuan, meraih prestasi sebaik mungkin dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya. Mereka juga cenderung memiliki banyak inisiatif dalam bekerja.

Kecerdasan emosional yang buruk dapat menimbulkan masalah di berbagai bidang kehidupan seseorang. Sekolah, pekerjaan, keluarga, pertemanan, dan hubungan romantis hanyalah beberapa area dimana seseorang dengan EQ rendah akan menghadapi masalah besar. Semoga tulisan ini bermanfaat dan selamat berintrospeksi diri.





Loading...
Bagikan :