Bagikan :

jangan pernah meminjamkan uang, cara menolak teman meminjam uang, meminjamkan uang menurut islam, cara meminjam uang sama teman, kata kata sopan untuk meminjam uang, pahala meminjamkan uang dalam islam, alasan meminjam uang, pinjam uang saudara, tetangga pinjam uang
Sulit memberi alasan penolakan pada teman dekat atau kerabat yang membutuhkan bantuan finansial, terutama jika mereka tidak memiliki alternatif lain yang bisa memberi pertolongan. Yah, terkadang antara persahabatan dan uang tidak bisa ‘berteman’. Dan jika Anda ingin melindungi suatu hubungan, maka jangan sesekali meminjamkan uang kepada siapapun. Jika memang Anda orang yang berhati mulia, berikan saja secara ikhlas, tak perlu berharap dikembalikan. Kadang-kadang, persahabatan bisa rusak hanya gara-gara masalah hutang. Ini bukan masalah Anda seorang yang pelit atau tidak peka terhadap orang yang butuh pertolongan. Tetapi, tulisan ini bermaksud untuk memberikan alasan mengapa Anda tidak perlu meminjamkan uang kepada seseorang, karena konsekuensinya memang bisa merusak hubungan apapun. Baca terus…

Pernahkah Anda memberi pinjaman uang kepada orang lain, tetapi saat ditagih mereka selalu banyak alasan? Apalagi saat ini Anda membutuhkan uang untuk suatu keperluan mendesak. Anda lihat postingan di Facebook atau Instagramnya mereka mampu membeli barang yang bagus-bagus atau pergi liburan? Pasti rasanya kecewa, bukan? Ada banyak alasan kuat mengapa Anda tidak seharusnya meminjamkan uang kepada seseorang yang Anda kenal. Anda mungkin memiliki niat baik untuk menolong mereka, tetapi kadang pula kebaikan bisa menjadi bumerang. Sudah diberi pinjaman (tanpa jaminan pula…), saat ditagih malah Anda dijauhi, tentu bisa berakhir menghancurkan hubungan yang semula baik-baik saja. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda tidak perlu meminjamkan uang kepada seseorang.

1. Anda bisa kehilangan uang Anda
Orang yang meminjam uang mungkin berjanji untuk membayar dalam waktu yang disepakati, entah seminggu, atau beberapa bulan. Tetapi masalahnya adalah, tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti apakah orang ini benar-benar bisa mengembalikan uang Anda, kecuali dia memberikan jaminan barang yang sebanding nilainya dengan uang yang dipinjam. Siapa sih yang bisa memprediksi pengeluaran atau pemasukan seseorang? Namanya juga orang hidup, pasti ada saja pengeluaran. Jadi, jangan meminjamkan uang kecuali Anda siap dengan konsekuensinya.

2. Anda merasa tidak enak menagihnya
Jika Anda adalah tipe orang yang tidak suka ribut, kemungkinan terbesarnya adalah Anda tidak akan lagi mempercayai orang itu atau memberikan pinjaman jika mereka tidak menepati janjinya. Hal ini juga dapat memicu kekecewaan atau rasa kesal yang terpendam, yang dapat mengganggu hubungan Anda. Sah-sah saja Anda meminjamkan uang kepada seseorang, tapi pastikan track record orang itu seorang yang memegang janji, memiliki kebiasaan pengelolaan keuangan yang baik, serta pastikan juga Anda memiliki perjanjian tertulis yang menjelaskan persyaratannya.



3. Mereka terus mengandalkan Anda
Jika sekali saja Anda memberi pinjaman uang kepada seseorang, suatu saat dia akan terus mengandalkan Anda. Dia mungkin berpikir Anda memiliki cadangan uang di tabungan, atau Anda berada dalam posisi siap untuk membantu di saat dia sedang butuh. Dan jika dia mengalami masalah keuangan lagi, Anda mungkin orang pertama yang muncul di pikirannya. Sebagian orang berhutang karena sudah menjadi kebiasaan, dan itu akan menjadikan seseorang menjadi malas memaksimalkan sumber daya diri sendiri. Tetapi jika Anda dengan tegas menolak saat orang lain yang hendak meminjam uang, mereka tidak lagi menganggap Anda sebagai ‘andalan’ lagi. Mereka akan mencari di tempat lain.

4. Mereka memberitahu ‘kebaikan’ Anda kepada orang lain
Cukup gerah berurusan dengan seseorang yang berulang-kali pinjam uang, apalagi mereka memiliki kebiasaan bergosip. Beberapa orang memiliki karakter tidak bisa menyimpan rahasia. Dan jika Anda memberi mereka pinjaman, mereka mungkin cerita kesana kemari bahwa Anda sudah membantunya. Dari ceritanya orang mungkin berpikir bahwa suatu saat mereka bisa datang kepada Anda jika mereka mengalami kesulitan yang sama. Jadi, jika memang harus meminjamkan uang, pastikan peminjam memahami bahwa ini adalah perjanjian rahasia, dan pastikan dia tidak memberi tahu orang lain.

5. Ada kebutuhan dalam waktu dekat
Jangan pernah meminjamkan uang yang Anda butuhkan dalam waktu dekat. Misalnya, jika teman Anda butuh 500 ribu rupiah, tetapi satu-satunya uang tunai yang Anda miliki misalnya untuk bayar kuliah atau kebutuhan mendesak lain dalam beberapa minggu ke depan, Anda lebih baik memberi tahu orang tersebut bahwa Anda tidak bisa membantu. Tidak ada jaminan orang ini akan membayar uang tepat pada waktunya. Kemungkinan terburuknya adalah, disaat Anda butuh, dia belum memiliki uang untuk melunasinya.

6. Mereka menghindari Anda
Jika Anda memiliki hubungan yang terjalin dengan baik dengan seseorang, jangan pernah merusaknya dengan masalah hutang. Anda sudah sangat percaya bahwa teman/sahabat Anda ini pasti membayar sesuai janjinya. Tapi, andaikan mereka tidak menepati janji, itu pasti menjadi ganjalan di pikiran Anda. Seseorang yang terlibat hutang, cenderung menghindari orang yang memberikan pinjaman karena takut ditagih. Kalaupun bertemu, pasti mengalihkan pembicaraan, atau mengobrol sebentar saja lalu pergi. Mereka bersikap defensif dengan Anda, dan ujung-ujungnya pasti memunculkan keretakan hubungan.

Meskipun Anda berniat ingin menjadi orang baik dengan membantu teman atau relasi Anda, jangan sembarangan meminjamkan uang kepadanya. Membantu orang lain memang sangat mulia, tapi jangan sampai kebaikan Anda dimanfaatkan orang-orang yang tidak bisa menepati janjinya, apalagi orang-orang yang tidak malu menukar persahabatan tulus dengan uang.



Loading...
Bagikan :