Bagikan :

urutan kelahiran, kepribadian berdasarkan urutan lahir, kepribadian menurut urutan lahir
Apakah Urutan Kelahiran Mempengaruhi Kepribadian?Apakah Anda berpikir urutan dimana Anda dilahirkan dalam keluarga Anda memiliki hubungan dengan kepribadian? Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor – misalnya pola asuh keluarga, lingkungan, dan gen. Bramardianto.com mengajak Anda mempelajari efek dari urutan kelahiran mempengaruhi kepribadian dalam artikel ini. Yuk, baca lebih lanjut….

Pernah bertanya-tanya mengapa ada saudara sekandung diberikan pola asuh sama dari orang tua, tapi memiliki ciri-ciri kepribadian yang berbeda atau terkadang bertolak belakang? Alasannya adalah, saudara kandung berbagi hanya sekitar setengah gen yang sama, meninggalkan kombinasi gen non-identik serta pengaruh lingkungan untuk menjelaskan perbedaan kepribadian mereka tersebut. Bahkan, perbedaan urutan kelahiran memainkan peran hampir sama kuatnya dengan perbedaan gender.

Kepribadian berdasarkan urutan kelahiran
Ini adalah pengamatan umum bahwa anak yang lahir pertama seharusnya lebih bertanggung jawab daripada saudara-saudara mereka yang lebih muda. Pendapat ini juga didukung oleh banyak penelitian. Tetapi di antara para ahli psikologi, terdapat dua pendapat yang kontra, kelompok yang satu beropini bahwa urutan kelahiran memiliki pengaruh terhadap kepribadian, sedangkan kelompok yang lain memegang opini sebaliknya. Menurut berbagai penelitian, karakteristik berikut dapat terlihat pada seseorang, berdasarkan urutan kelahiran mereka dalam keluarga.

Anak sulung

“Pragmatis, hati-hati, mendominasi, bertanggung jawab, jujur​​, dapat diandalkan dan mau menerima ide-ide baru.”

Sifat anak sulung biasanya memiliki sosok pemimpin, memiliki kualitas kepribadian yang diinginkan kebanyakan orang tua. Ia cenderung merasa memiliki tanggung jawab yang besar akan segala sesuatu yang menjadi keinginan orang tua. Menjadi anak pertama yang diharapkan menjadi contoh positif bagi adik-adiknya akhirnya membuat mereka mengembangkan kepribadian sebagai anak yang patut diteladani.

Biasanya anak sulung memiliki sifat teliti, bisa diandalkan, dan rapi. Pada umumnya anak sulung adalah seorang yang haus prestasi, karena ia adalah seorang yang memiliki harga diri yang tinggi sehingga tidak mau menjadi orang yang biasa-biasa saja. Biasanya anak sulung memiliki sifat taat pada aturan, teliti, bisa diandalkan, dan rapi. Karena mereka merasa sebagai pemimpin, ia cenderung sering menertibkan keadaan sehingga terkesan dominan dan otoriter bagi adik-adiknya.

Nah, sebagai orang tua hal yang harus dilakukan untuk menyikapi anak sulung adalah memberinya kesempatan untuk memilih apa yang menjadi karir impiannya, dorong ia untuk lebih menjadi sosok yang berinovasi dan kreatif, karena ia cenderung terikat pada aturan baku. Anak sulung biasanya berkarir di bidang IT, sains, teknik, atau menjadi pegawai pemerintahan.

Anak tengah

Suka menyenangkan orang, pemberontak, mediator, rasional dalam berpikir, pada umumnya memiliki banyak teman.

Anak tengah umumnya memiliki perasaan tidak dianggap di rumah. Alasannya karena, anak sulung diperlakukan lebih istimewa sebagai anak pertama dan anak bungsu dimanjakan karena merasa paling kecil. Sehingga ia memiliki perasaan cemburu dengan saudara-saudaranya. Ia cenderung lebih tertutup serta ingin berusaha menjadi berbeda dari kakak dan adiknya. Tidak sedikit juga anak tengah berusaha menyaingi kakaknya, apalagi jika usianya berdekatan. Anak tengah juga umumnya juga suka melawan dan tidak mau mengikuti aturan.

Tetapi, anak tengah memiliki jiwa yang mandiri dan memiliki motivasi tinggi dalam mencapai prestasi. Ia juga memiliki jiwa yang suka bertualang dan memiliki banyak teman. Anak tengah juga memiliki kelebihan bisa menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi orang lain, ia juga menyukai persahabatan dan cinta damai.

Untuk menyikapi kepribadian anak tengah maka Anda sebagai orang tua harus memberi penghargaan lebih terhadap pencapaiannya dan berikan perhatian lebih seperti menanyakan apa saja aktivitasnya seharian, apa yang dirasakan saat ini, apa yang menjadi cita-citanya. Lebih baik lagi jika Anda melibatkan anak sulung untuk berkomunikasi dengannya. Anak tengah umumnya ingin meniti karir di bidang yang bersifat sosial seperti guru, pekerja sosial, perawat, humas, atau pelayanan umum.

Anak bungsu

Mempunyai ide-ide dan antusias untuk mencoba, ingin tampil beda, emosional, cenderung manipulatif dan kompetitif.

Anak bungsu biasanya cenderung diperlakukan secara protektif atau dimanjakan orang tua. Tanggung jawab dari orang tua jauh lebih kecil daripada yang diberikan oleh kakak-kakaknya. Karena orang tua sudah lebih percaya diri dalam mengasuh anak, maka orang tua juga tidak lagi terlalu memperhatikan perkembangan anak bungsu. Sehingga anak bungsu cenderung lebih ceria, santai, mudah bergaul, dan spontan. Tidak jarang juga orang tua sering memaafkan kesalahan anak bungsu daripada kesalahan kakak-kakaknya.



Karena hal itu, anak bungsu lebih besar berpotensi untuk melanggar peraturan dan sangat bergantung pada orang lain. Orang tua juga perlu waspada dengan sikap anak bungsu yang suka santai dalam menghadapi apapun, jika ia bersikap terlalu santai di kondisi yang tidak tepat, maka hal itu akan berpengaruh buruk pada keluarga. Misalnya karena anak bungsu suka bergurau dan spontan, akan sangat mengkhawatirkan jika ia menggaanggap sesuatu yang serius menjadi hal yang lucu.

Karena itu, sikap yang tepat untuk menghadapi anak bungsu adalah dengan memberikan tanggung jawab dan harapan yang lebih besar agar dia juga berusaha untuk mencapai prestasi yang lebih dan membentuk karakternya lebih bermanfaat bagi orang lain. Anak bungsu biasanya berkarir pada profesi di bidang seni, kepenulisan, atau marketing.

Anak tunggal

Dewasa, perfeksionis, teliti, rajin

Karakter anak tunggal umumnya manja jika masih memiliki orang tua. Umumnya anak tunggal mempunyai jiwa petualang (dalam arti yang luas) dan memiliki kepribadian yang mantap. Karakter anak tunggal adalah gabungan dari sifat anak sulung dan anak bungsu. Anak tunggal memiliki karakter yang manja, kesepian, kurang mandiri, tidak terampil dalam memecahkan permasalahan, tidak bisa membuat keputusan. Walaupun begitu, mereka memiliki keterikatan emosional yang lebih tinggi terhadap orang tuanya dibandingkan anak lainnya yang memiliki saudara kandung.

Sejak kecil seorang anak tunggal terbiasa dikelilingi orang-orang dewasa. Mulai dari paman, tante, kakek-neneknya, dan teman-teman orangtua mereka. Karena kondisi inilah, mereka selalu dianggap istimewa. Sehingga ia agak sulit menerima kritik maupun penolakan dari orang lain. Cara mendidik anak tunggal sebenarnya tidak sulit jika Anda mempunyai informasi yang tepat dan konsultasi dengan psikolog. Anak bungsu umumnya berkarir pada profesi di bidang teknologi informasi, teknik, politikus, dan hukum.

Adakah Pengaruh Urutan Kelahiran pada Kepribadian Seseorang?
Banyak penelitian telah dilakukan di masa lalu untuk mengetahui pengaruh urutan kelahiran pada kepribadian. Teori Alfred Adler adalah yang pertama kali mempelajari hubungan antara urutan kelahiran dan kepribadian. Dia sangat percaya bahwa urutan kelahiran di antara saudara dapat memiliki efek yang langgeng dan kuat pada kepribadiannya. Menurut Adler, urutan kelahiran mempengaruhi cara seseorang menangani suatu persoalan dan faktor-faktor seperti pengambilan keputusan, komunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Alfred Adler mempunyai alsan bahwa anak yang lebih tua menunjukkan ciri-ciri seperti kesadaran dan keramahan. Adler juga menggambarkan lima karakter penting pada kepribadian manusia. Kelima ciri karakter tersebut adalah; keterbukaan, kesadaran, ekstraversi, keramahan, dan neurotisisme. Dampak urutan kelahiran pada sifat-sifat ini sebenarnya tidak begitu jelas atau samar-samar. Teori ini didukung oleh Frank Sulloway. Dalam bukunya yang berjudul Born to Rebel, dia telah mendukung pandangan Adler dan telah menyebutkan bahwa saudara muda atau anak yang lebih muda dalam keluarga cenderung bersifat memberontak dan mempunyai ide-ide baru daripada anak tertua. Pendapat Sulloway ini juga didukung oleh Paulhus dkk, yang telah menemukan pengamatan serupa pada 5 karakteristik tersebut.

Di antara psikolog, ada juga pendapat yang kontra dalam menentukan kepribadian berdasarkan urutan kelahiran seseorang. Para kritikus seperti Fred Townsend, Toni Falbo, dan Judith Kaya Harris percaya bahwa hal tersebut tidak memiliki pengaruh yang mutlak. Dari sudut pandang para penentang teori Adler, urutan kelahiran bukan merupakan faktor konkret yang dapat menentukan kepribadian. Ada banyak faktor lain seperti ukuran keluarga, kondisi ekonomi keluarga, kematian saudara, dsb yang dapat mempengaruhi sifat dan perilaku individu. Fakta bahwa orang tua lebih dalam membesarkan anak pertama mereka juga tidak dapat diabaikan. Misalnya kasus umum yang kerap terjadi pada saat membesarkan anak pertama mereka, orang tua menempatkan semua upaya untuk membuat anak mereka bertanggung jawab dan mengikuti nilai-nilai dengan ketat. Pada sebaliknya, mereka cenderung kurang menempatkan hal ini pada anak kedua mereka.

Dalam lingkaran psikologi, ada banyak pendapat yang tidak bisa dikatakan bahwa suatu hal adalah pasti. Beberapa orang masih mempercayai bahwa urutan kelahiran mempunyai pengaruh terhadap karakter anak. Namun, ada juga yang beranggapan bahwa hal ini hanyalah mitos. Terkadang kepribadian seseorang memang dipengaruhi oleh urutan lahirnya di dalam keluarga. Setiap anak, mulai dari anak tunggal, anak pertama, kedua dan seterusnya akan memiliki karakter yang berbeda-beda. Namun sebenarnya, bagaimana terbentuknya kepribadian seorang anak sangat ditentukan dari pola asuh yang diterapkan oleh orang tuanya.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."