Bagikan :

frekuensi, energi, vibrasi
Bagaimana Frekuensi Mempengaruhi Realitas KitaJika Anda mengatakan kepada seseorang yang belum memahami konsep energi, frekuensi, dan vibrasi bahwa pikiran manusia dapat memiliki pengaruh langsung pada fisik kita sendiri dan sekitarnya, mereka mungkin akan menertawakan Anda. Tapi penelitian demi penelitian ilmuwan sudah mengungkapkan cerita yang berbeda. Dalam beberapa tahun terakhir ilmu pengetahuan sudah berhasil menemukan fakta bahwa pikiran dan niat kita memang berkaitan dan dapat memiliki efek langsung pada materi fisik kita.

“Semua materi di alam semesta ini memiliki frekuensi, yang digambarkan sebagai getaran energi atau arus listrik. Contoh yang lebih sederhananya adalah cahaya dan gelombang suara.”

Percobaan selama empat dekade terakhir telah menyelidiki apakah niat dan pikiran manusia benar-benar bisa mempengaruhi sifat air? Pertanyaan ini telah menarik para peneliti, karena tubuh manusia terdiri dari sekitar 70% air. Tujuan topik ini untuk membuktikan beragam bentuk kristal es dari sampel air yang dipengaruhi niat manusia (frekuensi gelombang pikiran). Para ilmuwan telah memperkirakan dan menunjukkan bahwa air yang dipengaruhi oleh niat memang bisa mempengaruhi pembentukan tampilan kristal es yang diamati dari sampel air itu. Hasil yang ditunjukkan, bahwa niat positif cenderung menghasilkan bentuk kristal yang beraturan, bagus, dan estetis. Sedangkan niat negatif cenderung menghasilkan bentuk kristal yang tidak beraturan, jelek, dan tidak menarik.

Penelitian ini dilakukan oleh Dean Radin, Ph.D., yang merupakan Kepala Ilmuwan di ION dan Ajun Fakultas di Departemen Psikologi di Sonoma State University, bersama rekan ilmuwan lain yaitu Masaru Emoto, seorang sarjana energi asal Jepang. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur seberapa berpengaruhnya niat manusia terhadap pembentukan kristal air.

Eksperimen menguji hipotesis bahwa jarak air yang dipengaruhi niat seseorang mempengaruhi bentuk-bentuk kristal air yang diuji. Dalam jangka waktu 3 hari, kurang lebih 2000 orang partisipan di Austria dan Jerman memfokuskan niat mereka terhadap sampel air yang diletakkan di ruangan yang dilapisi pelindung elektromagnetik. Sampel lain bertempat di luar ruangan, sehingga mereka bisa melakukan kontrol dalam jarak tertentu. Tetesan air yang terbentuk dari beragam sampel air dengan perlakuan yang berbeda di dokumentasikan dalam foto oleh teknisi. Masing masing gambar dinilai keindahan estetikanya oleh lebih dari 2500 responden independen dan hasil analisa setiap individu yang tidak tahu menahu tentang perlakuan yang diterapkan terhadap air. Hasil penelitian ini menunjukan hasil yang sama persis dengan sejumlah studi sebelumnya yang juga meneliti pengaruh niat terhadap air.

Studi sebelumnya diperkenalkan oleh Masaru Emoto, sekitar tahun 90-an (rekan kerja dari studi artikel ini). Dia membekukan air dan mengobservasinya melalui mikroskop. Pertama, dia mengobservasi kristal dari sampel air keran, air sungai, dan air danau. Dari air keran, ia tidak melihat bentuk keindahan kristal apapun dari air tersebut. Begitu juga dengan air sungai dan air danau yang diambil dari kota-kota besar. Begitu air danau dan sungai yang jauh dari kota diteliti, masing masing air tersebut justru menunjukan struktur molekul yang menawan dan unik.

Hasil dari penelitian sejauh ini juga menunjukkan bahwa bentuk dan struktur fisik dari kristal air berubah setelah diberi kata-kata yang baik, suara atau musik klasik yang indah, maupun do’a. Kristal yang jelek terbentuk ketika diperlakukan sebaliknya. Berikut contoh gambar penelitiannya :



Kata-kata, Lagu, dan Gambar
bentuk kristal

Frekuensi Nada Solfeggio
kristal air frekuensi solfeggio

Nama 5 Agama
kristal air nama-nama agama

Gabungan Nama 5 Agama
Kristal air gabungan nama 5 agama

Jika getaran pikiran bisa mempengaruhi air, bayangkan apa yang terjadi terhadap kita sendiri? Tubuh kita sebagian besar disusun oleh air kurang lebih 70%. Jika emosi, kata-kata, dan perasaan positif dapat mengubah struktur fisik dari air, itu berarti ‘ucapan diri’ memiliki dampak langsung terhadap tubuh kita secara biologi. Sejumlah studi mengatakan bagaimana pikiran, perasaan, dan emosi sebagai sesuatu yang memang tidak bisa kita lihat, namun bisa kita rasakan, ternyata bertindak sebagai kendali utama dalam sistem biologis tubuh manusia. Sejauh ini banyak sekali orang lain yang membuktikan realita ini. Bahkan dengan kajian Fisika Kuantum, level terkecil dari objek yang diteliti ternyata merupakan seperangkat energi yang memiliki frekuensi getaran tertentu. Kita semua adalah sekumpulan energi, frekuensi, dan vibrasi. Sehingga struktur fisik manusia berubah menyesuaikan dengan kesadaran didalamnya (pikiran dan niat). Kita harus mengerti bahwa pikiran, perasaan maupun emosi kita memiliki keterkaitan dengan frekuensi dari vibrasi materi fisik (yang menyusun diri kita). Jika Anda mengubah frekuensi getaran dari materi tersebut, maka realitas fisik Anda juga akan berubah.

“Jika Anda sudah mengerti betapa luar biasanya kekuatan pikiran Anda sendiri, Anda tidak akan pernah lagi mempunyai niat buruk.”

Jadi, ketika Anda diliputi oleh pikiran atau emosi negatif, coba renungkan lagi apa yang akan terjadi dengan sistem biologis tubuh Anda. Setiap sel, dan apapun yang menyusun tubuh Anda selalu merespon Anda, karena mereka hidup. Jadi berbuat baik terhadap diri sendiri, sama juga membuat perbaikan untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar Anda. Semoga Anda sehat dan berbahagia selalu, Aamiin.



Loading...
Bagikan :
home