Bagikan :

vibrasi, cara meningkatkan vibrasi, law of attraction

Berdamai dengan Rasa Sakit untuk Meningkatkan Vibrasi AndaJika Anda mengamati pola Hukum Tarik Menarik (Law of Attraction) alam semesta, Anda mungkin sudah memahami bahwa kunci untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan adalah dengan memahami perasaan senang dan bahagia. Namun, memahami Hukum Tarik Menarik sering menemui kendala ketika dihadapkan dengan emosi negatif, terutama rasa sakit.

Karena kita tahu bahwa perasaan nyaman adalah perasaan yang selalu kita inginkan, wajar jika kita mulai mengembangkan rasa takut tentang penderitaan dan perasaan negatif lainnya. Banyak dari kita mulai memandang rasa sakit sebagai perasaan “salah” yang menjauhkan kita untuk memiliki apa yang kita inginkan. Karena kita telah mendefinisikan penderitaan sebagai perasaan “salah”, maka banyak dari kita berusaha untuk mengabaikan atau menghindarinya.

Meskipun hal ini masuk akal, sayangnya tindakan untuk mengabaikan atau menghindari rasa sakit sebenarnya mencegah kita untuk menemukan keselarasan dengan vibrasi alam semesta. Inilah yang menghambat pertumbuhan kesadaran rohani (spiritual) kita. Ada banyak bentuk dari rasa sakit, seperti : penolakan, kehilangan, depresi, dsb.

Artikel ini tepat saya tuliskan, karena akhir-akhir ini saya sering berurusan dengan rasa sakit, dan saya tergoda untuk berlari dan bersembunyi dari realitas itu. Kadang-kadang saya merasa tertekan untuk terus memenuhi kebutuhan hidup dalam banyak hal karena saya merasa itu yang orang lain harapkan dari saya (saya menyadari ini adalah refleksi dari pemikiran sempit saya sendiri yang membatasi pertumbuhan spiritual saya).

Namun, akhirnya saya memahami jika terus berada di zona nyaman adalah pendekatan yang tidak realistis dan meracuni pertumbuhan spiritual diri sendiri. Ini justru menciptakan penderitaan yang lebih besar. Masalahnya, dari waktu ke waktu kita selalu dapat meraih pemahaman yang lebih baik jauh melampaui pikiran dan perasaan kita sendiri. Tetapi, kita harus mulai dari frekuensi mana kita berada untuk menyiapkan diri mengalami kenaikan getaran. Memang sedikit paradoks. Ketika Anda merangkul rasa sakit Anda, Anda pasti membiarkan diri Anda bergerak melampauinya lebih mudah. Baca artikel sebelumnya tentang Power vs Force – Mengenal Tingkatan Kesadaran.

Saya akan menjelaskan hal ini secara metaforis :

Misalnya, Anda sedang berkendara menuju ke rumah keluarga besar, dan Anda terburu-buru ingin sampai di sana tepat waktu karena ada hajatan besar, semua orang sudah menunggu di sana.

Sekarang, dalam perjalanan ke rumah keluarga Anda, tiba-tiba ada sebuah pohon besar jatuh di tengah jalan, sehingga mustahil untuk di lewati. Apa yang Anda lakukan?

Apakah Anda menghidupkan mobil dan pulang kembali ke rumah untuk menghindari situasi seperti ini? Mungkin tidak, karena Anda sudah ditunggu keluarga. Ini hanya membuat situasi buruk semakin memburuk.

Apakah Anda mengabaikan pohon, dan terus menabraknya? Mungkin tidak, karena ini akan menyebabkan Anda mengalami kerugian dan menghancurkan mobil Anda. Selain itu, Anda malah batal pergi ke hajatan. Pilihan ini juga membuat situasi buruk semakin memburuk.



Anda pasti marah sejenak tentang kendala ini, merenung, tapi kemudian menerima kenyataan bahwa memang ada kendala pohon tumbang di tengah jalan, dan kemudian mencari rute alternatif, bukan? Anda berpikir lebih baik terlambat datang ke hajatan daripada tidak.

Sebagian besar dari kita mungkin akan mengambil opsi terakhir ini. Ketika kita dihadapkan dengan hambatan fisik. Kita tahu bahwa situasi sehari-hari meskipun kadang menjengkelkan, tapi kita tetap harus menerima keadaan dan menghadapi hal itu. Ini sama juga untuk pertumbuhan spiritual kita, kita harus melewati beberapa rintangan untuk terus menaikkan level vibrasi.

Sebagian besar dari kita umumnya sudah memahami bahwa yang terbaik hanyalah dengan menerima dan mengatasi hambatan fisik. Tanpa Anda sadari, Anda sering dihadapkan dengan rintangan emosional (seperti sakit, penolakan, dsb), di saat seperti inilah kita menemukan pendekatan dengan cara yang berbeda.

Jadi, pada pencarian spiritual kita untuk meningkatkan level vibrasi (sampai ke hajatan/tujuan), saat kita menghadapi penderitaan (pohon tumbang), kita menolak untuk menerima kenyataan. Sebaliknya, kita mencoba untuk “memaksakan” diri kita untuk menjadi bahagia (dengan mengabaikan penderitaan dan menabrak langsung ke pohon), atau kita menyerah (pulang ke rumah tidak jadi ke hajatan).

Faktanya adalah, dalam hidup akan selalu ada hambatan emosional yang menampakkan diri, dan sering berwujud dalam bentuk rasa sakit. Mencoba untuk mengabaikan atau menghindari ‘ujian’ ini justru mencegah kita untuk menemukan kesadaran spiritual yang selama ini kita cari.

Jadi apa yang harus kita lakukan? Bagaimana cara meningkatkan vibrasi Anda ketika menemui cobaan hidup?

Ini adalah jawaban sederhana. Hanya merangkul saja rasa sakit dan berdamailah dengan keadaan itu. Jika itu selalu hadir, bersabarlah untuk tetap menjalaninya. Anda tidak dapat lari dari hambatan sepanjang hidup Anda. Satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan menerimanya, bersyukurlah, dan percayalah bahwa Anda memiliki upaya yang diperlukan untuk menemukan jalan melewati hambatan itu, sama seperti cerita diatas, Anda yakin bisa sampai ke rumah keluarga Anda meskipun terjadi hambatan. Pahami selalu hal ini, pada saat Anda merasa sakit, frustrasi, atau sedih, terimalah saja,  tetaplah bertahan dan bersabar. Menangislah jika memang menangis Anda perlukan.

Penerimaan adalah energi perasaan menenangkan dan lega, oleh karena itu tindakan ini menggerakkan kita lebih dekat ke arah keselarasan vibrasi. Dengan mengakui dan merasakan rasa sakit kita tanpa menyalahkan siapapun, kita akhirnya menghibur diri kita sendiri. Dalam melakukan hal ini, kita mulai meningkatkan level getaran kita (meskipun amat sakit!). Dan ini membutuhkan kesabaran diri Anda untuk mengatasi rasa sakit dan mengembalikannya ke dalam diri kita sendiri.

Jadi, berdamailah dengan rasa sakit Anda! Rasa sakit terjadi bertujuan untuk menaikkan level kesadaran spiritual Anda. Rasakan saja selama Anda bisa menikmatinya, dan biarkan diri Anda belajar bersabar tanpa mengkritik atau menyalahkan siapapun. Melalui penerimaan, Anda akan mengubah rasa sakit Anda, memberdayakan diri, dan akhirnya menemukan jalan kembali ke dalam jalan cahaya (pencerahan).

“Semakin pahit rasa sakit, semakin cepat menemukan kesadaran spiritual.”



Loading...
Bagikan :
home