Bagikan :

tindihan, penyebab tindihan, fakta tindihan, sleep paralysis

DMT dan Fenomena TindihanApa itu DMT?DMT atau dimethyltryptamine adalah senyawa kimia yang dihasilkan secara alami di dalam otak manusia. Senyawa ini dihasilkan oleh kelenjar pineal atau lebih dikenal dengan ‘mata ketiga’ ketika kita tidur dan dikatakan menjadi alasan utama saat kita mengalami mimpi (belum bisa dibuktikan secara ilmiah, tapi semua indikasi mengarah untuk hal ini). Senyawa ini ditemukan pada hampir setiap tanaman dan mamalia (termasuk rumput) dengan sedikit pengecualian.

Sebagian besar kehidupan ini mengandung unsur asam amino esensial ‘triptofan’ dan enzim yang mengubahnya menjadi senyawa DMT, dikenal sebagai INMT. Senyawa kristal ini muncul dalam kehidupan di Bumi, fungsi utamanya belum dapat ditentukan. Senyawa ini dapat diekstraksi dan disintesis dari banyak tanaman dan dianggap sebagai obat psychedelic (penyebab halusinasi), bersifat sangat ilegal. Jelas hal ini sangat bertentangan dengan norma ‘hukum’ pada umumnya karena manusia secara alami memproduksi setiap malam dalam siklus tidur REM. Ingin tahu DMT lebih banyak, baca artikel sebelumnya tentang Fakta DMT dan Kesadaran Ilahi.

Zat ini ketika dihisap (merokok) atau diminum (teh ayahuasca), dapat menghasilkan efek yang mendalam seperti zat psikedelik lain, mengirimkan pemakainya menuju ke dimensi astral dan memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan entitas dimensi yang lebih tinggi. Satu hal yang perlu diingat adalah ketika kita berada di bawah stres/depresi, itu dapat mengakibatkan kematian, karena kelenjar pineal kita memompa otak kita terus-menerus dengan menghasilkan senyawa DMT! Hal ini bisa dijelaskan dengan alasan saat kita depresi parah – cenderung hilang kesadaran, mengigau, melihat cahaya supranatural/pengalaman paranormal, atau mengalami proyeksi astral (astral projection). Itu juga berlaku saat kita mengalami ‘pengalaman mendekati kematian (Near Death Experience)’. Ini juga membuat orang bertanya-tanya, apakah kita sedang mengalami proyeksi astral ketika kita mati? Saya kembalikan pada keyakinan masing-masing.

Apa itu Sleep Paralysis?
Sleep Paralysis atau kita mengenalnya sebagai istilah ‘Tindihan’, adalah keadaan dimana pikiran Anda terjaga dan tubuh Anda tertidur. Setiap orang dapat mengalami, pikiran terjaga tetapi tidak mampu menggerakkan anggota tubuh. Sensasinya seperti seolah-olah tubuh Anda memiliki berat, sehingga susah untuk bangun. Satu-satunya yang dapat mempengaruhi ketika dalam keadaan ini adalah gerakan mata dan pola pernapasan, yang merupakan rahasia untuk mengendalikan pengalaman tindihan ini. Sleep paralysis ini biasanya dipicu akibat dari gangguan kecemasan atau stres, kebiasaan tidur yang salah, atau perubahan gaya hidup.

Di sinilah menariknya, ketika mengalami tindihan otak Anda berpikir Anda sedang tidur, sehingga melepaskan senyawa DMT untuk bermimpi. Seperti yang sudah Anda baca dalam paragraf di atas, ini menghasilkan pengalaman psikedelik dan dapat mengakibatkan proyeksi astral. Tapi, ketika fenomena ini terjadi, Anda merasa tidak bisa bergerak bebas. Inilah yang meningkatkan rasa takut dan panik, maka emosi ini terwujud dalam pengalaman tindihan. Mari kita bicara tentang apa yang terjadi pada saat ini.



Apakah Tindihan Disebabkan Hantu, jin, atau Makhluk Astral?
Banyak orang telah melaporkan melihat makhluk jahat mencekik leher mereka, berdiri/duduk di dada mereka sehingga sulit bernapas, atau mengejar-ngejar selama mengalami tidur tindihan. Ini adalah ketakutan besar bagi banyak orang saat mengalami proyeksi astral, jadi mari kita perjelas beberapa hal. Out of Body Experience (pengalaman diluar tubuh fisik) menjelaskan, bahwa Anda sedang mengalami kepadatan tubuh astral berdasarkan frekuensi gelombang elektromagnetik atau aura Anda saat itu. Hal ini juga berlaku untuk sleep paralysis, jadi jika Anda mengalami entitas negatif, maka Anda harus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan frekuensi positif Anda (berdo’a dulu sebelum tidur, sholat, dzikir, meditasi, bersikap baik, menyebarkan kasih sayang, berprinsip hidup sesuai dengan hati nurani dsb).

Penting untuk Anda pahami saat Anda mengalami sleep paralysis, pengalaman ini berakar pada apa yang Anda percayai di dalam memori pikiran. Misalnya, jika Anda takut dengan sosok kuntilanak, maka ketakutan Anda sendirilah yang ‘mengundang’ sosoknya. Inilah sebabnya saya memberitahu, bahwa Anda tidak akan pernah melihat sesuatu yang negatif jika Anda tidak pernah memikirkan hal negatif. Tidak peduli seberapa kuat entitas itu, tidak ada yang bisa masuk ke dalam pikiran Anda tanpa izin Anda, dan ini berlaku sebagai perlindungan Anda juga. Jika Anda selalu berpikir dan bersikap positif, Anda tidak akan pernah mengalami entitas negatif selama sleep paralysis.

Anestesi
Sleep Paralysis juga bisa dialami ketika operasi yang membutuhkan suntikan anestesi. Dalam pengobatan modern, ketika melakukan pembedahan pada pasien, dokter akan memberikan zat penghilang kesadaran sehingga Anda tidak merasakan sakit saat sedang dioperasi.

Apa yang tidak diketahui dokter adalah bahwa zat ini hanya bisa melumpuhkan tubuh saja, tapi pikiran masih dapat melayang menembus ambang kesadaran. Meski tubuh tidak bisa bergerak setelah dibius tetapi sebenarnya roh tetap terjaga, bisa mendengar segala sesuatu, dan merasakan segala sesuatu di luar tubuh fisik. Ini juga bentuk dari sleep paralysis. Dalam hal ini, juga memungkinkan terjadi proyeksi astral karena bertindak otomatis membuang jumlah energi stres yang terakumulasi. Ini hampir berfungsi sebagai saklar darurat untuk keselamatan. Seperti yang Anda lihat, pengalaman di luar tubuh dapat digunakan sebagai mekanisme keamanan serta alat untuk eksplorasi.

Koma
Koma biasanya terjadi karena adanya trauma otak yang mengakibatkan seseorang tidak sadar. Pada titik ini, otak dapat mengambil situasi ini sebagai pengalaman hampir mati (Near Death Experience), dan seperti yang kita katakan sebelumnya otak melepaskan sejumlah besar senyawa DMT ketika berada di bawah stres. Otak mungkin mengharapkan tubuh untuk tidak berfungsi lagi, jadi pelepasan DMT mungkin untuk mendorong kesadaran kita agar keluar untuk tidak kembali.

Koma dapat disimpulkan roh kita sengaja meninggalkan tubuh fisik dan tidak tahu caranya untuk kembali. Banyak yang berteori bahwa koma menempatkan orang-orang dalam keadaan Limbo, dimana waktu terhenti dan lingkungan sekitarnya tampak suram. Ini menguraikan zona antara alam nyata dan alam astral, ambang dimensi ketiga dan keempat dalam pengalaman di luar tubuh ini. Beberapa orang menyebutkan saat koma berada dalam pengalaman seperti sleep paralysis, sadar tapi tubuh tidak mampu bergerak. Jika hal ini benar, maka bisa menyebabkan banyak kesimpulan lain tentang kesadaran di luar dimensi akal dan bagaimana berinteraksi dengan segala sesuatu diluar zona linier ini. Saya mengembalikan kepada keyakinan Anda masing-masing.



Loading...
Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."