Bagikan :

lubang hitam, misteri lubang hitam, fakta lubang hitam

Fakta Menarik tentang Black Hole atau Lubang HitamBlack Hole atau Lubang hitam sering digambarkan sebagai vacuum cleaner (penyedot debu) raksasa di luar angkasa sana. Artikel berikut akan sedikit mengulas fakta menarik terkait lubang hitam di luar angkasa.

Nama “Black Hole” atau “Lubang Hitam” sendiri pertama kali digunakan pada tahun 1967, dalam ceramah fisikawan Amerika John Wheeler di Columbia University di New York. Namun, para ilmuwan sudah bertanya-tanya tentang black hole tersebut sejak abad ke-18. Filsuf Inggris John Michell me­­nyebutkan konsep itu dalam laporan ke­pada Royal Society of London pada 1783. Tidak ada yang menyebut benda aneh superpadat ini sebagai lubang hitam, benda ini disebut sebagai bintang beku, bintang gelap, bintang runtuh, atau singularitas Schwarzschild.

Fakta tentang bintang berukuran besar
Pada awal mulanya sebelum bernama Black Hole, diperkirakan adalah sebuah bintang yang memiliki massa puluhan kali atau bahkan jutaan kali ukuran Matahari. Sedangkan matahari sendiri merupakan bintang yang ukurannya kecil.

Bintang yang massanya lebih besar dari matahari nasibnya justru lebih pendek, karena lebih cepat menghabiskan bahan bakar hidrogennya. Sebuah bintang akan musnah oleh massanya sendiri apabila keseimbangan hidrostatiknya terganggu. Pada bintang yang sedang dalam tahapan stabil (main sequence), tekanan ke arah luar akibat pelepasan energi akan setara dengan tekanan ke arah dalam akibat gravitasi bintang. Ini disebut keseimbangan hidrostatik. Apabila bahan bakar hidrogen telah habis, maka reaksi termonuklir (yang mengubah hidrogen menjadi helium) akan terhenti.

Dengan demikian pelepasan energi juga akan terhenti. Akibatnya, tekanan ke arah luar berkurang. Sehingga, seluruh materi bintang tersedot ke arah pusat bintang oleh gravitasi bintang itu sendiri. Ini membuat bintang menjadi tidak stabil. Inti bintang menjadi sangat padat, karena seluruh materinya terkumpul disana. Suatu saat, pusat bintang tidak sanggup lagi menahan tekanan yang terjadi. Mirip seperti balon yang terus menerus ditiup hingga pecah, bintang tersebut suatu saat akan meledak menjadi ‘Supernova’ (ledakan yang terjadi bila gravitasi bintang menjadi sangat kuat sehingga menghancurkan dirinya sendiri).



Proses Terbentuknya Black Hole/Lubang Hitam
1. Sebuah bintang seperti Matahari kita apabila mati atau meledak (Nova), akan berubah menjadi Bintang neutron. Bintang neutron merupakan bintang yang memiliki materi sangat padat, hasil dari ledakan bintang sebelumnya. Bintang neutron berukuran sangat kecil dan hanya berdiameter 20km, namun memiliki masa yang sangat berat. Bintang neutron hanya terdiri atas Cairan inti (Fluid core) dan Kerak yang padat (Solid Crust).

2. Bintang-bintang di alam semesta (yang jauh lebih besar daripada matahari), tidak akan lenyap dalam periode jutaan tahun seperti massa yang lebih kecil. Bintang-bintang itu baru akan lenyap bila terjadi ledakan nuklir yang sangat besar. Ledakan yang dikenal sebagai supernova terjadi bila gravitasi bintang menjadi sangat kuat sehingga menghancurkan dirinya sendiri. Bintang kita Matahari, akan mati diam-diam. Massa Matahari hanya rata-rata untuk ukuran bintang. Setelah bahan bakar hidrogennya habis terbakar sekitar lima miliar tahun lagi, lapisan-lapisan luarnya akan terlepas perlahan. Bagian inti­nya akhirnya akan memadat, menjadi apa yang disebut sebagai katai putih (White Dwarf).

3. Pada beberapa bintang yang memiliki massa sangat besar, gravitasinya juga besar sehingga penghancuran terus menerus terjadi, merusak segala sesuatu di dalamnya. Kepadatan benda itu terus meningkat dan memaksa gravitasi juga ikut meningkat, sampai tak ada satupun yang bebas dari perangkapnya, bahkan cahaya sekalipun.

Apakah inti dari Black Hole ?
‘Permukaan’ dari sebuah lubang hitam disebut event horizon (cakrawala peristiwa). Cakrawala peristiwa adalah garis pemisah antara di dalam dan di luar lu­bang hitam. Apa pun yang melewati cakrawala itu, bintang, planet, manusia dipastikan hilang selamanya. Hancurnya gaya gravitasi menjadikan hampir seluruh cahaya tidak dapat melepaskan diri dan tidak ada satu pun informasi dari permukaan itu yang berhasil lolos.

Yang mengejutkan, hal yang ditemukan ilmu­wan adalah bahwa di pusat hampir semua galaksi (ada lebih dari 100 miliar galaksi di alam semesta), terdapat kumpulan gugusan bin­tang, gas, dan debu. Di pusat kumpulan semrawut ini, hampir setiap galaksi yang di­lihat termasuk Bima Sakti kita sendiri, ter­dapat sebuah benda yang begitu berat dan be­gitu padat yang memiliki tarikan gravitasi yang amat ganas. Itulah Lubang Hitam.

Lubang-lubang tersebut berukuran masif. Yang berada di pusat Bima Sakti saja beratnya 4,3 juta kali Matahari. Di galaksi tetangga, Andro­meda, ditempati lubang hitam dengan massa setara dengan 100 juta Matahari. Galaksi-ga­lak­si lain diduga berisi lubang hitam memiliki massa semiliar Matahari, dan bahkan memiliki ukuran super masif sepuluh miliar kali Matahari. Lubang hitam sebenarnya tidak mengawali hidupnya dengan massa sebesar ini. Beratnya semakin bertambah setelah menyedot benda-benda di sekitarnya.



Loading...
Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."