Bagikan :

emosi dan perasaan, contoh perasaan dan emosi, perasaan dan emosi pdf, pengertian perasaan menurut islam, apakah emosi dan perasaan itu sama, definisi perasaan, perasaan adalah, pertanyaan tentang perasaan dan emosi, makalah perasaan dan emosi pdf
Emosi dan perasaan, membuat hidup menjadi indah dan bermakna. Keduanya seperti esensi hidup. Dapatkah Anda membayangkan kehidupan tanpa emosi atau perasaan? Saya juga pasti tidak bisa! Tulisan berikut mencoba mengeksplorasi perbedaan antara keduanya berikut ini. Baca terus…

Apakah Anda tahu perbedaan dasar antara emosi dan perasaan? Emosi adalah kata benda, sedangkan perasaan adalah kata kerja. Anda merasakan emosi Anda, tetapi Anda mungkin tidak perlu mengungkapkan perasaan Anda.

Seorang teman pernah berkata kepada saya, “Aku lihat, kamu memang menunjukkan emosimu melalui ekspresi wajah, tapi kamu orangnya jarang mengungkapkan perasaan.” Apa arti kalimat ini? Jika saya menunjukkan emosi saya melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, atau kata-kata, lalu bagaimana saya bisa menyembunyikan perasaan saya? Jawabannya sederhana. Perasaan jauh lebih dalam daripada emosi.

Wajah dapat mengekspresikan banyak emosi, tetapi dapat dengan mudah menutupi apa yang sebenarnya dirasakan hati. Itulah mengapa jika ada seseorang yang berbohong cenderung menunjukkan ekspresi yang meyakinkan untuk menyembunyikan perasaan sebenarnya. Itu adalah perbedaan terpenting antara emosi dan perasaan. Tulisan berikut menggali sedikit lebih dalam apa itu emosi dan perasaan sebenarnya.

Emosi
Emosi adalah sinyal fisik yang diberikan oleh tubuh kita secara konstan, terjadi secara tidak sadar. Jika Anda mengalami ketakutan, Anda bisa langsung mulai bereaksi seperti panik, berkeringat deras, dsb. Semua reaksi ini akan terjadi seketika. Tapi, begitu faktor yang menyebabkan rasa takut itu hilang, maka Anda akan berangsur tenang kembali. Pada dasarnya, emosi bisa datang dan pergi. Pada umumnya emosi berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, sehingga berbeda dengan mood atau suasana hati (keadaan emosional), yang berlangsung dalam waktu relatif lebih lama.

Perasaan
Perasaan adalah suatu gejala psikis yang memiliki sifat khas subjektif yang berhubungan dengan persepsi dan dialami seperti rasa suka-tidak suka, sedih-gembira, dalam berbagai derajat dan tingkatannya. Perasaan terbentuk oleh emosi. Emosi yang berbeda-beda bisa berakumulasi dari waktu ke waktu, dan ketika otak kita secara sadar memahaminya, maka akan berubah menjadi perasaan.



Beberapa contohnya
1. Misalnya, ada seorang gadis yang Anda dekati selama beberapa waktu. Anda merasa senang ketika Anda melihatnya atau ngobrol dengannya. Anda merasa gelisah ketika dia tidak hadir. Anda cemburu ketika dia dekat dengan seorang pria lain. Mengapa Anda mengalami emosi demikian? Setelah menelusuri lebih dalam, rupanya Anda menyadari bahwa Anda telah memiliki perasaan padanya. Perasaan ini dapat membingungkan, dan mungkin butuh waktu atau bantuan dari teman-teman Anda untuk menyadari bahwa Anda telah jatuh cinta. Seperti yang Anda lihat, kebahagiaan, kesedihan, dan kecemburuan adalah emosi yang memicu perasaan cinta di dalam diri Anda.

2. Demikian pula, tindakan seseorang juga dapat mengganggu atau membuat Anda marah. Ini adalah emosi, yang akhirnya bisa membuat Anda merasakan sakit hati/dendam karena perlakuan orang itu. Di sini, dendam adalah perasaan.

3. Contoh lain yang akan membantu Anda memahami perbedaannya. Saat Anda menunggu hasil ujian, Anda jelas dilanda kecemasan, bukan? Kecemasan adalah bentuk emosi. Saat Anda tahu nilai Anda memuaskan, maka kecemasan itu seketika sirna. Sekarang, pertimbangkan cerita lainnya, Anda mendapatkan nilai rendah. Tentu Anda akan mengembangkan perasaan bercampur aduk – antara khawatir, tidak percaya diri, takut, dsb. Dengan demikian, Anda mungkin juga mengembangkan rasa khawatir setiap kali Anda menghadapi ujian di lain waktu, karena Anda takut mendapatkan nilai jelek lagi.

Menurut ilmu saraf, emosi hanyalah reaksi kimia. Ini berkembang saat kita bereaksi terhadap rangsangan tertentu. Ketika kita mulai menyadari emosi-emosi ini, kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perasaan kita. Moral dan keyakinan Anda akan memainkan peran utama dalam membentuk perasaan Anda. Perasaan bersifat mempertahankan, sedangkan emosi bersifat sementara, dan bisa sangat intens.

Seperti yang sudah Anda baca, emosi dan perasaan ibarat dua bayangan dengan warna yang sama. Tetapi perbedaan tipis ini sangat penting. Kunci menuju kehidupan yang sukses adalah dapat memahami dan mengelola emosi Anda dengan lebih baik. Anda mungkin tidak dapat mengubah emosi Anda, tetapi Anda dapat mengubah perasaan Anda. Tentu saja, lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Tetapi ingat, perasaan hanyalah pola pikiran, pada tingkat bawah sadar, dan pola pikiran dapat diubah.



Loading...
Bagikan :