Bagikan :

suara penyembuhan, musik penyembuhan, terapi penyembuhan, frekuensi penyembuhan
Apa yang menghasilkan kekuatan penyembuhan dari suara? Anda bisa merasakannya ketika mendengarkan lagu favorit Anda, atau ketika Anda duduk dengan tenang dan mendengarkan hujan atau suara alam. Ada rasa damai yang membawa kita larut dalam ketenangan dan efek penenangan tersendiri ketika kita mendengar angin berhembus pelan di pepohonan. Tidak diragukan lagi bahwa suara dengan frekuensi tertentu memiliki efek yang halus, tetapi mendalam pada tubuh, pikiran, dan jiwa kita. Jadi, bagaimanakah tepatnya suara bekerja untuk menyembuhkan kita?

Pernahkah Anda mendengarkan musik orkestra memainkan simfoni yang menenangkan? Misal pemain triangle memainkan, disusul alunan string, dan flute yang saling bersahutan. Tetapi ketika mereka bersama-sama memainkan sebuah harmoni, maka suara yang dihasilkan seperti gelombang, dimana dapat membawa kedamaian dan kegembiraan yang kadang sulit digambarkan pendengarnya.

Tubuh kita pun bekerja dengan cara yang sama. Organ, atau sistem organ makhluk hidup memiliki getaran sendiri. Ketika sistem kita tidak selaras dengan bagian tubuh yang lainnya, maka lebih mungkin terserang penyakit. Sebagai ahli terapi suara, Dr. John Beaulieu, ND, PhD menjelaskan,

“Prinsip dasar dari pengobatan energi adalah bahwa medan energi yang mendasari menghasilkan perilaku atau gejala fisik, emosional, dan mental. Jika kita mengubah medan energi, maka perilaku fisik, emosional, dan mental juga akan ikut berubah.”

Simatik
Salah satu cara paling efektif untuk mengubah medan energi adalah melalui ilmu yang bernama cymatics/simatik. Meskipun ia bukanlah orang pertama yang menemukan bahwa suara dapat menyembuhkan, Dr. Hans Jenny, M.D. dari Basel Swiss mengumpulkan beberapa eksperimen yang menarik, dimana kita benar-benar dapat ‘melihat’ bagaimana sebuah suara bekerja.

Jenny menciptakan ‘simatik’ ketika dia meletakkan pasir, cairan atau bubuk lainnya di atas pelat logam yang dilekatkan pada sebuah osilator. Osilator pada dasarnya adalah vibrator, tetapi osilatornya dikendalikan oleh generator yang mampu menghasilkan ribuan jenis frekuensi. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di alam, dan yang lainnya diciptakan oleh manusia.

simatikDengan mengubah frekuensi pada osilator, Jenny menemukan bahwa pasir, air atau zat apa pun yang ia gunakan untuk menciptakan media yang terlihat, akan berubah menjadi beberapa bentuk yang sangat menarik ketika dipengaruhi dengan frekuensi suara tertentu.

Bentuk-bentuk ini menirukan sifat-sifat geometri ilahi, dan semakin tinggi frekuensinya, maka semakin kompleks pula bentuknya. Karena berbagai aspek dari fenomena ini asal-muasalnya adalah karena getaran, kita dihadapkan dengan spektrum yang mengungkapkan pembentukan, pola figuratif pada satu kutub dan proses dinamis kinetika. Di sisi lain, keseluruhan yang dihasilkan dan ditopang oleh periodisitas esensial.

Apa yang dia teliti adalah cara sederhana untuk mengamati materi menjadi hidup. Karena kita sekarang mengerti, melalui bidang yang muncul dari fisika kuantum, pola-pola itu muncul melalui gelombang energi, eksperimen ini menunjukkan pada ilmuwan fenomena serupa. Dalam masyarakat Sumeria kuno, ini adalah fakta yang sudah diketahui.

Inilah sebabnya mengapa praktik seperti mantra atau do’a-do’a tertentu disakralkan orang-rang sejak dahulu kala. Sebuah mantra suci ‘Om’/’Aum’, misalnya, dapat menghasilkan frekuensi tertentu untuk mempengaruhi ‘materi’dan mengubah medan energi di sekitarnya.

Jenis nyanyian yang kita nyanyikan mampu menghadirkan efek menenangkan, memberi semangat, dan bisa juga membantu kita hidup damai dengan dunia di sekeliling kita dan dengan satu sama lain,” kata Abbot Philip Lawrence, seorang sarjana mantra yang juga memimpin Biara Kristus Di Gurun, rumah bagi para biarawan Benediktin dari Abiquiu, New Mexico.

“Nyanyian memiliki beberapa efek aneh pada gelombang otak menurut berbagai penelitian,” lanjut Abbot Philip, tetapi efek ini tentu saja lebih berfokus pada maknanya daripada suara yang dihasilkan atau membaca yang terlihat.”

Selalu menjadi harapan kita semuanya bahwa apa yang kita nyanyikan akan membawa orang lain dalam perasaan kedamaian, ketenangan batin dan bersyukur. Nilai-nilai ini dapat membantu menciptakan dunia dimana kedamaian dan ketenangan terus berlaku.”

Suara dan Rasio Emas
Kemungkinan penyembuhan hebat dapat dilihat dalam ilmu suara. Gambar Sri Yantra, sebuah mandala yang diciptakan oleh frekuensi suara, adalah representasi dari salah satu metode penemuan frekuensi suara tertua di dunia.

Ada yang menyebutnya sebagai manifestasi suara ilahi. Segitiga yang muncul di Sri Yantra sangat terintegrasi berdasarkan angka ilahi, Pi, yang juga merupakan dasar dari rasio emas, Phi.

Filosof Yunani, Pythagorus memahami suara dan geometri ilahi, dan itu ditulis oleh Euclid dalam “Elemen” sekitar 300 SM, oleh Luca Pacioli, seorang kontemporer Leonardo Da Vinci dalam “De Divina Proportione” pada 1509, oleh Johannes Kepler sekitar 1600an. Banyak orang yang tahu tentang matematika ‘kosmis’ ini, dan kekuatannya untuk menyembuhkan sepanjang masa. Harmonik suara berfungsi untuk mengembalikan keteraturan dari kekacauan.

Penyakit, bisa dibilang adalah bentuk kekacauan atau ketidakseimbangan di dalam tubuh. Menurut Dr. Robert Friedman, hubungan antara Golden Ratio atau Rasio Emas dan kesehatan ideal adalah sesuatu yang berkaitan.

Selama residensinya di media pada tahun 1980-an, Dr. Friedman mulai mengamati Rasio Emas di seluruh tubuh manusia — pada tingkat anatomis, fisiologis, dan molekuler.

“Semakin dalam saya melihat, semakin dalam saya menemukan kode luar biasa memiliki pola di seluruh struktur dan fungsi tubuh. Bahwa jika seseorang dapat menyelaraskan dengan prinsip hebat ini, maka semakin efisien kelangsungan hidup seseorang.” kata Friedman.

Frekuensi penyembuhan

“Masalah emosional yang belum terselesaikan menghalangi vibrasi penyembuhan atau menyebabkan keadaan penyakit kembali.” – R Gordon. Penyakit ibarat retakan dalam kristal kuarsa yang sempurna.

Selama ribuan tahun, mereka yang telah mempelajari ilmu bunyi, telah memahami bahwa frekuensi tertentu dapat menyembuhkan tubuh manusia.

Secara keseluruhan, Anda mencoba untuk menciptakan resonansi – “Ketika dua sistem berosilasi pada frekuensi yang berbeda, ada kekuatan yang mendorong yang disebut resonansi, dimana menyebabkan keduanya mentransfer energi dari satu ke yang lainnya.

Ketika dua sistem yang disetel serupa bergetar pada frekuensi yang berbeda, ada aspek lain dari transfer energi yang disebut entrainment ini, yang menyebabkan mereka membentuk pola baris dan bergetar pada frekuensi yang sama. “, papar Richard Gordon.

Frekuensi tertentu sangat menyembuhkan bagi tubuh manusia

Ketika kita mampu mendengarkan frekuensi penyembuhan lebih dalam, tubuh dan pikiran kita bergetar selaras. Berikut frekuensi-frekuensinya :

285 Hz – Sinyal penyembuhan sel dan jaringan. Meremajakan sel-sel tubuh.

396 Hz – Membebaskan rasa bersalah dan emosi ketakutan. Mengganti dengan getaran yang lebih tinggi.

417 Hz – Membantu ‘melepas’ situasi yang menantang. Menenangkan saat berada pada situasi sulit.

528 Hz – Menyembuhkan DNA, memperbaiki sel, dan membangkitkan kesadaran.

639 Hz – Getaran yang terkait dengan jantung. Menghadirkan perasaan cinta untuk diri sendiri dan orang lain. Untuk menyeimbangkan hubungan.



741 Hz – Membersihkan sel dan menyembuhkan dari paparan radiasi elektromagnetik. Membantu mengubah seseorang menjadi ‘lebih berdaya’, sehingga mereka dapat menciptakan realitas yang mereka inginkan.

852 Hz – Membangkitkan intuisi dan mempertajamnya juga.

963 Hz – Mengaktifkan kelenjar pineal.

* Catatan : Anda bisa menemukan frekuensi-frekuensi diatas lewat YouTube jika ingin mengetahui lebih lanjut.

Tentu saja, ada banyak frekuensi suara lainnya, bahkan tidak terjangkau pendengaran manusia, tetapi tetap bisa menyembuhkan. George Lakhovsky, seorang insinyur Rusia juga mempelajari kekuatan suara. Dia mengerti bahwa frekuensi tertentu akan membuat hidup menjadi lebih berdaya.





Loading...
Bagikan :