Bagikan :

skizofrenia, penyebab skizofrenia, pengobatan skizofrenia
Skizofrenia : Penyebab dan PengobatanSkizofrenia (Schizophrenia) adalah gangguan perkembangan otak yang ditandai dengan pasien yang memiliki kelainan dalam persepsi. Seorang dokter dapat membantu dalam mengobati gangguan ini. Baca terus untuk mengetahui tentang penyebab dan pengobatan gangguan ini.

Orang yang menderita gangguan otak ini sering dikenali dengan lemahnya konsentrasi, kurangnya kemampuan pemecahan masalah, dan kehilangan minat dalam dirinya atau dunia sekitarnya. Mereka menderita penyakit psikotik yang ditandai dengan gangguan mood, seperti cara tersenyum, tertawa, menyeringai yang tidak biasa dll. Seorang pasien mungkin juga menderita imobilitas apatis dan menunjukkan perilaku kekerasan, aksi vandalisme, kelainan motorik seperti mengerutkan kening, berperilaku aneh, ritual, atau perilaku stereotip lainnya.

Seorang individu yang menderita skizofrenia mungkin memiliki persepsi realitas yang benar-benar berbeda dari realitas yang dilihat orang lain. Dengan demikian, mereka hidup dalam dunia mereka sendiri, hidupnya terdistorsi oleh halusinasi dan delusi, mungkin merasa takut, cemas dan bingung. Tingkat keparahan ekstrim gangguan psikotik ini bahkan dapat menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri, kehilangan harapan dalam hidup, atau yang lebih parah bisa membunuh orang lain. Umumnya, skizofrenia terjadi selama masa remaja sampai pertengahan 30-an. Kadang-kadang, juga baru terlihat pada usia diatas 30-an.

Penyebab Skizofrenia
Seperti gangguan lainnya, skizofrenia terjadi karena berbagai sebab. Penelitian yang ekstensif telah menemukan bahwa ada dua penyebab utama yaitu, faktor lingkungan dan faktor genetik.

Faktor genetik
Gen memainkan peran penting dalam membawa risiko skizofrenia antara anggota keluarga. Individu yang memiliki kerabat dekat dengan skizofrenia lebih rentan mengembangkan gangguan tersebut. Dalam sebuah keluarga, jika salah satu dari orang tua memiliki riwayat penyakit ini, maka anak juga akan menanggung risikonya. Seseorang dapat mengembangkan skizofrenia karena tingginya tingkat risiko genetik. Individu yang memiliki kerabat seperti bibi, paman, kakek-nenek atau sepupu dengan penyakit ini juga dapat mengembangkan skizofrenia lebih mungkin daripada populasi umum.

Faktor lingkungan
Ada banyak faktor lingkungan yang menyebabkan skizofrenia pada seseorang. Ini bisa dipicu dari paparan virus, kekurangan gizi dalam kandungan, masalah selama kelahiran dan faktor psikososial seperti stres. Seringkali seorang wanita hamil terinfeksi oleh infeksi virus. infeksi virus ini dapat merusak sistem saraf bayi sebelum lahir.



Stres
Skizofrenia juga bisa terjadi karena stres yang terlalu berat. Ada berbagai faktor pemicu stres seperti kemarahan, frustrasi, penderitaan, depresi dan kecemasan. Semua faktor ini menyebabkan gangguan psikotik, seperti halusinasi, delusi, pikiran kacau, ekspresi emosional yang abnormal dan persepsi realitas yang terdistorsi. Banyak orang menderita stres yang ekstrim dari masa kecil mereka sampai dewasa. Penderitaan ekstrim akibat stres ini jika terus terakumulasi sampai jangka waktu yang lama dapat menyebabkan skizofrenia.

Ketidakseimbangan kimia pada otak
Terlepas dari faktor genetik dan lingkungan, skizofrenia juga bisa terjadi karena ketidakseimbangan reaksi kimia di otak. Menurut hasil penelitian, ketidakseimbangan neurotransmiter, seperti dopamin dan glutamat dapat menyebabkan skizofrenia.

Pengobatan
Ada berbagai jenis skizofrenia, seperti jenis disorganisasi, paranoid, residual, yang dapat diobati dengan konseling dan pengobatan yang tepat. Dokter bisa mengobati skizofrenia setelah mencari tahu akar penyebab dari penyakit. Tujuan utama dari pengobatan adalah untuk membasmi gejala dan mengurangi keparahan penyakit. Pengobatan skizofrenia dibahas di bawah ini :

Obat
Untuk mengobati skizofrenia beberapa obat anti-psikotik disarankan oleh dokter. Misalnya, haloperidol dan chlorpromazine berguna untuk mengurangi kecemasan dan masalah delusi, sementara obat lain seperti risperidone, olanzapine dan quetiapine membantu dalam mengurangi risiko kambuh. Namun, obat-obat ini harus diambil hanya di bawah bimbingan yang tepat dari dokter.

Untuk mencegah dan mengobati perilaku bunuh diri pada pasien, obat-obatan antipsikotik dapat digunakan. obat-obatan antidepresan, seperti nortriptyline, sertraline digunakan untuk mengurangi depresi. Ada obat antikonvulsan lainnya, yang membantu dalam mengurangi kecemasan dan kegelisahan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengurangi efek dari ketidakseimbangan dalam reaksi kimia otak. Selain itu, membantu dalam mengurangi segala macam gejala psikotik, seperti depresi, halusinasi, delusi, gugup, dll.

Penggunaan yang tepat dari obat membantu pasien skizofrenia untuk bertindak lebih efisien. Namun, obat-obatan ini memiliki efek samping juga. Dalam kasus tersebut, konseling profesional yang tepat selalu dianjurkan untuk menghilangkan penyebab skizofrenia.

Bantuan emosional
Cinta kasih, perawatan, dan dukungan dari seluruh keluarga serta masyarakat, efektif dalam mengobati pasien yang menderita skizofrenia. Cinta dan perhatian dari anggota keluarga dapat mengurangi depresi, kegelisahan, dan masalah psikotik lainnya dari korban.

Skizofrenia adalah gangguan kronis yang membutuhkan perhatian dan perawatan penuh secara terus-menerus. Kadang-kadang terapi suportif atau rehabilitasi juga dapat terbukti membantu pasien skizofrenia. Mereka harus menjalani pengobatan secara teratur sesuai pengawasan dokter.



Loading...
Bagikan :
home