Bagikan :

cuci otak, cuci otak dalam islam, cuci otak dr terawan, ciri-ciri orang yang terkena cuci otak, cuci otak bahasa inggris, cara menyembuhkan cuci otak, terapi cuci otak adalah



Meskipun sangat tidak mungkin bahwa Anda menjadi target pencucian otak yang disengaja, tetapi ada kemungkinan juga bahwa Anda selama ini dipengaruhi dengan beberapa teknik umum yang terkait dengan praktik ini. Berikut adalah beberapa metode umum yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari Anda dan apa saja yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya. Baca terus…

Apa sebenarnya pencucian otak? Wikipedia memaparkan definisi ringkasnya :
Pengendalian pikiran (juga dikenal sebagai pencucian otak, persuasi paksa, penyalahgunaan pikiran, pengendalian pikiran, atau reformasi pemikiran) mengacu pada suatu proses di mana suatu kelompok atau individu “secara sistematis menggunakan metode manipulatif secara tidak etis untuk membujuk orang lain agar mempercayai apa yang dikatakan manipulator. ), dan seringkali merugikan orang yang dimanipulasi “.

Pada dasarnya, cara ini adalah bentuk manipulasi ekstrem. Kita sering menganggap praktik seperti ini hanya omong kosong dan tidak mempertimbangkan eksistensinya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, teknik yang digunakan dalam cuci otak sebenarnya sering dimanfaatkan oleh marketer, pengiklan, jaringan berita (penyebaran hoax), politisi, dan sebagainya. Teknik cuci otak yang paling umum digunakan seperti :

  • Manipulator menawarkan sejumlah pilihan, tetapi semua pilihan mengarah pada kesimpulan yang sama.
    Ide/gagasan atau frasa yang sama sering dicapkan berulang-ulang agar benar-benar melekat di dalam ingatan Anda.
  • Mencoba melemahkan kecerdasan seseorang secara terus-menerus, dilakukan dengan memberikan informasi konstan tentang berbagai subjek. Ini menjadikan Anda agar memiliki ingatan yang pendek (blank), dan jawaban yang diberikan oleh manipulator menjadi sangat masuk akal karena Anda sudah tidak sanggup berpikir jernih sesuai apa yang Anda yakini sendiri.
  • Manipulasi emosional digunakan untuk membuat Anda agar terpancing secara emosional, karena ini membuat Anda lebih sulit untuk menggunakan logika. Teknik memanipulasi emosi ini bekerja dengan cara menginduksi rasa takut dan amarah kepada targetnya. Ini adalah teknik manipulasi paling populer saat ini, apalagi terkait dengan isu-isu politik.
Baca Juga -  Apakah Anda Mengasuh Anak Indigo?

Saat membaca daftar ini, Anda mungkin dapat memikirkan beberapa contoh teknik ini. Tayangan berita soal politik baik di sosial media maupun televisi seringkali mengulangi pesan yang konsisten ketika mereka ingin menyampaikan maksud mereka. Cuplikan informasi pendek juga merupakan taktik umum dalam jaringan berita. Pengiklan juga memakai teknik ini dalam menawarkan pilihan yang semuanya mengarah pada produk mereka. Manipulasi emosional adalah hal yang biasa terjadi di sebagian besar bentuk media – bahkan media yang tampaknya tidak berbahaya (seperti sinetron, film). Teknik-teknik ini ada di mana-mana. Mereka tidak bermaksud mengubah Anda menjadi zombie, tetapi mereka memberi tahu informasi yang dibungkus dengan teknik manipulatif ini supaya Anda percaya/mudah dikontrol demi meluluskan kepentingan mereka pribadi. Anda dapat menghindarinya jika Anda merupakan pembaca/penonton proaktif.

Cara Menghindari Teknik Cuci Otak
Menghindari teknik cuci otak sebisa mungkin memang harus menghindari si pencuci otak itu sendiri, tetapi hal ini hampir mustahil mengingat teknologi informasi sudah berkembang sangat pesat. Pesan-pesan yang dikirimkan lewat media sosial, WhatsApp, dsb, hampir setiap hari kita baca. Salah satu contohnya berita politik misalnya, Anda tidak dapat menghindari segala jenis bentuk soal perkembangan negeri ini. Cara terbaiknya adalah jangan terjebak dengan judul berita yang dilebih-lebihkan. Jika apabila Anda terlanjur membaca, cobalah mencari referensi lain yang terkait dengan berita tersebut agar Anda dapat melihat sebuah persoalan secara keseluruhan atau dari sudut pandang yang berbeda, bukan berat sebelah. Yang perlu Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Identifikasi pesan manipulatif yang Anda terima.
  • Temukan pesan yang berlawanan, apakah itu manipulatif atau tidak. Juga usahakan menemukan sumber informasi yang paling netral dan tidak bias dari pesan yang sama. Anda bisa menimbang, bahwa segala sesuatu pasti ada pro dan kontranya.
  • Bandingkan semua sumber tadi dan kemudian tanyakan kepada hati terdalam Anda.
Baca Juga -  6 Cara Mewujudkan Mimpi Menjadi Kenyataan

Cuci otak, baik skala ringan atau ekstrem, dimungkinkan sebagian besar supaya orang bisa dikontrol. Jika Anda hanya mendengar pesan cuci otak secara teratur (tanpa disadari), dan jarang (atau tidak pernah) mencari tahu kebenarannya terhadap alternatif lainnya, Anda akan jauh lebih mungkin menerima apa yang Anda dengar/lihat tanpa berpikir (mudah percaya). Jika Anda ingin menghindari teknik cuci otak yang dibahas dalam postingan ini, cara terbaiknya adalah Anda harus memperbanyak informasi/wawasan dari segala sumber daripada hanya menerima pesan viral yang dikirimkan orang-orang tidak bertanggung jawab. Bagaimanapun, itulah misi utama dari manipulator tersebut.





Loading...
Bagikan :