Bagikan :

cara mengendalikan pikiran, melatih kekuatan pikiran, pengendalian pikiran, cara mengendalikan pikiran negatif, cara fokuskan pikiran
13 Cara Belajar Mengendalikan Pikiran AndaTeknik mengendalikan pikiran adalah cara untuk mencapai kontrol atas pikiran dan emosi. Metode ini adalah sarana untuk membawa banyak perubahan positif dalam diri Anda. Bramardianto.com memberikan sedikit ulasan tentang teknik yang dapat Anda gunakan untuk belajar mencapai kontrol diri.

“Pikiran bisa menjadi sahabat paling baik, sekaligus musuh paling jahat.”

Teknik pengendalian pikiran adalah alat untuk berkomunikasi dengan diri sendiri, memahami semua kemampuan yang Anda miliki, dan belajar bagaimana menggunakan kekuatan Anda untuk memperbaiki diri sendiri. Teknik-teknik pengendalian pikiran membantu Anda mengambil alih emosi Anda, memandu pikiran Anda, dan mengembangkan kontrol diri yang dapat membawa Anda jauh menelusuri kehidupan Anda. Teknik ini membantu melatih pikiran Anda untuk digunakan potensinya dalam mengatasi situasi sulit. Belajar teknik dan berlatih secara teratur membantu meningkatkan kemampuan mental Anda, bekerja secara efektif, mengatasi kesulitan, dan menemukan ketenangan jiwa. Berikut ini saya memberikan beberapa teknik yang efektif untuk mengendalikan pikiran Anda sendiri.

1. Berhenti dan atur napas
Hentikan pikiran Anda yang tak terkendali dengan mengambil jeda. Ambil beberapa tarikan napas dalam-dalam untuk menenangkan diri sebelum melanjutkan lagi aktivitas Anda, supaya Anda dapat menelaah pikiran dengan jernih dan kepala dingin. Sejenak pusatkan pikiran melakukan pengaturan napas, Anda telah memberi jarak antara diri dan pikiran sehingga lebih mudah mengelolanya. Penelitian telah menunjukkan bahwa diperlukan 90 detik bagi pemicu neurokimia untuk memudar dari otak dan kembali lagi pada kimia otak normal. Jadi, cobalah menghitung sampai 90 untuk menenangkan diri.

2. Nikmatilah saat-saat ini
Terus merenungkan masa lalu yang sudah pasti tidak bisa Anda ubah, atau membayangkan masa depan, yang tidak mungkin dapat Anda prediksikan, jelas menyebabkan hilangnya kendali atas pikiran. Fokuslah pada saat ini dan di sini-lah keadaan paling nyata yang dapat Anda kendalikan. Dengan demikian, pikiran Anda akan mengikuti. Banyak praktisi spiritual menyarankan untuk menikmati hidup pada saat ini yang mendorong ketenangan dan kedamaian batin. Ajukan pertanyaan sederhana untuk diri sendiri, ‘apa yang dapat kulakukan sekarang untuk mengubah apa yang kurasakan?’

3. Telusuri beban pikiran Anda tanpa menghakimi
Setelah berhenti, kembalilah pada pikiran Anda tanpa mengkritik diri. Pikirkan mengapa Anda bisa memiliki pikiran seperti itu dan apa yang membuat Anda merasa kehilangan kendali atas otak Anda sendiri. Memandang pikiran secara objektif akan membantu Anda memahaminya tanpa memancing keluar emosi negatif. Jika Anda mengalami kesulitan, tuliskan semua pikiran tersebut dan baca kembali keras-keras.

4. Ambil tindakan untuk mengatasi pikiran Anda
Berdiam diri memikirkan ide tanpa segera bertindak hanya menciptakan lingkaran pikiran tak berujung. Buatlah rencana untuk mengatasi pikiran dan kekhawatiran Anda karena ketidakpastian sering kali berakar pada pikiran liar. Jika Anda tak kunjung berhenti memikirkan beban pekerjaan, buatlah rencana untuk memisahkan antara kehidupan kerja dengan kehidupan pribadi. Anda bisa mengambil cuti, tak banyak membawa pulang pekerjaan, atau mencari pekerjaan baru yang Anda suka. Biasanya kita tidak mampu mengendalikan pikiran karena takut bertindak mengatasinya. Setelah Anda menyusun rencana, Anda harus mengikutinya.



5. Tenangkan diri Anda dalam lingkungan yang nyaman
Dunia luar sangat mempengaruhi keadaan batin Anda. Jadi, jika Anda berada di lingkungan yang tidak membuat nyaman atau di luar kendali, pikiran Anda akan menyerap dan segera berubah mencerminkan perasaan itu. Putarlah musik terapi yang membuat Anda rileks atau pergilah ke “tempat favorit”. Aromaterapi seperti lavender, kamomil, dan dupa terbukti merilekskan dan dapat membantu Anda mengendalikan pikiran.



6. Alihkan pikiran Anda dengan melakukan aktivitas lain
Anda bisa berolahraga, menonton film, atau menelepon teman untuk mengalihkan pikiran dari masalah yang sedang mengganggu. Segera lakukan sesuatu, jangan biarkan diri Anda berlama-lama duduk diam dengan pikiran melayang ke mana-mana. Catat aktivitas yang membantu Anda rileks dan masukkan ke dalam jadwal mingguan. Akan tetapi, ingatlah bahwa cara ini merupakan solusi jangka pendek. Anda tetap harus berusaha menyibukkan pikiran ketika sulit mengatasinya.

7. Bicaralah dengan seseorang untuk mengeluarkan pikiran Anda
Perspektif baru sering kali dapat menjernihkan pikiran dalam hitungan menit, dan berbagi dengan orang lain mencegah masalah tersebut terulang lagi di dalam pikiran Anda. Orang-orang terbaik yang bisa Anda temui untuk berbagi pikiran bisa teman-teman, orang tua, dan terapis profesional.

8 .Jangan coba memilih pikiran Anda, tetapi kendalikan saat pikiran itu datang
Otak manusia adalah organ luar biasa yang dapat membuat lompatan imajinatif, mengingat kenangan, dan menemukan pemahaman dalam waktu singkat, dan Anda tidak akan pernah dapat mengendalikan semua pikiran yang berlalu-lalang. Pikirkan cara untuk lebih mengendalikan pikiran yang muncul saat ini, bukan menekan pikiran yang tidak ingin Anda miliki.

9. Utamakan kesehatan mental dan pikiran
Pelihara otak Anda dengan mengupayakan tidur setidaknya 7-8 jam setiap malam, mengelola tingkat stres, dan mempertahankan pandangan positif mengenai hidup. Konsumsi makanan sehat dan olahraga teratur dapat mendorong kesehatan mental dan fisik.

10. Ketahui kejadian yang memicu beban pikiran
Walaupun memang tidak seharusnya kita menghindari semua masalah, berhati-hatilah terhadap apa saja yang dapat menggerakkan pikiran Anda ke arah negatif dan siapkan diri ketika peristiwa itu terjadi. Selalu siapkan diri Anda supaya berakhir dengan aktivitas yang memicu pikiran positif, seperti mengerjakan karya kreatif, meluangkan waktu bersama keluarga, atau membaca buku yang bagus, sehingga Anda bisa menyibukkan diri dengan memikirkan hal-hal yang Anda sukai. Luangkan waktu sejenak setiap harinya untuk mengambil jeda dan mensyukuri hidup Anda. Berhati-hatilah pada pikiran Anda selama “momen pemicu” berlangsung. Sekali lagi, jangan mencoba menghakimi atau mengkritik diri sendiri.

11. Lakukan meditasi
Selama ratusan tahun, meditasi telah menjadi sarana vital untuk menenangkan dan mengendalikan pikiran. Sesibuk apapun carilah waktu untuk bermeditasi setiap hari walaupun hanya 5-10 menit, khususnya pada hari-hari ketika pikiran Anda sangat sulit dikendalikan. Meditasi bahkan terbukti bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan jantung.

12. Rangkai kembali pikiran Anda dalam cara yang positif dan hati-hati
Cara ini akan membantu pikiran menyesuaikan diri dengan dunia sekitar, sehingga Anda dapat memahaminya dengan lebih baik. Sebagai contoh, daripada mencemaskan atasan akan memecat Anda karena tidak menyukai kinerja Anda, pahami bahwa ia juga memikirkan nasib karyawan lain, perusahaan, atasannya sendiri, dsb. Pada dasarnya, ini bukan menyangkut perasaannya tentang Anda.

13. Sadari, ada banyak hal yang memang diluar kendali Anda
Jangan terobsesi pada hal-hal yang sudah pasti tidak dapat Anda kendalikan, seperti mencoba mengendalikan orang lain. Lebih baik fokus pada diri sendiri saja. Saat memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali, ingatkan diri bahwa satu-satunya hal yang bisa Anda kendalikan adalah diri Anda sendiri. Bukan berarti Anda tidak boleh mencoba menciptakan dampak pada lingkungan sekitar. Justru Anda selalu mampu menciptakan dampak terbesar pada pikiran Anda sendiri yang nantinya ikut berpengaruh terhadap lingkungan sekitar Anda.

Metode belajar mengendalikan pikiran ini, jika diterapkan dengan cara yang benar dapat membantu memperkuat pikiran Anda dan menuntun Anda untuk mencapai kontrol diri. Jika Anda bertujuan untuk mencapai sesuatu yang spesifik melalui teknik ini, segera carilah bimbingan pada ahlinya.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."