Bagikan :

penghalang cinta, penghambat cinta, pemblokir cinta

5 Hal Penghalang Cinta Kasih“Tugasmu bukanlah menemukan cinta, tapi sepenuhnya mencari dan menemukan segala tembok penghalang (bagimu untuk mendapatkan) cinta yang engkau bangun di dalam dirimu” – Rumi.

Tidak peduli berapa usia Anda, latar belakang Anda, atau sistem kepercayaan spiritual Anda, cinta dan hubungan sangat dibutuhkan semua orang.

Kita semua di sini untuk belajar mencintai, banyak metode penyembuhan diri kita dalam kehidupan ini berasal dari hubungan kita sendiri, terutama mencintai tanpa syarat.

Cinta itu sebenarnya mudah, namun kadang kita terlalu membebani diri kita sendiri untuk menerima cinta. Pengalaman masa lalu dan sistem kepercayaan, dapat menyebabkan rasa untuk mencintai menjadi terhalang atau sulit.

5 Faktor Penghambat Rasa untuk Mencintai

Jika Anda mengalami kesulitan mewujudkan hubungan yang positif mungkin layak melihat ini 5 hal umum penghalang rasa untuk mencintai :

1. Takut Dikritik
Apakah Anda merasa malu/marah ketika seseorang mengkritik Anda? Apakah Anda mengalihkan atau mengubah percakapan ketika seseorang mengkritik penampilan Anda?

Belajar bagaimana untuk mengambil kritikan/pujian tanpa merasa bersalah atau merasa perlu untuk membalikkan, adalah salah satu langkah paling penting untuk membuka hati Anda untuk menerima lebih banyak cinta.

Jika Anda tidak dapat menerima pujian/kritikan dengan baik, kemungkinan Anda terhalang untuk menerima cinta.

Berlatihlah belajar bagaimana menyikapi, menghargai dan menerima diri sendiri untuk semua kritikan/pujian yang Anda terima.

2. Takut Membuka Hati
Untuk menerima cinta, Anda harus membuka hati untuk memberikan cinta. Membuka hati untuk memberikan cinta berarti Anda tidak hanya mencintai dan percaya pada diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar Anda.



Hal ini kadang menantang/memerlukan waktu panjang, terutama jika Anda melihat dunia ini sebagai tempat yang dingin dan keras. Tetapi semakin Anda mulai membuka ruang di dalam hati Anda, semakin Anda akan menarik pengalaman positif.

Untuk prakteknya, mulailah dengan memberikan senyum pada orang yang Anda temui di jalan. Tindakan kecil ini membantu untuk membuka hati Anda dan mengundang kepercayaan dan kasih sayang ke dalam hidup Anda.

3. Takut Tidak Menjadi Cukup Baik
Setiap orang memiliki rasa takut, itu sangat normal dan menjadi bagian dari kehidupan. Caranya adalah dengan tidak membiarkan ketakutan Anda terus menakut-nakuti kehidupan Anda.

Bila Anda menyimpan rasa takut bahwa Anda tidak cukup baik, cukup kaya, cukup pintar, atau cukup ganteng/cantik, Anda langsung memblokir aliran cinta dan keberkahan ke dalam hidup Anda.

Ketika Anda mau menerima diri sendiri, semua kekurangan dan kelebihan, Anda sudah membuka ruang di hati dan melepaskan penghambat yang menahan Anda untuk menerima cinta.

Untuk prakteknya, Anda harus belajar memaafkan. Ini berarti Anda harus menerima dan memaafkan semua hal dalam diri yang selama ini membebani hati Anda. Dengan cara memaafkan, semua beban emosi tidak lagi menjadi bagian dari sistem kepercayaan Anda dan kemudian berganti dengan pikiran positif dan menggembirakan.



4. Suka Menghakimi Diri Sendiri dan Orang Lain
Apakah Anda cepat menghakimi orang lain berdasarkan tindakan atau penampilan mereka?

Bila Anda memiliki kebiasaan suka menilai orang lain atau berbicara buruk tentang orang lain, itu tidak hanya menurunkan getaran Anda tetapi juga menutup hati Anda untuk mencintai.

Menghakimi orang lain dengan perkataan kasar juga merupakan tanda bahwa Anda cepat untuk menilai diri sendiri dan tindakan Anda sendiri, yang justru mengarahkan Anda jauh dari cinta kasih dan dipenuhi ketakutan.

Alih-alih menghakimi diri sendiri dan orang lain, cobalah untuk berlatih memberikan kasih sayang. Jadilah lembut dengan diri sendiri dan mencoba untuk membawa rasa pemahaman baru tentang bagaimana Anda melihat orang lain.

Ini bukan berarti Anda perlu untuk mentolerir perilaku buruk, Anda harus menemukan cara yang damai dan penuh kasih untuk menangani semua situasi kehidupan.

5. Kurangnya Aktualisasi Diri
Apakah Anda tahu apa yang Anda inginkan? Apakah Anda tahu apa yang benar-benar Anda cari?

Belajar untuk mengaktualisasikan diri tidak hanya bermanfaat untuk orang lain tetapi juga untuk diri sendiri. Itu adalah cara yang ampuh untuk membuka hati Anda.

Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. Tingkatan tertinggi dari perkembangan psikologis ini bisa dicapai bila semua tujuan dasar sudah dipenuhi dan memaksimalkan seluruh potensi dirinya, sehingga menarik energi positif lebih besar.

Temukan tujuan dasar diri sendiri dan manfaatkan potensinya, tanyakan hati Anda apa yang paling berharga untuk saat ini. Mungkin hubungan atau mungkin juga waktu untuk meraih kesuksesan. Tanyakan semua tujuan Anda dengan hati, itu adalah cara yang bagus untuk melepaskan penghalang.

Ada banyak cara lain yang menghambat hati untuk menerima dan memberikan cinta, namun hal yang paling penting adalah untuk tidak terjebak dalam situasi sulit, melainkan fokus bersikap lembut dengan diri sendiri dan berlatih memberikan kasih sayang.

Berikut adalah beberapa tips untuk membersihkan energi penghambat di sekitar jantung :

1. Ucapkan kata-kata afirmasi Ho’oponopono (metode metode penyembuhan dari dalam ke luar yang berasal dari Hawaii), “Saya mengasihimu”, “Saya menyesal”, “Mohon maafkanlah saya”, “Terima kasih”. Ulangi afirmasi ini selama praktek meditasi Anda.
2. Menghabiskan waktu dengan teman-teman, keluarga dan orang yang Anda cintai. Tidak ada obat yang mujarab selain kegembiraan bersama orang-orang yang Anda kasihi.
3. Mengatur penarikan dan pengeluaran napas yang kita hirup sehari-hari.
4. Selalu bersyukur setiap hari.
5. Jadilah terbuka untuk menerima pengalaman baru seperti bertemu orang-orang baru dan pergi ke tempat-tempat baru
6. Prioritaskan suara hati Anda, belajar bagaimana mempertimbangkan setiap keputusan dengan hati Anda.
7. Berikan waktu dan ruang (jeda) untuk mencintai diri sendiri dan orang lain. Untuk yang muslim, sholat dan dzikir adalah bentuk dari jeda, dimana keadaan batin beralih dari mencengkeram urusan, menjadi melepaskannya. Saat kita tidak mau jeda, maka urusan dunia kita sendiri yang mengurus. Saat mau melakukan jeda, kesadaran kita bergeser ke kesadaran yang lebih luas menuju ke kondisi menerima dan urusan dunia akan di urus oleh Allah SWT. Jadi, ketika di “Dalam” telah selesai maka “diluar” akan selesai dengan sendirinya. Sesuai dengan janjiNya, “Kerjakan urusanKu maka segala urusanmu AKU yang selesaikan”.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."