karma, cara kerja karma, cara menyeimbangkan karma
Mekanisme Karma dan Cara MenyeimbangkannyaKarma menurut definisi adalah akumulasi energi dari pengalaman hidup Anda sebelumnya hingga hari ini yang akan terus-menerus berputar menyeimbangkan diri. Seringkali kita bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang telah aku perbuat sampai mengalami kesialan bertubi-tubi seperti ini? Aku ini orang baik dan mencoba untuk melakukan hal yang baik, tapi kenapa masih saja tetap memiliki nasib buruk dan terus menghadapi cobaan berat?”. Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini harus dilakukan dengan penelusuran karma dan perjalanan jiwa.

Setiap orang di dunia ini sengaja atau tidak sengaja pasti pernah menyakiti orang lain, entah itu hanya berupa pikiran atau sampai mengarah pada tindakan kasar. Dan sekarang kita harus mengalami sendiri perlakuan yang sudah pernah kita lakukan terhadap orang lain menimpa diri kita berupa “nasib buruk”. Jujur, sebenarnya tidak ada seorangpun yang memiliki “nasib buruk”. Keadaan yang tidak menguntungkan adalah hasil dari pengalaman hidup masa lalu, pengalaman ini terus berjalan sepanjang waktu, memberi pelajaran bagi jiwa untuk terus berevolusi. Memang sulit untuk dipahami mengapa jiwa memilih pengalaman-pengalaman ini. Tetapi kenyataannya, setiap jiwa memiliki kesempatan untuk mengalami pertumbuhan ketika dihadapkan pada pola negatif, cobaan, dan berbagai bentuk perjuangan.

Saya juga ingin menunjukkan bahwa pengalaman karma kita bukan hanya dari tindakan yang kita buat, tetapi juga berupa pikiran, emosi, dan niat kita. Maka, jadilah sadar diri terhadap apa yang Anda berikan dan niat Anda sehari-hari.

Bisakah memperbaiki karma negatif?
Kabar baiknya adalah bahwa kita dapat memperbaiki dan meminimalkan karma negatif. Dengan mengamati perilaku hidup kita, maka kita dapat mengenali dan mengantisipasi pola yang mengarahkan kita ke potensi reaksi negatif (pikiran, perkataan, dan perbuatan) sebelum terakumulasi pada karma negatif. Proses mengoreksi diri dan menyembuhkan ego negatif kita adalah tujuan utama untuk memiliki pengalaman ini.



Akumulasi karma
Ada karma baik dan karma buruk. Oleh karena itu semua karma tidak selalu dipandang buruk! Sudah sifat manusia hanya berfokus pada peristiwa negatif daripada mengambil hal positifnya. Tetapi dengan mencari hikmah dibalik karma negatif yang kita miliki, kita sudah menciptakan energi syukur. Rasa bersyukur secara otomatis disimpan ke dalam pengalaman karma baik dan cukup efektif untuk menyeimbangkan energi negatif.

Garis waktu karma
Karma tidak selalu terjadi seketika, jadi harap bersabar ketika Anda mencoba untuk menjadi positif dan melakukan hal yang benar. Orang sering menyerah, patah semangat dan memiliki disposisi negatif ketika mereka tidak mengalami perbaikan instan dalam hidup mereka. Ini adalah bagian yang rumit dari karma, seringkali menjadi misteri ketika pola hidup kita mulai berubah. Saran saya, tetap terus maju dengan dimulai dengan ketulusan niat Anda untuk menciptakan karma-karma baik. Hal-hal baik tentu akan menarik banyak kebaikan lainnya.



Bagaimana dengan perlakuan orang lain?
Satu-satunya karma yang perlu kita beri perhatian adalah karma kita sendiri, bukan orang lain. Setiap aksi, tentu memiliki reaksi. Jika orang lain telah sengaja atau tidak sengaja menyakiti Anda, akan ada ‘balasan’ yang akan menghukum mereka, baik dalam hidup ini atau di kehidupan lain. Jika kita sibuk membalas dendam, kita terus menciptakan karma negatif untuk diri kita sendiri. Hal terbaik untuk dilakukan dalam situasi seperti ini adalah memaafkan mereka. Memang sangat berat dan tidak mudah, tetapi kesabaran Anda akan membuahkan karma positif di kemudian hari.

Sekarang kita mengerti bahwa ada sebab dan akibat dalam hidup kita yang tidak hanya berkaitan dengan pola pasang-surut hidup ini, tetapi merupakan akumulasi dari seluruh kehidupan kita. Mudah-mudahan kita bisa menggeser cara pandang kita, secara sadar belajar menciptakan pengalaman karma yang lebih positif dan baik dalam hidup yang teramat singkat ini.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."