Mengapa Mengeluh Tidak Baik untuk Kesehatan AndaMeskipun boleh saja mengeluh sesekali, kita tidak harus membiarkan hal itu menjadi kebiasaan. Bramardianto.com menunjukkan beberapa efek buruk mengeluh bagi kesehatan seseorang.

mengeluh, sifat suka mengeluh

Istilah ‘prasangka buruk’ mengacu pada fenomena psikologis berdasarkan kecenderungan kita untuk lebih memperhatikan entitas negatif, yang mungkin dalam bentuk peristiwa, sifat, benda, dll. Studi telah membuktikan bahwa reaksi otak terhadap rangsangan negatif jauh lebih intens daripada rangsangan positif. Kita lebih cenderung untuk mengingat atau fokus pada hal-hal negatif daripada yang positif.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Biologi dan Psikologi Klinis di Universitas Friedrich Schiller di Jerman mengungkapkan bahwa jika kita berada bersama dengan orang-orang berperilaku negatif atau orang-orang yang suka mengeluh terus-menerus, menyebabkan otak kita juga memiliki reaksi emosional yang sama yang akan kita alami ketika berada dalam kondisi stres. Jika mengeluh membangkitkan respons pada otak seperti stres, hal ini jelas tidak baik untuk kesehatan kita.

Mengapa Kita Mengeluh?

Adakalanya  saat-saat ketika kita tidak ikhlas memberi pertolongan untuk orang lain. Maka, kita biasanya melampiaskannya dengan menggerutu, mengomel atau mengeluh sebagai mekanisme untuk mengatasi perasaan ketika kita benar-benar tidak senang dengan apa yang kita kerjakan. Bukannya kita mencoba dengan melakukannya dengan baik, tapi kita hanya ingin segala sesuatu bekerja dengan cara kita. Kita malah mencoba untuk menutupi ketidakmampuan kita dengan mengeluh tentang itu semua. Ini adalah keluhan ekspresif dimana pengeluh hanya ingin melampiaskan keluar perasaannya, tanpa ada maksud untuk memecahkan masalah sebenarnya. Pengeluh ingin melepaskan rasa frustrasi atau kemarahan terpendam, dan mengharapkan simpati dan pengakuan dari para pendengar. Keluhan juga dapat berperan penting dalam kehidupan kita, dengan tujuan positif yang mengarahkan seseorang untuk mendewasakan pola pikirnya.

Kadang-kadang, kita menggunakan keluhan sebagai permulaan percakapan. Percakapan yang dimulai dengan keluhan sering memiliki efek domino. Mengeluh bisa menular. Hal itu dapat menyebabkan pendengar untuk memasukkan keluhan nya dalam percakapan juga. Meskipun hal ini dapat membuat Anda merasa lebih baik, karena Anda mungkin berpikir bahwa Anda bukan satu-satunya orang yang menghadapi masalah, sehingga Anda tidak benar-benar mencari solusi. Bila Anda selalu berfokus pada hal yang negatif, hal itu dapat menjadi sangat sulit untuk berpikir tentang hal-hal yang positif. Mereka yang mengeluh cenderung tidak menikmati hidup, sedangkan orang-orang yang fokus pada aspek positif dari kehidupan lebih mungkin untuk memiliki kehidupan sosial yang lebih baik.

Tidak Mengetahui Kapan Berhenti Mengeluh

Meskipun hidup tidak pernah terus berjalan mulus, dan akan selalu ada hal-hal yang akan membuat kita tidak bahagia, atau mengeluhkan mengapa hal tersebut tidak pernah sesuai keinginan Anda. Meskipun tidak ada salahnya melampiaskan perasaan Anda sesekali, terus mengoceh tentang betapa tidak adilnya hidup ini bagi Anda, justru semakin tidak dapat membantu apapun kecuali membuat Anda merasa lebih tidak puas lagi. Teman-teman Anda awalnya mungkin datang untuk menyelamatkan Anda dan bersedia mendengarkan ketika Anda berkubang dalam kesedihan Anda, tapi ada batasan juga orang dapat mendengarkan. Akan datang suatu saat ketika mereka mungkin kehabisan kesabaran. Bila Anda sering berteriak-teriak tentang hal yang kurang menyenangkan bagi Anda, Anda berada dalam bahaya dicap sebagai pengadu kronis. Percayalah, tak seorang pun ingin mendengarkan tukang merengek dan mengeluh bahkan hanya sedikit kesulitan pun.

Kebiasaan Mengeluh

Mengeluh seringkali digambarkan sebagai reaksi kita terhadap hal-hal atau situasi yang tidak kita senangi. Namun, beberapa orang telah menjadikan mengeluh sebagai kebiasaan. Pikiran manusia sangat ahli ketika dihadapkan ke hal-hal rumit. Kita mulai tenggelam mengasihani diri sendiri, dan mulai menyalahkan orang lain atas situasi yang kita alami.

Tak henti-hentinya mengomel tentang hal-hal yang mungkin atau diluar kendali Anda hanya akan menyebabkan emosi negatif semakin menjalar. Tidak dapat disangkal bahwa kesehatan fisik dan kesehatan emosional tidak dapat dipisahkan. Ketidakpuasan bisa menyebabkan kita kehilangan fokus kita, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi produktivitas kita. Sikap negatif kemudian mulai terwujud dalam berbagai bidang kehidupan. Dan bukan berfokus pada cara-cara untuk memperbaiki apa yang mengganggu mereka, pengeluh cenderung menghabiskan waktu untuk melampiaskan rasa frustrasi mereka.



Apakah Mengeluh Menulari Orang Sekitar Anda



Ketika mengeluh sudah menjadi kebiasaan, tak peduli Anda mengeluh kepada siapa pun yang ada di sekitar Anda. Perasaan negatif yang berasal dari mengeluh dapat membunuh kreativitas dan inovasi. Pengeluh punya kebiasaan cenderung untuk datang dengan ide-ide keluhan baru, karena mereka sibuk mencari-cari kesalahan dan mencegah orang lain dari mencoba hal-hal baru karena mereka merasa bahwa itu tidak akan berhasil. Ketika Anda menghabiskan waktu dengan orang-orang yang terus-menerus mengeluh, Anda juga akan terjebak pada hal-hal yang negatif. Ini akan lebih memperburuk kreativitas dan pola pikir Anda. Hal ini dapat mempengaruhi cara Anda dalam memahami situasi Anda sendiri, dan bahkan orang-orang di sekitar Anda.

Dengan demikian, mengeluh dapat mempengaruhi kesempatan Anda untuk membentuk ikatan atau hubungan baik dengan orang lain. Meskipun melampiaskan keluar perasaan Anda mungkin sejenak memperbaiki keadaan pikiran Anda, kadang-kadang dapat memiliki efek buruk pada keadaan pikiran pendengar. Dalam penelitian terbaru, ahli saraf mengukur aktivitas otak dari orang yang mendengarkan orang lain yang mengeluh. Studi ini menyatakan bahwa paparan negatif yang timbul karena mendengarkan seseorang mengeluh, dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk memecahkan masalah. Meskipun tidak ada bukti konklusif mengenai efek mengeluh pada keterampilan seorang pemecah masalah, kita tahu bahwa sikap negatif memang mempengaruhi kesehatan emosional Anda.

Beberapa orang tampaknya berpikir bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau, dan itu menyebabkan mereka terus-menerus mengeluh. Sementara itu baik-baik saja untuk mengeluh sesekali, kan tetapi jika terus mengeluh sudah dibiarkan hingga menjadi kebiasaan, yang pasti akan mempengaruhi fisik dan kesehatan emosional dengan cara yang merugikan. Jadi, buatlah pilihan yang tepat dengan bersikap positif dalam menyikapi setiap permasalahan hidup.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."