pamer, orang suka pamer, kebiasaan pamer, menghilangkan kebiasaan pamer
Mengapa Orang Suka Pamer?Disadari atau tidak, secara tidak langsung didalam diri manusia sewaktu-waktu timbul keinginan untuk diakui, dipuji, dsb. Akhirnya mereka memproyeksikan diri dengan cara yang salah dengan pamer kebendaan dll. Memang ada kesenangan di dalamnya, namun kenikmatan yang berumur sangat pendek. Saat Anda keluar dari itu, kenyataannya sebenarnya menunggu Anda. Kesenangan sesaat akan berakhir dalam periode kesedihan besar. Dan sekali Anda berada dalam periode kesedihan itu, Anda mencoba untuk mencari kesempatan lain untuk pamer, dan siklus terus berlanjut. Jika Anda ingin keluar dari situ, tidaklah sulit. Artikel berikut akan sedikit menjelaskan untuk Anda.

Mengapa Orang Pamer
Sebagian besar dari kita tidak suka orang pamer karena kita menganggap bahwa mereka sombong karena mereka kadang-kadang menunjukkan kita tentang apa yang tidak/belum bisa kita miliki. Ada banyak jenis yang mereka pamerkan, seperti rumah mewah, mobil baru, perhiasan dsb. Dilihat dari sisi luar, orang pamer tampak bahagia, memiliki banyak hal yang diinginkan orang lain, dan kadang-kadang banyak prestasi. Tapi kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa didalam diri mereka sebenarnya jauh berbeda. Saya akan membawa Anda dalam pemahaman orang pamer, memahami bagaimana cara dia berpikir dan menunjukkan kebenaran dibalik kebiasaan ini.



Pamer sama dengan “Tolong, perhatikan aku!”
Anak-anak kecil mencoba untuk melakukan pemberontakan ketika orang tua mereka tidak memberi mereka banyak perhatian. Anak mungkin melakukan tindakan yang tampaknya aneh dan sangat beresiko demi mendapatkan perhatian dari orang tua. Tapi kenapa anak selalu berusaha mencari perhatian? Karena ia percaya bahwa perhatian yang didapatnya dirasakan belum cukup. Hal seperti itu juga sama dengan seseorang yang pamer. Awalnya, mereka ingin agar orang lain mau melihat dan mengakui demi mendapatkan pujian. Tapi, ketika giliran mereka dicibir pasti secepatnya menanggapi dengan memamerkan lagi semua yang dimilikinya.

Singkatnya, berikut ini adalah kebenaran tentang orang pamer :

1. Mereka merasa bahwa mereka tidak diperhatikan atau diakui : orang suka pamer percaya bahwa mereka tidak mendapatkan perhatian yang layak, sehingga mereka memamerkan diri untuk mengirim satu pesan yang jelas, “Ini aku, lihat!”. Jadi sebenarnya orang pamer adalah mengemis kepada Anda agar melihat dia.
2. Mereka peduli tentang pendapat orang : Ada sebagian orang tidak terlalu peduli pendapat orang lain tentang diri mereka dan tidak memiliki dampak yang signifikan pula pada kebahagiaan mereka. Untuk orang pamer malah sebaliknya. Pendapat orang lain adalah hal yang paling penting dan jika mereka gagal merebut perhatian orang lain, mereka merasa benar-benar tidak berguna.
3. Beberapa dari mereka percaya bahwa orang lain meremehkan mereka : karena percaya bahwa orang lain meremehkan mereka, orang pamer melakukan segala cara untuk memamerkan sifat terbaik mereka untuk membuktikan bahwa mereka layak.

Apakah Pamer itu Buruk?
Hal ini tergantung pada jenis pamer yang Anda gunakan. Semua petunjuk sebelumnya berbicara tentang menunjukkan secara sadar dimana orang merasa punya keinginan yang kuat untuk membiarkan orang melihat dia, dan ini adalah jenis yang buruk dan akan berakhir pada sifat sombong.

Di sisi lain, jika Anda memamerkan karena Anda ingin menyampaikan apa yang Anda ketahui tentang manfaat kebaikan tertentu bagi orang lain, maka tidak ada masalah selama Anda melakukan ini secara sadar dan tidak ada niatan buruk.



Bagaimana Menghilangkan Sifat Suka Pamer?
Karena pamer adalah penyakit hati yang ditimbulkan ego, maka Anda harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Orang yang suka pamer sebenarnya jiwanya lemah, pikirannya selalu dipenuhi ‘keinginan-keinginan’ duniawi, tetapi batinnya kosong. Jika Anda muslim, sempatkanlah sebentar untuk berdzikir mengingatNya sambil menarik nafas halus ketika timbul keinginan untuk pamer. Memang agak susah, karena kadang manusia mempunyai sifat tidak mau kalah. Tetapi, jika mulai dibiasakan, lama-kelamaan semua keinginan untuk pamer akan hilang dengan sendirinya. Mintalah keluarga atau sahabat untuk mengingatkan jika Anda mulai lupa. Bagaimana jika orang terdekat kita yang pamer?Ingatkanlah dia secara halus, tetapi jika bersikeras tidak mau berubah, jangan marah. Do’akan saja dengan tulus agar dia lekas sadar. Anda tidak bisa mengubah kebiasaan buruk ini dengan kekerasan.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."