menikah, kapan nikah, pertanyaan kapan menikah, menjawab pertanyaan pernikahan
Menghadapi Pertanyaan ‘Kapan Kamu Menikah?’Apakah orang-orang terus mengganggu Anda dengan pertanyaan itu? Apakah itu sangat mengganggu Anda ketika mereka menanyakannya saat ditengah-tengah orang banyak? Apakah orang-orang selalu mengatakan bahwa Anda harus menikah dan punya anak sebelum terlambat? Simak semuanya dalam artikel ini.

Biasanya pertanyaan seperti, ‘Kapan Kamu Nikah?’ atau ‘Sudah Berapa Anakmu Sekarang?’ selalu dilontarkan kerabat atau orang-orang ketika menghadiri pesta pernikahan, reuni, atau acara kumpul keluarga. Apalagi, jika Anda masih berstatus single atau bujang. Tentunya pertanyaan seperti ini agak sedikit ‘mengganggu’. Bagaimana tidak mengganggu?seharusnya pertanyaan seperti ini sama dengan kita menanyakan ketentuan dari Tuhan. Sama seperti rezeki dan kematian, urusan jodohpun juga kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya.

Nah, dalam artikel berikut saya tuliskan beberapa jawaban untuk menjawab pertanyaan seputar perkawinan dan anak-anak. Pastinya dengan jawaban yang sopan agar tidak menyinggung perasaan si penanya.

Cara Menjawab Pertanyaan Tentang Pernikahan dan Anak-anak

1. Kenapa kamu belum juga menikah? : Ya, mudah-mudahan akan segera bertemu jodoh untuk saya di waktu dekat ini. Minta do’anya.
2. Punya suami/istri dan anak-anak pasti tambah rezeki : Memang bener sih, tapi kalau urusan jodoh apa harus dikejar sampai dapet?kalau belum dipertemukan gimana?apa masih dikejar?
3. Kalau nggak nikah, ntar jadi perawan tua (bujang lapuk) lho! : Maunya sih saya pengen nikah, coba dong dikenalin sama temenmu. Jadi, aku usaha kamu juga usaha.
4. Semua teman kamu sudah menikah, kamu kok belum? : Bagi saya, menikah bukan perlombaan. Jadi, lebih baik saya menunggu orang yang ditentukan Tuhan untuk menjadi pasangan hidup selamanya daripada terburu-buru dan gagal.
5. Jadi kapan waktu yang tepat buatmu untuk menikah : Waktu yang tepat adalah ketika saya menemukan orang yang yang mau menerima saya apa adanya.
6. Nikah itu biar nggak kesepian : Jadi menikah karena alasan merasa kesepian? Saya menikah untuk melengkapi kebahagiaan. Bukan biar nggak kesepian. Banyak juga pasangan yang menikah masih saja merasa kesepian.
7. Kenapa kau tidak menikah saja? : Sayangnya, sampai saat ini belum ada seorang yang cukup baik bagi saya untuk berbagi hidup.
8. Kalau cari yang sempurna, kamu nggak nikah-nikah : Saya tidak mencari orang yang sempurna. Saya mencari orang yang bisa saling melengkapi, selalu berbagi dalam suka dan duka.

Orang yang menikah hanya karena mereka dikejar umur, takut diolok-olok, atau karena mereka khawatir tidak menemukan jodoh yang dapat menyayangi mereka, berarti memiliki masalah kepercayaan diri. Orang percaya diri akan tahu bahwa ia dapat menemukan pasangan yang tepat pada setiap titik waktu dan kapan saja. Karena dia selalu tahu, Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Kebanyakan orang memaksakan standar aneh dan keyakinan pada diri mereka sendiri pada pertanyaan yang seharusnya tidak dipertanyakan.



Siapa bilang bahwa pernikahan harus terjadi pada usia tertentu?
Siapa bilang bahwa pasangan menikah pasti bahagia?
Siapa bilang bahwa standar waktu menikah yang tepat bagi mereka sama dengan Anda?



Kebanyakan orang mengikuti pola pikiran satu sama lain secara sama karena mereka terlalu kurang percaya diri untuk mengikuti hati mereka sendiri atau dengan jalan mereka sendiri. Akibatnya, mereka menikah karena keterpaksaan hingga berujung pada perceraian karena bermacam alasan. Karena cinta memang tidak bisa dipaksa dan dibohongi. Dan menikah itu seharusnya sekali seumur hidup karena sebuah komitmen mengikat janji suci untuk selamanya.

Apakah suka atau tidak, kita bisa terkena sejumlah besar pikiran negatif dalam kehidupan kita. Jika kita tidak membuang jauh pikiran negatif ini dengan dengan pemikiran yang positif, kita pasti akan menjadi orang pesimis, sedih dan akhirnya depresi. Jadi, percayalah dengan kata hati Anda, jangan putus asa, dan Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untuk Anda.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."