Bagikan :


vibrasi positif, energi positif, perubahan Indonesia
Mengubah Indonesia dengan Vibrasi PositifArtikel ini diambil dari buku ‘Harus Bisa’ yang ditulis oleh Dr. Dino Patti Djalal berdasarkan pengalaman bersama Presiden SBY. Artikel ini sangat menarik dan layak untuk dituliskan kembali bagian-bagiannya dan diambil maknanya agar kita selalu bisa menyebarkan energi positif di dalam kehidupan ini.

Semua bangsa di dunia, tidak perduli bangsa yang sudah ribuan tahun atau baru lahir, besar atau kecil, timur atau barat, kaya atau miskin, semuanya punya energi positif dan energi negatif. Semua bangsa punya energi membangun dan menghancurkan. Kedua energi ini selalu ada dalam kehidupan suatu bangsa, dalam takaran dan dinamika yang selalu berubah-ubah.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang energi positifnya melebihi energi negatifnya. Banyak orang yang mengakui negara Cina, Amerika Serikat, Jepang, Jerman sebagai bangsa-bangsa yang tumbuh pesat di dunia. Namun jangan lupa, mereka juga memiliki sejarah kelam dan dirasuki energi negatif. Mereka pernah terjerumus perang, pembunuhan massal, penjajahan dsb.

Di Indonesiapun, di paruh pertama dekade tahun 60-an kita mengalami hal yang sama : buku buku dibakar, lagu beatles dilarang, lawan politik dipenjarakan, politik fitnah merajalela dan semua orang yang berbeda pendapat dengan pemerintah di cap ‘kontra revolusioner’ dan diintimidasi.

Dalam setiap episode ini, di Cina, Amerika, Jepang, Jerman dan Indonesia, timbul gelombang energi negatif yang menenggelamkan energi positif. Semuanya ambruk. karena dalam dunia modern, sistem politik yang didominasi oleh energi negatif tidak akan pernah bertahan lama.

Energi negatif adalah energi yang memancarkan aura buruk dan gelap. Seperti kebencian, negativisme, rasialisme, pemaksaan kehendak, arogansi, iri hati, dengki, sikap tak perduli, fatalistis, malas, paranoia, feodalisme, eklusivisme, ekstremisme, fitnah, KKN, apatis, pesimisme, dan lain sebagainya. Sebaliknya, energi positif adalah energi yang memancarkan aura sehat dan terang seperti positivisme, optimisme, idealisme, menghargai pendapat orang, atruisme, good governance, gotong royong, politik santun, sikap moderat, sikap inklusif, pluralisme, multi kulturalisme, humanisme, filantropi, egalitarianisme, sikap sportif, toleransi, harmoni dan lain sebagainya.

Dalam pergaulan sehari hari, kita biasa melihat kedua energi ini bersinggungan. Entah di pemerintahan, kantor, sekolah, masyarakat, bahkan kehidupan beragama pun ada yang selalu menjelek-jelekan orang, tidak senang melihat kemajuan orang lain, selalu menggerutu, selalu pesimis, dsb. Dan ada juga jenis orang yang selalu positif, selalu optimis, selalu membantu orang lain dan selalu ingin berbuat baik. Kalau bertemu orang jenis pertama, Anda sebaiknya menjauh karena energi buruk itu bisa menular ke orang lain. Jika bertemu dengan orang jenis kedua, jadikanlah ia sahabat atau mentor agar sifat-sifatnya bisa menurun kepada anda.



Nasionalisme yang berlandaskan energi negatif akan menjadi ultra-nasionalisme atau nasionalisme sempit. Sebaliknya, nasionalisme yang dijiwai energi positif akan menjadi nasionalisme yang sehat dan produktif.

Tugas utama pemimpin adalah utuk menyebarkan energi positif, dalam skala jauh melebihi energi negatif bangsanya. Namun untuk melakukan ini, sang pemimpin harus mempunyai energi positif dalam dirinya.

Nelson Mandela, misalnya, oleh pemerintah Apartheid dikurung dalam sel penjara selama 27 tahun. Selama di penjara, ia terus menerus diasingkan, dibungkam dan disiksa. Mandela pernah sangat marah ketika pemerintah apartheid menolak memberinya izin untuk menghadiri pemakaman anak laki-lakinya yang meninggal karena kecelakaan.

Yang menakjubkan, walaupun dizholimi habis-habisan, Nelson mandela tidak pernah dendam kepada orang kulit putih, tidak pernah diperbudak oleh energi negatif dan selalu berpikiran positif. Saya seumur hidup tidak akan pernah lupa melihat pidato Nelson Mandela di televisi sewaktu baru dibebaskan dari penjara tahun 1994 : garis pemikirannya sangat jernih, tegas dan penuh kewibawaan. Dengan semangat inilah, Nelson Mandela memimpin penyatuan bangsa dan mengubah Afrika Selatan selamanya. Ketika terjadi kerusuhan berdarah di salah satu township, dimana orang orang kulit hitam melempari orang kulit putih dengan batu, Mandela datang dengan tenang dan mengucapkan 3 kalimat singkat dengan lantang : ‘Pick up the stone from the streets. The Time to fight is over, Now is the time to build’ (Pungutlah bebatuan itu dari jalanan. Waktu berselisih sudah habis, sekarang waktunya membangun lagi). Kerusuhan segera reda, dan para perusuh langsung menuruti perintah Mandela untuk membersihkan batu dari jalan.

Ketika Nelson Mandela menjadi Presiden Afrika Selatan pasca apartheid, ia tetap mempekerjakan para pegawai kulit putih yang sudah puluhan tahun bekerja dengan penguasa apartheid. Ia tidak pernah mendendam pada pejabat yang dulu menyakiti dirinya atau keluarganya, termasuk pejabat yang melarangnya menghadiri pemakaman anaknya. Mandala bahkan dengan suka cita mengunjungi janda almarhum Hendrik Verwoed, arsitek sistem apartheid, di rumahnya. Kepemimpinan Nelson Mandela yang penuh dengan energi positif inilah yang menjadi kunci sukses transisi Afrika Selatan dari era apartheid menjadi negara paling maju di Afrika, tanpa gejolak yang berarti. Afrika Selatan kini telah menjadi bangsa yang beda dan baru. Mungkin tidak akan ada lagi pemimpin Afrika selatan yang sekaliber Nelson Mandela.

Kepemimpinan dengan energi positif ini juga sangat penting bagi Indonesia mengingat cobaan berat yang bertubi-tubi menghantam Indonesia beberapa tahun ini. Bayangkan, kalau saja Indonesia dipimpin oleh sosok yang berenergi negatif : yang melempar bola panas ketimbang menjemput bola, yang mudah patah semangat dan tidak perdulian, atau yang hanya bisa meratapi nasib atau menyalahkan orang lain. Akibatnya bisa fatal bagi rakyat dan bagi masa depan negeri ini.

Terlepas dari segala tantangan yang beruntun menimpa bangsa ini, semua tidak terlepas dari peran serta kesadaran dari warga negaranya sendiri. Untuk itu alangkah baiknya kita selalu bisa menciptakan energi positif yang dimulai dari dalam diri kita sendiri untuk menetralkan energi negatif demi perubahan Indonesia agar menjadi lebih baik. Aamiin.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."