hormon, mood, suasana hati

Pengaruh Kondisi Fisik pada Suasana Hati Kita
Kondisi fisik dapat mempengaruhi psikis dalam kondisi tertentu. Para ilmuwan telah menemukan beberapa zat yang terkandung dalam proses ini. Di mana zat tersebut berasal dan apa pengaruh mereka?

Alasan utama untuk semua kesedihan tentu disebabkan oleh kondisi psikis. Psikis mempengaruhi fisik tapi kita tidak boleh lupa sebaliknya, yang mana juga fisik dapat mempengaruhi psikis. Semua orang tahu perasaan tidak nyaman akan timbul setelah jeda panjang latihan olahraga, perasaan stres setelah sepanjang hari dihabiskan di ruangan kerja, yang letih lesu disebabkan oleh kurangnya makanan bergizi, sukacita setelah makan cokelat lezat dan berjalan-jalan di taman. Jadi, apa sebenarnya yang terjadi dengan tubuh kita ketika kita berada dalam situasi seperti ini?

Obat-obatan telah dikembangkan dan dalam beberapa tahun terakhir ilmuwan telah menemukan hal-hal menakjubkan dan mekanisme tentang organisme sistem kita. Para peneliti telah menemukan bahwa dalam tubuh kita ada beberapa zat yang memberi kita perasaan yang baik. Mereka disebut hormon dan diproduksi oleh organisme itu sendiri, atau, ketika tidak adanya organisme itu, mungkin dapat digantikan oleh obat-obatan yang mengandung zat mereka.

Zat-zat ini adalah : Dopamin, Serotonin, dan Endorfin.



Dopamin
Dopamin merupakan salah satu neurotransmitter utama dalam sistem saraf. Para ilmuwan telah mempelajari efek dopamin pada psikis manusia dan mereka menemukan bahwa tingkat tinggi dopamin dikaitkan dengan suasana hati yang baik, kebahagiaan, dan motivasi untuk menghadapi masa depan, oleh karena itu membantu kita membuat keputusan. Tingkat rendah dopamin menyebabkan depresi (atau, dalam beberapa kasus depresi menginduksi tingkat rendah dopamin), hipoaktif, dan kesulitan dalam mengambil keputusan. Penyakit Parkinson (mungkin hadir pada orang berumur lebih dari lima puluh lima dikonfirmasi oleh tanda-tanda yang khas : tidak ada ekspresi wajah, gangguan berjalan, mengedip lambat) juga disebabkan oleh kurangnya dopamin atau dengan kunci reseptor dopamin.

Serotonin
Serotonin adalah neurotransmitter penting dalam sistem saraf pusat. Tingkat optimal serotonin membantu kita untuk bersabar, tenang, ramah, dan fleksibel. Rendahnya tingkat serotonin menyebabkan depresi, hiperaktif, kecemasan, gangguan tidur, ketidakstabilan psikologis dan bulimia.

Penelitian telah menunjukkan bahwa sel-sel otak pria memproduksi sekitar lima puluh persen serotonin lebih banyak dibanding perempuan, kenyataannya sebagian dijelaskan oleh fluktuasi progesteron dan estrogen (hormon seks utama pada wanita yang diperlukan untuk menstruasi dan reproduksi). Ketika tingkat estrogen rendah (pada periode menstruasi, setelah lahir dan sebelum menopause) tingkat serotonin mungkin juga lebih rendah. Tapi tidak semua wanita dipengaruhi oleh fluktuasi hormonal.

Untungnya ada beberapa hal yang dapat meningkatkan konsentrasi hormon ini dalam darah kita :

a. Olahraga adalah penghilang stres yang efisien dan meningkatkan sirkulasi darah ke otak.

b. Menjaga pola makan yang sehat yang meliputi protein nabati dan mengesampingkan gula, alkohol, kafein dan makanan berlemak juga membantu.

c. Meditasi adalah aktifitas menenangkan diri yang efisien dalam menghilangkan depresi yang disebabkan oleh perubahan musim. Meditasi pagi bangun tidur dan sebelum tidur selama 20 menit membantu mengurangi stres dan meningkatkan tidur nyenyak di malam hari.

d. Vitamin B efisien dalam mempertahankan tingkat baik serotonin. Kita dapat menyediakan tubuh kita dengan vitamin B dengan memasukkan dalam diet kita : gandum, oat, produk susu, kacang buncis-buncisan dan sebagainya.

Endorfin
Endorphin adalah zat yang diproduksi oleh sistem saraf pusat. Hormon ini mengurangi intensitas rasa sakit dan kecemasan, merangsang sistem kekebalan tubuh dan tersirat dalam proses belajar dan penyesuaian cahaya.



Sekresi endorphin dirangsang dalam situasi berikut :

a. Di bawah cahaya matahari terang. Bukankah benar bahwa berjalan-jalan santai di pagi hari yang cerah bisa mengangkat suasana hati kita?
b. Ketika kita makan cokelat (contoh yang terkenal, cabai) pada saat depresi atau mengantuk, kita mungkin merasa perlu untuk makan sesuatu yang manis atau pedas karena organisme membutuhkan lemak dan gula dalam produksi hormon ini.
c. Dalam latihan fisik. Olahraga seperti berlari sampai kita kehabisan napas, tingkat tinggi endorfin dibebaskan ke dalam darah dan memberikan perasaan yang menyenangkan. Beberapa atlet menjadi ketergantungan dari kondisi ini, yang merupakan ketergantungan yang cukup sehat.
d. Ketika kita tertawa. Penelitian telah menunjukkan bahwa persepsi rasa nyeri secara signifikan menurun setelah tertawa yang sehat.

Kesimpulannya, agar hidup sehat dan bahagia kita tidak boleh lupa tentang apa yang dibutuhkan tubuh kita dan mencoba untuk hidup seimbang dengan olahraga setiap hari dan diet yang baik ditambah banyak tertawa.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."