Bagikan :

peter pan, sindrom peter pan, sifat peter pan, karakteristik sindom peter pan
Penjelasan dan Karakteristik Sindrom Peter PanSindrom Peter Pan digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang tidak ingin tumbuh dan bertanggung jawab sebagaimana umumnya. Ini memiliki efek luas pada semua aspek kehidupan mereka. Bramardianto.com akan menjelaskan lebih detail tentang sindrom ini serta memahami lebih jauh bagaimana karakteristiknya. Baca terus, yah…

Sindrom Peter Pan tidak diakui sebagai gangguan kesehatan mental oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Semua dari kita terkadang masih terbawa perilaku kekanak-kanakan dari waktu ke waktu, tapi itu hanya mengambil sedikit dari perilaku normal kita, kembali lagi dewasa dan bertanggung jawab. Namun, bagaimana jika perilaku ini bukanlah sebuah ledakan sesekali? Tetapi, lebih tepatnya, sudah menjadi kepribadian?

Nah, Sindrom Peter Pan bekerja pada garis-garis ini. Sindrom ini menggambarkan orang-orang yang menunjukkan perilaku ketidakdewasaan, tidak ingin tumbuh, atau mengambil tanggung jawab sebagaimana layaknya orang dewasa. Istilah ini didasarkan pada buku populer karangan JM Barrie, “Peter Pan – the Boy Who Would not Grow Up”, yang menggambarkan seorang anak sombong dan tidak bertanggung jawab. Fenomena ini diterjemahkan ke dalam banyak kehidupan nyata dengan cara yang sama. Studi menunjukkan bahwa orang yang lahir akhir tahun 1980-an dan 1990-an lebih mungkin mengembangkan sindrom ini karena alasan orang tua terlalu protektif, tingginya biaya hidup, kurangnya pengembangan diri, manja, dan kesulitan dalam mencari pasangan.

Sifat karakteristik umum
Meskipun Sindrom Peter Pan bisa mempengaruhi pria dan wanita, tapi lebih umum dialami pria dibandingkan wanita. Mari kita memahami karakteristik dari sindrom ini.

1. Menghindari tanggung jawab, lebih mencari kesenangan
Orang yang mengalami sindrom ini, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, disebabkan karena faktor-faktor eksternal tertentu seperti orang tua overprotektif dan tekanan ekonomi dan sosial yang luar biasa. Mereka cenderung menjauhi semua bentuk tanggung jawab dan semua energi mereka hanya dihabiskan mencari kesenangan dalam hidup. Mereka tumbuh menjadi pribadi hedonistik, larut dalam kesenangan masa remaja atau kanak-kanak yang jauh dari rasa tanggung jawab dan ingin terus berada dalam keadaan ini selamanya.

2. Suka ingkar janji dan cenderung menyalahkan
Mereka tidak mau bertanggung jawab untuk setiap tindakan mereka. Jika sesuatu yang mereka lakukan tidak bekerja dengan baik, maka mereka cepat menyalahkan orang lain. Orang-orang dengan sindrom ini tidak bisa menepati janjinya. Mereka benci jika orang tergantung kepada mereka.



3. Mereka takut penolakan
Mereka benci ditolak dan takut kesepian. Itulah sebabnya mereka selalu ingin dikelilingi oleh orang-orang sepanjang waktu. Mereka haus untuk menjadi pusat perhatian.

4. Kurang percaya diri
Mereka sangat memperhatikan penampilan, tapi tidak suka dikritik orang lain. Di satu sisi, ini karena mereka kurang percaya diri. Rendahnya harga diri inilah yang mendorong mereka untuk selalu berpakaian dan berdandan sesempurna mungkin karena tidak mau terlihat jelek di mata orang lain. Mereka tidak bisa menyadari sifat-sifat negatif mereka sendiri.

5. Kesulitan menangani emosi
Seseorang yang memiliki sindrom ini kesulitan untuk mengekspresikan emosi. Mereka tidak bisa mengembangkan kemampuan dalam mengatasi setiap kekecewaan dalam hidup. Karena itulah, mereka cenderung mudah terluka perasaannya. Untuk melindungi diri dari rasa sakit hati, mereka cenderung mengambil sikap semaunya sendiri, sehingga mereka selalu dapat membenarkan perilakunya.

6. Cenderung memilih pasangan lebih muda
Pria biasanya lebih cenderung dipengaruhi oleh sindrom ini dibandingkan wanita. Telah diteliti bahwa pria yang menderita sindrom ini cenderung memilih hubungan dengan wanita yang jauh lebih muda dari dirinya. Alasannya, wanita yang jauh lebih muda tidak banyak menuntut komitmen dan tanggung jawab, dan yang dipikirkan hanyalah bersenang-senang sepanjang waktu.

7. Penolakan dan penyalahgunaan obat-obatan
Mereka selalu menolak untuk mengambil tanggung jawab, menghindari masalah (baik sederhana dan rumit). Akibatnya dalam banyak kasus, mereka mengambil obat-obatan terlarang dan alkohol untuk mematikan saraf mereka, melarikan diri ke dalam dunia tanpa tanggung jawab.

9. Bermasalah dengan pekerjaan
Mereka merasa sulit untuk memikul tanggung jawab yang dibebankan dan diperlukan dalam pekerjaan. Akhirnya, mereka kesulitan mempertahankan pekerjaannya. Meski mereka harus memiliki pekerjaan yang layak dan stabil untuk menopang hidup, mereka tidak peduli. Mereka hanya mencari pekerjaan yang tidak memiliki tanggung jawab.



Seseorang yang menderita Sindrom Peter Pan akan sangat sulit menyesuaikan diri dalam aturan-aturan masyarakat, selalu melakukan hal-hal yang membuatnya senang. Jika seseorang menyadari bahwa ia menderita sindrom ini, dan ingin berubah menjadi lebih baik, maka konsultasi dengan seorang psikiater diperlukan.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."