Bagikan :

emosi, emosi dalam mengambil keputusan, peranan emosi
Peran Emosi dalam Pengambilan KeputusanBukankah Anda berpikir, sangat mudah meyakinkan seseorang ketika ia berada dalam suasana hati yang sangat baik? Jika jawaban Anda adalah, “Iya!”, maka pernahkah Anda berpikir apa peran emosi dalam proses setiap pengambilan keputusan? Artikel berikut menuliskan penjelasannya.

Emosi memainkan bagian dari semua perilaku. Kita semua memiliki emosi dan ini mewarnai kehidupan kita. Marah, sedih, bahagia, takut, terkejut, dan cinta adalah beberapa emosi yang paling umum dialami oleh setiap manusia. Emosi ini memainkan peran yang sangat penting dalam setiap aspek kehidupan kita, terutama dalam pengambilan keputusan. Alasan di balik segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup kita, dalam satu atau berbagai cara, sangat terkait dengan emosi. Apa yang membuat Kaisar Mughal Shah Jahan membangun Taj Mahal yang indah untuk permaisurinya? Itu manifestasi dari emosi yang mendalam dan penuh gairah cinta. Insiden negatif seperti perang dan kekacauan juga terkait dengan emosi seperti keserakahan, kebencian, marah atau dengki. Jadi kita dapat mengatakan sebagian besar yang kita lakukan dipengaruhi oleh emosi.

Emosi dan Pembuatan Keputusan
Meskipun ada banyak ekspresi emosi, kita dapat membaginya menjadi dua jenis : positif dan negatif. Emosi positif adalah cinta, penerimaan, bersyukur, pemahaman, persahabatan, kebahagiaan, kepuasan, dll. Sedangkan emosi negatif terdiri dari kemarahan, kebencian, iri hati, keserakahan, frustrasi, dll. Kita berpikir dengan bantuan otak kita, tapi sebagian besar waktu kita mendengarkan dengan hati kita. Beberapa orang yang lebih emosional bias dalam mengambil keputusan. Emosi mempengaruhi keputusan kita, seperti tertarik membeli suatu barang sampai karir yang ingin kita kejar, atau sesuatu yang sama pentingnya ketika mencari pasangan hidup yang bisa mencintai, memahami, dan mendukung kita secara emosi. Emosi ini bertanggung jawab dalam banyak keputusan penting di kemudian hari. Kenyataannya memang emosi mempengaruhi keputusan kita setiap hari.

Bagaimana Emosi Mempengaruhi Pengambilan Keputusan?
Lingkungan, latar belakang keluarga, pendidikan, pengalaman hidup dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kita memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk emosi positif atau negatif dalam diri kita. Jika Anda dikelilingi keluarga dan teman-teman yang ceria, secara otomatis dapat meningkatkan suasana hati Anda ketika Anda merasa negatif, ini membantu Anda dalam menumbuhkan sikap positif. Ketika Anda berada dalam suasana hati yang positif, Anda lebih mungkin untuk membuat keputusan positif atau setidaknya mencoba untuk berpikir tentang sisi positif dari masalah. Sedangkan, jika Anda berada dalam suasana hati yang buruk, maka Anda lebih cenderung ke arah aspek negatif dalam memandang setiap masalah. Dalam situasi seperti ini, Anda merasa kesulitan dalam mengambil keputusan. Tentu saja, ini juga berlaku dalam emosi positif. Emosi yang berlebihan mengakibatkan kekeruhan pemikiran, yang akhirnya mengarah ketidakmampuan dalam pengambilan keputusan. Jika kita berada dalam suasana hati yang buruk dan sangat stres, seringkali mengacaukan semuanya yang kita kerjakan, dan akhirnya merugikan diri kita sendiri secara fisik, finansial, atau emosional.



Keputusan Emosional dan Rasional
Jika kita membandingkan keputusan emosional dan rasional, maka kita dapat memahami hasil dari kedua jenis keputusan. Keputusan secara emosional diambil sangat cepat dibandingkan dengan keputusan yang rasional. Pengalaman dan insiden memainkan peran yang sangat penting dalam mengambil keputusan seperti itu. Seringkali, keputusan ini diambil secara tidak sadar, dan benar-benar mencerminkan apa yang kita inginkan. Kita cenderung memilih orang atau bidang tertentu yang kita sukai. Keputusan ini mungkin dipakai untuk membuktikan diri menjadi orang-orang yang sempurna di mata orang lain, tapi kadang-kadang keputusan tergesa-gesa dan didorong emosional terbukti menjadi keputusan yang buruk. Emosi juga membuat keputusan berat sebelah, karena intensitas besarnya perasaan yang melekat pada orang atau masalah. Kadang-kadang keputusan ini secara rasional dinilai tidak selalu tepat, karena kita sering menyesalinya di kemudian hari.

Saran untuk Pengambilan Keputusan yang Tepat
Kita tahu bahwa keputusan emosional bisa saja mungkin atau bisa saja tidak untuk menjadi sebuah keputusan yang tepat. Karena keputusan yang diambil secara rasional juga melibatkan emosi. Kita hanya perlu menangani beberapa hal saat mengambil keputusan, agar tetap adil dan bisa diterima. Gunakan kemampuan intelektual Anda dan pertimbangkan sisi positif dan negatif dari setiap masalah. Cobalah untuk memahami perbedaan antara sisi baik dan buruk dari keputusan Anda daripada membiarkan emosi Anda ikut campur. Jangan mengambil keputusan apapun ketika Anda marah, dinginkan diri Anda terlebih dahulu dan kemudian berpikirlah tentang hal itu. Menjadi rasional dapat menghasilkan keputusan yang tepat, tetapi mengambil keputusan yang emosional dan rasional secara seimbang dapat membantu Anda untuk membenarkan keputusan.



Karena emosi adalah bagian tak terpisahkan dari sifat manusia, maka Anda tidak bisa mengabaikannya sepanjang waktu, Anda hanya bisa mengendalikannya. Coba kita pahami kutipan dari Dale Carnegie, seorang penulis dan dosen dari Amerika, “Ketika berhadapan dengan orang-orang, Anda bukan berurusan dengan makhluk logika, tetapi berurusan dengan makhluk emosi.” Oleh karena itu, pertimbangkan semua aspek dari setiap masalah, dan cobalah untuk menjaga emosi Anda saat mengambil keputusan apapun.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."