kebenaran, ilmu kebenaran

“Carilah Guru yang bukan hanya bisa mengatakan bahwa Allah SWT itu ada, tetapi carilah Guru yang mampu menunjukkan jalanmu untuk menemui Allah SWT.”

Setiap manusia diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi “Juru Selamat”. Juru Selamat adalah orang-orang yang sudah terbuka alam kesadarannya untuk menyaksikan sendiri sebuah kebenaran yang sejati, sehingga kehadirannya mampu membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta. Langkah pertama untuk mencapai kesadaran, adalah dengan mengembalikan semuanya kepada Allah, selalu mengutamakan hubungan dengan Allah ketika menghadapi setiap ujian atau cobaan yang diberikan. Setiap polemik yang muncul di dalam kehidupan harus selalu dihadapi dengan keyakinan bahwa itu semua sejatinya merupakan ujian dari Allah. Sebuah perjalanan rohani untuk mencapai kesadaran sejati.

Dibutuhkan sebuah kesabaran dalam melewati setiap ujian dariNya. Adapun kesabaran sendiri ada 2 : kesabaran sewaktu menerima segala kenikmatan dan kesabaran sewaktu menerima segala kesukaran. Itu semua adalah Kehendak Allah. Masing-masing memiliki maksud dan tujuan tertentu yang bermanfaat bagi manusia yang mengalaminya. Kesadaran akan adanya maksud dan tujuan tersembunyi tersebut akan membantu manusia menerima ujian atau cobaan yang diberikan Allah dengan nilai keikhlasan yang tinggi, melebihkan kedudukan manusia di hadapanNya. Hal itu merupakan rangkaian kehidupan sekaligus kewajiban manusia : Sadar, Tabah, dan Sabar. Manusia yang sudah mampu melaksanakannya akan mampu menghindari penggunaan hak-hak Allah berupa rasa paling benar, rasa suci, dan rasa ingin dipuji yang merupakan sumber seluruh penyakit hati manusia. Kesombongan, dendam, kebencian, rasa iri, dengki semuanya bersumber dari penyalah gunaan hak-hak Allah oleh manusia.

Sayangnya, manusia tidak mampu melaksanakan sadar, tabah, dan sabar sendirian. Manusia sangat mudah teralihkan dari tujuan hidup yang sebenarnya, terutama ketika diberikan ujian atau hukuman. Manusia cenderung mengutamakan kenikmatan jasmani dibandingkan kenikmatan rohani sehingga dapat mudah ditipu oleh nafsu di dalam dirinya sendiri dan pada akhirnya terbelenggu penyakit-penyakit hati tersebut.

Mengenal Ilmu Kebenaran dan Ilmu Kebaikan

Untuk mengatasi hal tersebut, maksud dan tujuan Allah dalam membuat setiap kejadian diturunkan dalam bentuk ilmu kebenaran melalui utusanNya dari alam rohani, yaitu para Malaikat. Setiap individu manusia yang mau akan mendapatkan bimbingan para Malaikat Muqorrobin (yang Terdekat) dari dalam dirinya untuk mampu memahami dan melewati setiap ujian kehidupan yang diberikan Allah.

Adapun 4 Malaikat Muqorobbin itu adalah :

1. Malaikat Muqorrobin Yasin, bertugas membantu manusia untuk melepaskan roh yang mengikuti atau menempel pada manusia dengan cara kasih sayang.
2. Malaikat Muqorrobin Nurani, membantu di rasa manusia agar mampu melaksanakan rasa ikhlas, syukur dengan nilai yang tinggi, membersihkan rasa ke-Aku-an, rasa paling suci, dan rasa minta puji.
3. Malaikat Muqorrobin Lummah, membantu akal pikir manusia agar mampu memahami ilmu maksud dan tujuan Allah membuat suatu kejadian di dunia ini (membaca ayat tersirat).
4. Malaikat Muqorrobin Syariat, membantu gerak fisik atau yang memiliki energi untuk menjadikan manusia mampu membuat perubahan dirinya dari manusia buruk, baik menjadi benar.

Firman Allah tentang utusan Allah ada dari manusia dan malaikat di surat AlHajj 75 :

“Aku memilih dari malaikat dan dari manusia sebagai utusan-utusan. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.



1. Ilmu Kebenaran adalah ilmu Allah yang dilewatkan melalui rasulNya, berasal dari alam rohani yaitu para malaikat yang tidak memiliki wujud jasmani dan mendidik dari dalam rohani manusia.
2. Ilmu Kebaikan adalah ilmu Allah yang dilewatkan melalui utusanNya atau rasul dari alam nyata, yaitu para nabi dan rasul yang memiliki wujud jasmani dan mendidik manusia dari luar jasmani manusia. (Para nabi dan rasul yang diutus sebagai media untuk menyampaikan kepada seluruh agama).



Ilmu kebenaran bisa diibaratkan penerangan langsung dari satu sumber. Seperti sinar matahari yang bisa memberikan penerangan di seluruh alam semesta. Sedangkan ilmu kebaikan ibarat penerangan dari nyala lilin, jadi hanya bisa menerangi sekitarnya saja. Ilmu kebaikan pada zaman dulu sumber daya manusianya masih rendah dan terbatas. Contoh inilah yang diteruskan sampai saat ini, akibat tipuan nafsu ego yang menjadikan manusia mempunyai keyakinan bahwa ilmu Allah sebatas yang diyakini saja yang paling benar.

Ilmu kebenaran pada zaman sekarang dengan sumber daya manusianya sudah maju tentu berbeda. Manusia akan di beri kesadaran lewat ilmu dan kejadian nyata di dunia sehingga bisa memahami sendiri ayat tersirat dari Allah. Manusia yang mampu mendapatkan petunjuk kebenaran tidak bisa dipaksakan karena setiap individu mempunyai tingkat keimanan berbeda, dan tidak ada batasan kelompok atau golongan.

Dengan bimbingan ilmu kebenaran tersebut manusia akan tetap sadar akan tujuan hidupnya, tidak peduli seberat apapun masalah yang dihadapi, tabah dalam menghadapi ujian kehidupan sehingga mendapatkan nilai keikhlasan yang tinggi, serta mampu menjadi manusia yang sabar dan bersyukur. Itulah manusia yang dikehendakiNya. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar. Amin.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."