anak dimusuhi, anak dibully

Sikap Orangtua Jika Anak Dimusuhi Temannya
Apa jadinya jika si kecil pulang sekolah terlihat murung?Ketika Anda tanya ada apa di sekolah, dia menjawab di sekolah dimusuhi teman-temannya. Artikel ini memberikan sedikit tips bagaimana menyelesaikannya.

Mengalami penolakan dari lingkungan sekitar, bukan hanya menyakiti orang dewasa tapi juga anak-anak kecil. Seiring masa pertumbuhan anak, terutama yang sudah bersekolah, konflik dan permusahan tentu rentan terjadi. Nah, saat hal yang demikian sedang dialami buah hati Anda, bagaimana cara tepat menanganinya?. Selain dukungan emosional, menurut konsultan profesional di masalah sosial anak dan remaja, Barbara R. Greenberg, Ph.D, orangtua perlu mengajarkan pada si kecil langkah untuk mengatasi penolakan yang mungkin terjadi di lingkungan pergaulan mereka.



“Bila Anda memiliki anak lebih dari satu, maka ajari hal tersebut pada masing-masing anak dalam waktu berbeda. Sebab, setiap anak memiliki cara berpikir dan penerimaan yang berbeda-beda,” jelas Greenberg.

Tindakan Jika Anak Dimusuhi Teman-Temannya

Greenberg juga menyarankan beberapa hal berikut ini:

Jangan Ajarkan pada Anak

1. Jangan menganjurkan anak untuk membiarkan teman-teman yang memperlakukannya secara tidak pantas, baik secara verbal dan perilaku. Tegaskan bahwa mem-bully merupakan tindakan negatif yang memiliki konsekuensi dan ganjaran. Dengan demikian, selain dapat menjaga diri sendiri, anak pun juga paham bahwa memusuhi dan berlaku kasar pada orang lain bukan perbuataan yang baik.

2. Jangan membuat anak merasa lemah. Greenberg mengatakan, kata-kata seperti “Kamu terlalu cengeng”, “Kamu harus melawan”, dan sebagainya bisa membuat anak merasa rendah diri dan semakin terpojok.

3, Jangan selalu membela anak. Terlalu sering mengatakan “Biar ibu yang menyelesaikan”, dapat mengajarkan anak jadi tidak mandiri. Membela anak memang perlu, tapi bimbing mereka untuk mampu menjaga diri tanpa bantuan Anda. Namun, sebagai orangtua yang baik, tetap pantau perkembangan masalah yang dihadapi oleh anak dengan bentuk perhatian dan komunkasi.

Ajarkan pada Anak

1. Ajarkan anak untuk intropeksi diri. Memang benar bahwa saat anak dimusuhi atau dimarahi oleh orang lain, sebagai orangtua pasti Anda tidak terima dan mendadak langsung naik darah. Coba kendalikan emosi demi kebaikan anak di masa mendatang. Salah satunya adalah berkomunikasi dengan meminta anak untuk intropeksi diri, menelaah mengapa teman-temannya tak ingin bermain bersamanya, dan tentu saja bimbing si kecil untuk memperbaiki sifatnya yang kurang disukai tersebut.

2. Ajarkan anak untuk berempati. Cari tahu apakah si anak yang memusuhi sedang mengalami masalah keluarga, jika benar, maka minta anak untuk berempati dengan cara tidak memasukan dalam hati dan lebih fokus pada teman yang baik serta pelajaran di sekolah.



3. Ajarkan anak soal penolakan lain di waktu mendatang. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa sifat bermusuhan dan penolakan juga akan dirasakan oleh anak di waktu mendatang. Maka dari itu, bersabarlah untuk membimbing dan mendoakan anak untuk bisa menerima hal-hal kurang menyenangkan dalam hidupnya dengan sikap terpuji sekaligus membanggakan.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."