feromon, hormon feromon, cara memperbanyak feromon
Yang Perlu Anda Ketahui tentang FeromonFeromon tidak bisa terdeteksi sebagai bau secara sadar, oleh karena itu sangat sulit untuk mempelajari efeknya pada manusia. Artikel ini memberikan sedikit informasi mengenai hormon ini pada manusia.

Para peneliti telah lama mengetahui bahwa sebagian besar psikologi dan respon manusia dapat dipicu oleh bebauan. Misalnya, aroma masakan rendang mungkin mengingatkan Anda tentang masakan yang dibuat ibu Anda dan itu membuat Anda rindu kampung halaman, atau bau wewangian yang mengingatkan Anda kepada orang yang sudah lama pergi.

Sementara kita memahami kekuatan bau secara sadar, para ilmuwan telah menemukan bahwa perilaku kita juga dapat dipicu oleh serangkaian bau yang tidak kita sadari juga. Bau ini, tidak mampu kita sadari pada tingkat kognitif. Inilah menjadi pokok penjelasan yang mendasari objek, perkawinan, dan ritual manusia lainnya.



Dalam hewan
Feromon adalah sebuah fenomena yang dikenal di dunia serangga dan hewan. Sekresi yang dihasilkan oleh serangga dapat melakukan beberapa hal, seperti menandai wilayahnya untuk memberi peringatan spesies lain jika masuk ke wilayahnya tanpa izin, dan menciptakan aroma yang menarik lawan jenis agar membuat calon pasangan lebih jinak atau bersedia kawin. Hewan dan serangga sangat ahli mendokumentasikan peran bahan kimia ini dalam segala hal. Mulai dari menandai jejak madu sampai siklus reproduksi monyet. Peneliti mulai menyelidiki fenomena ini pada manusia dan menciptakan serangkaian mengejutkan dari penemuan.

Deteksi
Karena feromon tidak mampu terdeteksi sebagai aroma secara sadar, maka sangat sulit untuk mempelajari efeknya pada manusia. Sebagian besar penelitian kepada manusia dilakukan melalui pelaporan secara lisan atau pengujian observasional. Studi-studi ini memunculkan penemuan VNO, yaitu organ vomeronasal yang terletak pada hidung atau mulut. Organ ini mampu mendeteksi bau dan keluar-masuk informasi ke otak dengan cara bawah sadar. Cara kerja VNO ditemukan pada bayi, dimana is bisa mengenali bau selimut yang telah disentuh oleh ibunya meskipun bayi tidak memiliki pemahaman tentang bau secara sadar. Berbekal teori ini, peneliti mulai menguji bau berbeda dan cairan disekresi oleh pria dan wanita untuk menemukan peran yang mereka mainkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peran
Feromon manusia sampai sekarang masih menjalani kajian ilmiah dan sedang dalam proses studi banding, dimana hasil dari penelitian masing-masing ilmuwan saling dicocokkan. Namun, data awal membuktikan bahwa bahan kimia ini memang memainkan peran besar dalam daya tarik, hasrat, keinginan, dan pilihan. Studi menunjukkan pria/wanita yang memancarkan bahan kimia alami ini ditemukan lebih mampu menarik lawan jenisnya. Ini mengungkapkan bahwa ada sesuatu dalam ‘aroma tak kasat mata’ yang memikat lawan jenisnya. Sehingga pria/wanita menganggap lawan jenisnya lebih “ganteng”, “cantik”, atau “seksi”.

Mereka juga memainkan peran dalam reproduksi manusia. Ketika seorang wanita berada dalam masa subur, ada bahan kimia yang dilepaskan tubuhnya. Sehingga membuat pasangannya berhasrat untuk berhubungan seks, juga berlaku pada hewan. Meskipun laki-laki mungkin tidak menyadari secara sadar, mengapa mereka tiba-tiba ingin berhubungan seks dengan istrinya, bahan kimia inilah yang mengambil peran dalam hasrat itu. Studi juga telah menunjukkan adanya reseptor sebagai bagian dari dasar biologis untuk homoseksualitas. Dalam beberapa penelitian, pria homoseksual merespons feromon tertentu dengan cara yang sama seperti wanita heteroseksual. Ini menambahkan daftar penting untuk meneliti teka-teki yang jauh lebih besar dari orientasi seksual manusia.



Parfum feromon
Beberapa perusahaan manufaktur parfum mulai mengkomersialkan gagasan bahwa feromon tertentu dapat dijual, yang akan menarik minat orang-orang untuk membuat lawan jenis tertarik. Sangat penting untuk dicatat bahwa tidak ada studi yang menunjukkan bahwa bahan kimia ini dapat diproduksi secara sintetis. Ini adalah sesuatu yang diproduksi tubuh secara alami, dan setiap tubuh manusia memiliki keunikan tersendiri.

Namun, jika kita sudah tahu bahwa feromon adalah aroma pemikat alami, jawabannya adalah jangan memakai lebih banyak parfum tambahan tapi pakailah sewajarnya saja agar tidak menutupi feromon Anda sendiri. Biarkan bau alami dari tubuh Anda bekerja untuk Anda.

Masih ada banyak kajian yang perlu dipelajari tentang manusia, dan gagasan menarik ini layak untuk diberi perhatian dan penelitian lebih jauh.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."