Bagikan :

karma, simbol karma, karma agama budha, definisi sederhana karma, makna spiritual karma, hukum karma, apakah karma nyata
Mengapa Kita Bertemu Jiwa Yang Sama Dalam Setiap Inkarnasi?Menurut ajaran karma, kita selalu bertemu dengan jiwa yang sama di sepanjang kehidupan, hanya fisik dan peran yang berbeda. Karma sejatinya seperti gravitasi, kita sering tidak menyadari atau mengabaikan akan hal itu (malah tidak percaya sama sekali!). Jiwa melewati siklus inkarnasi fisik ini karena ia masih memiliki semacam hutang atau kewajiban yang harus diselesaikan. Melalui pertemuan dengan orang-orang di sekitar kita ini, kita diberi kesempatan untuk memperbaiki, dan membebaskan diri dari belenggu siklus karma.

Segala hal di dunia ini tidak muncul dan berlalu begitu saja tanpa adanya sebab-akibat. Segala sesuatu terjadi sesuai hukum tertentu, hukum alam semesta. Hukum karma mengajarkan kita bahwa ketika benih tertentu kita tanam, suatu hari kita akan memetik buah itu.

Karma tidak lain adalah hasil dari tindakan yang kita lakukan akibat dari kurangnya sikap cinta kasih/kepedulian dan kurangnya kedekatan kita kepada Sang Sumber. Karena kurangnya cinta kasih ini, kita secara sadar atau tidak sadar melakukan perbuatan jahat menyakiti orang lain, dan suatu waktu kita akan gantian disakiti. Ini bukan sebuah kepercayaan takhayul semata, tetapi semua ini memang berasal dari hukum timbal-balik. Dari orang tua, suami/isteri, anak-anak, saudara, dan teman-teman Anda sekarang, adalah orang-orang yang pernah Anda kenal di masa lampau. Sekarang kita bertemu di saat ini untuk menyelesaikan semua hutang, dibawah hukum sama yang berlaku untuk semua orang.

Catatan karma tersimpan dalam Akashic Record/Catatan Akasha (memori alam semesta) yang tidak terjangkau pikiran sadar kita, karena memang tak kasat mata. Meski demikian, kita bisa belajar untuk mengenali perasaan dan emosi yang ditimbulkan orang lain yang berada dalam lingkaran kehidupan kita. Kita tidak boleh mengabaikan emosi dan kehadiran mereka di dalam hidup kita, karena cerita karmik mereka telah melekat di dalam diri kita. Semua pengalaman negatif, trauma, rasa takut dan sakit yang tidak diinginkan tersimpan di kedalaman diri kita. Setiap orang yang kita temui sepanjang hidup sebenarnya adalah guru spiritual kita (meski sekalipun tidak kita anggap). Perannya adalah membantu kita melepaskan racun karmik yang kita pegang, meski terkadang membayarnya harus melewati banyak cobaan dan rasa sakit. Tetapi, ada juga orang-orang baik di dalam kehidupan kita, mereka adalah seseorang yang sangat baik kepada Anda di masa lalu.



Bagaimana alur karmik mulai muncul? Saat kita bertemu seseorang, kontak pertama yang kita alami umumnya terjadi pada tingkat visual lewat pandangan mata. Kemudian ada semacam daya tarik muncul dari tingkat bawah sadar, dimana sedang terjadi pembacaan catatan karma bawah sadar (mencoba mengenali/mengingat-ingat). Misal Anda bertemu dengan orang asing yang sama sekali tidak Anda kenal, tetapi Anda merasa sudah kenal entah dimana. Catatan karma kita dan catatan karma dari orang itu saling mengenali, kemudian dipertemukan kembali. Pertemuan ini sudah digariskan takdir untuk membersihkan karma kita.

Baca Juga -  10 Cara Agar Tetap Terhubung dengan Guru Sejati

Dalam suatu hubungan tidak selalu berjalan mulus dan nyaman. Saat sebuah hubungan dihadapkan konflik, sejatinya jiwa kita sedang belajar bertumbuh, karena ada suatu pembelajaran penting sedang terjadi. Ketika Anda mengalami saat menyakitkan, Anda harus introspeksi pada diri sendiri: “Mengapa aku mengalami hal seperti ini?”.

Sebenarnya, orang-orang dalam lingkaran kita hanya memainkan perannya masing-masing dalam menciptakan mosaik alur kehidupan kita. Tetapi kita tidak menyadarinya karena kita mungkin hanya berpikir bahwa orang itu berbuat jahat, sudah menyakiti kita. Setiap orang yang kita temui memberi kita pelajaran. Jika seseorang telah menyelesaikan hutang karmanya (pelajaran), maka mereka akan pergi dari kehidupan kita. Karma memainkan perannya dalam menciptakan pengalaman ini. Kita disini berkumpul, sedang membangun hubungan kembali dengan orang-orang dari masa lalu, dan memiliki perasaan yang sama kepada kita.

Baca Juga -  Memahami Makna dari Warna Orbs

Karma bukan dimaksudkan membuat Anda menderita, tetapi untuk menyatukan kita semua agar belajar mengembangkan cinta tanpa syarat dalam melengkapi misi spiritual. Anda membaca artikel ini juga bukan suatu kebetulan, karena saya pernah memiliki hutang karma kepada Anda. Pelajari bagaimana mengembangkan sikap welas asih, karena saya adalah Anda dan Anda adalah saya. Kita semua ambil bagian dari teka-teki besar ini. Buddha pernah berkata, “Apabila tidak pernah terjadi hutang-piutang di kehidupan masa lalu, maka pertemuan di kehidupan sekarang ini juga tidak akan pernah terjadi”.





Loading...
Bagikan :