Bagikan :

tidak termotivasi, tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu, tidak termotivasi kerja, merasa tidak termotivasi dan malas
Mengapa Merasa Tidak Termotivasi Itu Sebenarnya BagusSiapa pun dapat melakukan pekerjaan apa saja dengan baik ketika termotivasi penuh. Dengan begitu banyak orang di dunia ini melakukan segala cara yang mereka bisa agar tetap termotivasi, saya akan menawarkan sudut pandang berbeda. Jika Anda selalu termotivasi sepenuhnya untuk melakukan hal-hal yang diinginkan, rasanya hidup seperti tidak ada tantangan sama sekali. Sesekali hidup ini merasa tidak memiliki motivasi itu sebenarnya baik, dan inilah alasannya.

Dunia ini keras bagi mereka yang tak punya motivasi. Salah satu tes dalam hidup adalah ketika Anda tidak termotivasi. Bagi banyak orang, ini berarti bahwa mereka akan berusaha supaya terus “termotivasi” sehingga mereka dapat dengan mudah mencapai keberhasilan. Sayangnya terus termotivasi ini tidak bekerja setiap saat. Akan ada situasi dimana Anda tiba-tiba kekurangan motivasi dan Anda tidak mampu mengubahnya. Anda selalu dapat melakukan sesuatu sesuai keinginan, tetapi keadaan emosi/mood Anda tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan itu.



Orang-Orang Yang Selalu Terlihat Termotivasi Mungkin Sebenarnya Tidak
Jika kita melihat seseorang yang sukses dalam usaha mereka, mungkin kita melihat mereka selalu memiliki motivasi setiap saat. Namun, sebenarnya mereka tidak terlalu bergantung pada motivasi daripada orang kebanyakan. Misalnya kita melihat atlet berprestasi, mungkin kita berpikir mereka adalah orang-orang yang termotivasi. Tetapi keberhasilan mereka sebenarnya datang dari kemauan keras melatih diri secara konsisten, meski tidak ada pertandingan sama sekali. Akhirnya hal ini berubah menjadi kebiasaan, mereka siap kapanpun ketika diminta mengikuti kejuaraan. Sedangkan orang lain mungkin umumnya hanya berolahraga ketika moodnya sedang bagus.

Baca Juga -  Sering Mimpi Buruk Selama Kehamilan

Kemauan sering disalahartikan sebagai motivasi. Ketika seorang atlet yang berhasil meraih medali emas melihat ke belakang apa yang membuat mereka berhasil, tentu mereka memikirkan pengorbanan dan bersedia menjalani usaha keras yang mereka lakukan karena sebuah tujuan besar, mengharumkan nama negara dan membanggakan keluarga. Dorongan keseluruhan mereka terhadap satu tujuan mulia, mampu mengalahkan segalanya. Itulah mengapa seorang atlet terkadang bahagia bercampur terharu ketika berhasil mencapai suatu pencapaian yang dianggap sulit untuk mendapatkannya. Mereka mungkin mengatakan mereka “menginginkannya”, tetapi itu hanya dalam arti umum. Tentu mereka juga pernah mengalami waktu ketika mereka tidak ingin berlatih, bosan, dan malas melakukan apapun, tetapi kurangnya motivasi ini mereka atasi dengan kemauan keras.

Motivasi dan perlawanan memiliki hubungan terbalik. Jika Anda sepenuhnya termotivasi, Anda tidak akan memiliki perlawanan. Jika Anda sepenuhnya tidak termotivasi, Anda akan memiliki banyak perlawanan. Untuk memahami hal ini, pikirkan saja makan. Saat Anda lapar, Anda 100% termotivasi untuk makan. Itu bukan keputusan yang memerlukan pemikiran panjang, karena Anda sangat membutuhkan. Tapi untuk mengerjakan tugas-tugas yang dianggap lebih sulit, Anda mungkin tidak akan termotivasi 100% untuk melakukannya, dan saat itulah Anda akan menghadapi perlawanan dalam diri.

Kesempatan Besar Saat Merasa Tidak Termotivasi
Orang yang tidak termotivasi sebenarnya beruntung. Setiap kali Anda tidak termotivasi, Anda memiliki kesempatan untuk berlatih menjadi orang yang tidak bisa dihentikan. Pikirkan tentang kekuatan kalimat terakhir itu. Jika Anda benar-benar tidak termotivasi dan masih bisa melakukan tindakan, berarti Anda tidak dapat dihentikan. Ya memang, saat seperti ini memang malas untuk melakukan tindakan, namun, itu tidak bisa menghentikan Anda. Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah membuktikan kepada diri sendiri bahwa Anda tidak perlu merasakan rasa malas itu untuk bertindak.

Baca Juga -  Cobalah Menghilangkan Pikiran Negatif Anda

Hal ini menciptakan kepercayaan diri dan harga diri. Anda akan menjadi orang yang selalu siap apabila berhasil melawan perasaan-perasaan kurang motivasi. Ketika Anda termotivasi, lakukan itu dengan bahagia! Tetapi ketika Anda tidak termotivasi, jangan berlarut-larut tenggelam dalam perasaan Anda. Lihat peluang besar atau tujuan yang Anda miliki untuk membuktikan bahwa Anda tidak bisa dihentikan.

Apakah Anda 100% termotivasi, atau saat ini Anda sedang tidak termotivasi? Menjadi termotivasi itu bagus, tetapi saat motivasi itu hilang, tunjukkan potensi diri Anda kepada dunia.





Loading...
Bagikan :